Monday, January 25, 2010

HANYA AKU PENGANTINKU

Hanyalah aku
yang masih jenuh bermimpi
sabar menunggu
pengantin datang
mengendung bunga

hanya aku
tidak henti menulis puisi buatmu
yang meratap di dinihari
kewalahan
terlena di meja

sayang
hanya aku barangkali
bersama segugus puisi lara
yang hanya layak
untuk dibaca sendiri
di daerah sunyi
persemadianku nanti
bersama gugur kemboja
yang setiap musim
tidak henti berbunga

tulislah puisi ini di pusara
dibawah bayang bulan
di rapuh ranting ranting
pungguk tiada

kekasih
hanyalah aku pengantinku
aku akan terus terusan
menyinta

alangkah pedihnya...

2 comments:

setiakasih said...

Salam GOPA, janganlah bersedih...

ABD. GHAFAR BAHARI (GOPA) said...

Saya tidak apa apa saya ok je.