Tuesday, May 17, 2011

SKETSA CINTA PENGEMBARA

Aku tidak pernah lupa
wajah cinta
aku tidak lupa
biru kerudungnya
aku masih rindu
pekat mata hitam itu
bila ia akan terpejam
lelap lena
dalam dakapan

rindu pada hijau perkebunan
sungai jernih airmata
mengalir jauh kesedihan
anak anak ikan berlompatan
tidak pernah lupa kamu
kau yang pernah datang
terpaku di tengah kolam
teratai tumbuh berbunga
pernah merah luka luka
sakit berbekas ke dasar hati
lemas meronta

aku tidak lupa kekasihku
indah mimpi mimpi
hanya kamu di kegelapan
pengantin malamku
berselimut malu
bukan sekadar ilusi
sketsa tanpa warna
kupersembahkan
bunga bunga luhur jiwa
sekepal harapan
untuk selamanya

hanya kamu yang ada
berbekas di dada
berbisik di pantai
membelai lembut dedaun
berarak di langit
di usung teduh awan mengebu
memayungi gunung
menyusuli lembah
resam kehidupan
meniti senja
yang semakin meranum
kelewatan waktu
hanya kamu yang tahu
dari mana
datang indah bunga

kau di mana mana
memanggil aku pengembara
mencari indah kamu
merata rata.

2 comments:

Setiakasih said...

aku juga rindukan suasana daerah itu
tak terkata pedih
tak terungkap kasih
tinta bertebaran di kanvas kehidupan
mengariskan bahasa jiwa
dalam kitab karma.

GHAFAR BAHARI said...

Resah hati meniti hari
dalam hitam malam aku
semakin tenggelam
meraba raba wajah sedih
di sudut sunyi puisi
yang kau tinggalkan segala indah
dan aku mencari pagi
pagi yang mungkin tiba tiba
mimpi datang menjelma
mengheret gaun pengatin.