Ku layarkan bahtera ini
jauh darimu
jauh dari mimpi indah kita
ketika hujan malam menanggis
dan kegelapan ini menenggelamkan
semua harapanku
padam
semakin jauh aku mengembara
bersama warna- warnaku yang luka
hingga kesakitan ini
harus ku tanggung sendiri
selamanya begini
di manakah kamu bersembunyi
keindahan ini sebenarnya
telah kau bawa pergi
jauh ke dalam sunyi
di dasar laut tidak bertepi
di manakah karang indah dulu
dan anak- anak ikan kecil berkejaran rindu
semuanya rindu
terlalu rindu pada suaramu
suatu waktu dulu
tidak pernah jemu
kau memanggil manggilnya
berkali-kali
ketika ombak memukul batu
dan ia pun berkecai
relai dihadapanku.
Tuesday, December 30, 2008
Wednesday, December 24, 2008
TAWAKAL SAJALAH ANAKKU AE, AA
Semalam kata doktor
anakku AE
tidak dapat di selamatkan lagi
jantungnya sudah bengkak
ubat ini pun hanya untuk mengawalnya saja
bukan untuk menyembuhkan
dia memang sakit thalassemia sejak kecil lagi
dulu pun doktor kata umurnya sampai dua puluh saja
limpanya juga sudah dibuang terus
tidak cukup darah
tapi umurnya kini sudah lebih dari itu
tawakal sajalah
Hari ini anakku AA
pula dapat masuk uitm Dungun
dia sungguh gembira tidak terkata
Syukur alhamdullillah
tapi agak gementar kerana jauh dari keluarga
harus hidup berdikari sendiri
jauh pula dari abangnya AE
bantal peluk malamnya
aku jadi termanggu hari ini
termenung jauh diantara mereka
garis
antara langit dan lautan
antara gembira dan kesakitan
antara yang pergi dan yang ditinggalkan
siapalah kita
di antara begitu banyak bahasa rahsia
tidak terungkaikan
serta dalam makna tersimpan
hanya Dia yang menentukan
kedudukkan cakrawala dan
begitu banyak bintang- bintang
bertaburan.
anakku AE
tidak dapat di selamatkan lagi
jantungnya sudah bengkak
ubat ini pun hanya untuk mengawalnya saja
bukan untuk menyembuhkan
dia memang sakit thalassemia sejak kecil lagi
dulu pun doktor kata umurnya sampai dua puluh saja
limpanya juga sudah dibuang terus
tidak cukup darah
tapi umurnya kini sudah lebih dari itu
tawakal sajalah
Hari ini anakku AA
pula dapat masuk uitm Dungun
dia sungguh gembira tidak terkata
Syukur alhamdullillah
tapi agak gementar kerana jauh dari keluarga
harus hidup berdikari sendiri
jauh pula dari abangnya AE
bantal peluk malamnya
aku jadi termanggu hari ini
termenung jauh diantara mereka
garis
antara langit dan lautan
antara gembira dan kesakitan
antara yang pergi dan yang ditinggalkan
siapalah kita
di antara begitu banyak bahasa rahsia
tidak terungkaikan
serta dalam makna tersimpan
hanya Dia yang menentukan
kedudukkan cakrawala dan
begitu banyak bintang- bintang
bertaburan.
Sunday, December 21, 2008
MESYUARAT AGUNG KALAM KE 14
Saturday, December 20, 2008
LUKISAN HATI
Telah berputik sedikit warna di kambas rasa
aku menjadi bersemangat semula
untuk melakarkan seribu makna
tentang payah hatiku yang luka
tersingkir ke tepi
hingga menjadi begitu hina
berbunga sunyi
walaupun tidak perlu diingat lagi
api yang mengepung rinduku ini
aku tidak mungkin lari
dari mendengar hujan bernyanyi
aku harap ia akan segera hanyutkan
tenggelam jauh di laut terbenam
ke dasar paling dalam
hilang dari logika nyata
hanya mimpi
tapi mengapa hari ini
lukisan ku sudah mula hilang indahnya
hingga gagak- gagak pun menjerit meronta.
aku menjadi bersemangat semula
untuk melakarkan seribu makna
tentang payah hatiku yang luka
tersingkir ke tepi
hingga menjadi begitu hina
berbunga sunyi
walaupun tidak perlu diingat lagi
api yang mengepung rinduku ini
aku tidak mungkin lari
dari mendengar hujan bernyanyi
aku harap ia akan segera hanyutkan
tenggelam jauh di laut terbenam
ke dasar paling dalam
hilang dari logika nyata
hanya mimpi
tapi mengapa hari ini
lukisan ku sudah mula hilang indahnya
hingga gagak- gagak pun menjerit meronta.
Thursday, December 18, 2008
MPR MINGGU PENULIS REMAJA DI CM KUALA LUMPUR.
GRUP BACA PUISI KAKI LIMA CENTRAL MARKET, KUALA LUMPUR.
WS RENDRA DI SUDUT PENULIS, DBP. ACARA:PENGUCAPAN PUISI DUNIA KL.


Imbas kembali kunjungan Ws Rendra ke DBP.Sudut Penulis. Dalam Gambar saya, Ws Rendra dan Siti Zaleha Hashim. Kini Sudut Penulis di DBP bangunan lama ini pun sudah tak ada lagi.
Berikut dari kunjungan Ws Rendra itu saya sebagai Kariografer persembahan dan pembaca puisi membuat persembahan di Central Market bersama persatuan Penulis Kuala Lumpur Rantai kini KALAM. Adaptasi dari Puisi Kaktus- kaktus karya Kemala.Dalam gambar kawan- kawan lama Azim Salleh, Marjan, Taib Nordin,Amarruzati,Ratnawati Jamil,Azlan Sulong, Oci, Suzana , Kamaruddin, Asimo S, Chulan Chin dan lain- lain begitu komitmen dengan peranan masing- masing dan persembahan kami itu dapat pujian dan sanjungan dari Ws Rendra, best!.
Turut hadzir pada malam itu Dato Seri Anwar Ibrahim.( Tim. Perdana Menteri).
Monday, December 08, 2008
TEH DAN HUJAN
Saturday, December 06, 2008
SENJA SENGSARA
Petang yang diam
sendiri mendengar sunyi bernyanyi
sayu tapi jauh
aku ditinggalkan senja
diatas sejadah hijau berbunga
mengadap kerajaan besarMu
sekerdil diri
tersungkur lama
meratapi
luka- luka lagi
berdarah melimpah
namun engkau jadi penentu
keindahan di sini hanya seketika
dan engkau yang Maha tahu
apa yang bakal berlaku
dari duri yang menghiasi
calar diriku ini
hanya sedikit luka
pun aku tidak dapat menepis
sengsara.
sendiri mendengar sunyi bernyanyi
sayu tapi jauh
aku ditinggalkan senja
diatas sejadah hijau berbunga
mengadap kerajaan besarMu
sekerdil diri
tersungkur lama
meratapi
luka- luka lagi
berdarah melimpah
namun engkau jadi penentu
keindahan di sini hanya seketika
dan engkau yang Maha tahu
apa yang bakal berlaku
dari duri yang menghiasi
calar diriku ini
hanya sedikit luka
pun aku tidak dapat menepis
sengsara.
Subscribe to:
Posts (Atom)