Sunday, November 29, 2009

SECAWAN KOPI

Hanya bunga bunga kenangan
mengharum merah menyala di halaman
teratai berkembang unggu rindu
anak anak ikan mengintai resah di kali
embun pun gugur perlahan
dari hijau selepas basah
dihujani mimpi pelamin
pengantin yang dulunya
tersangat muda

dedaun kuning merah bertebaran
angin dingin memaut kencang menari
menjauh meninggalkan permaidani
petak petak kehidupan
harapan dari ranting terkulai
sendiri meratapi
mimpi indah petani
alangkah sukarnya bercerita
tentang pohon pohon
condong di tangga

jalan semakin jauh
semakin pilu sedih
siapa yang sudi mendengar
dari lubuk hatiku yang pedih
merintih mengalir lesu
raut wajah mu
selamanya dulu pernah dirindu
tertegun terkasima
menunggu aku menanti
perlahan menghirupnya
hitam pahit manis rasa
hilang dalam senyum terpaksa.

2 comments:

abuyon said...

salam pak,

Sesungguhnya, kita diuji
pelbagai cara, bermacam
perkara

Ya Allah, permudahkan
urusan

ABD. GHAFAR BAHARI (GOPA) said...

Salam kembali,
kita sentiasa diuji
dengan berbagai cara,
apa pun kita harus terima.
Padanya jua tempat kita mengadu
dan meminta pertolongan.