Monday, May 23, 2011
Thursday, May 19, 2011
SEKEPAL KASIH
Ya Ilahi Ya Rabbi
limpahkanlah padaku
indah ilham
cantik kata
selembut sabda nabi
sepantun bujuk bidadari
bahasa alam
mengupas ilmu
tersembunyi
jadi hiasan
sekepal kasih
tanda sayang
tanda ada
penyambung rindu
jadi ingatan padaMu
sentiasa
jika lahir ia mumbang
lain condong arah tumbang
ampunilah segala salah
dari lahir setiap patah
hamba hanya sekadar pengubah
menghias sunyi
pengubat gundah
amin.
limpahkanlah padaku
indah ilham
cantik kata
selembut sabda nabi
sepantun bujuk bidadari
bahasa alam
mengupas ilmu
tersembunyi
jadi hiasan
sekepal kasih
tanda sayang
tanda ada
penyambung rindu
jadi ingatan padaMu
sentiasa
jika lahir ia mumbang
lain condong arah tumbang
ampunilah segala salah
dari lahir setiap patah
hamba hanya sekadar pengubah
menghias sunyi
pengubat gundah
amin.
Wednesday, May 18, 2011
SESEKALI AKU SINGGAH
Sesekali aku singgah
tapi tetap diam membisu
sekadar melihat warna alam
berubah tumpah
hanya sekadar ingatan tumbuh
kerana aku bukanlah liar pohon itu
sepanjang musim berbuah
melebat ranum meluruh
aku bukan siapa siapa di sana
sekadar melintas
terhalau malu
lalu berlalu pergi
aku hanyalah ombak
yang bekejaran di laut
aku hanyalah padang jauh
lenyap suara memanggil
aku hanyalah pengembara
mencari teduh perhentian
pohon rendang
semakin lama lupa
kian menghilang
aku hanya ingin di hanyutkan rindu
aku melukis senja sedih dulu
menulis bait bait puisi indah untuk mu
terpaut kasih alam
di kepung cinta Ilahi
tertidur terlena
di bawah taburan bunga
kau lah kekasih
dalam kehijauanku
mengingatimu
salahkah aku
sesekali aku singgah
menjahit luka sendiri
bukan kerana sunyi begini
bukan milikku segala indah
bukan niatku seburuk itu
lihatlah luka ini
selamanya tidak pernah henti
menitiskan darah.
tapi tetap diam membisu
sekadar melihat warna alam
berubah tumpah
hanya sekadar ingatan tumbuh
kerana aku bukanlah liar pohon itu
sepanjang musim berbuah
melebat ranum meluruh
aku bukan siapa siapa di sana
sekadar melintas
terhalau malu
lalu berlalu pergi
aku hanyalah ombak
yang bekejaran di laut
aku hanyalah padang jauh
lenyap suara memanggil
aku hanyalah pengembara
mencari teduh perhentian
pohon rendang
semakin lama lupa
kian menghilang
aku hanya ingin di hanyutkan rindu
aku melukis senja sedih dulu
menulis bait bait puisi indah untuk mu
terpaut kasih alam
di kepung cinta Ilahi
tertidur terlena
di bawah taburan bunga
kau lah kekasih
dalam kehijauanku
mengingatimu
salahkah aku
sesekali aku singgah
menjahit luka sendiri
bukan kerana sunyi begini
bukan milikku segala indah
bukan niatku seburuk itu
lihatlah luka ini
selamanya tidak pernah henti
menitiskan darah.
Tuesday, May 17, 2011
SKETSA CINTA PENGEMBARA
Aku tidak pernah lupa
wajah cinta
aku tidak lupa
biru kerudungnya
aku masih rindu
pekat mata hitam itu
bila ia akan terpejam
lelap lena
dalam dakapan
rindu pada hijau perkebunan
sungai jernih airmata
mengalir jauh kesedihan
anak anak ikan berlompatan
tidak pernah lupa kamu
kau yang pernah datang
terpaku di tengah kolam
teratai tumbuh berbunga
pernah merah luka luka
sakit berbekas ke dasar hati
lemas meronta
aku tidak lupa kekasihku
indah mimpi mimpi
hanya kamu di kegelapan
pengantin malamku
berselimut malu
bukan sekadar ilusi
sketsa tanpa warna
kupersembahkan
bunga bunga luhur jiwa
sekepal harapan
untuk selamanya
hanya kamu yang ada
berbekas di dada
berbisik di pantai
membelai lembut dedaun
berarak di langit
di usung teduh awan mengebu
memayungi gunung
menyusuli lembah
resam kehidupan
meniti senja
yang semakin meranum
kelewatan waktu
hanya kamu yang tahu
dari mana
datang indah bunga
kau di mana mana
memanggil aku pengembara
mencari indah kamu
merata rata.
wajah cinta
aku tidak lupa
biru kerudungnya
aku masih rindu
pekat mata hitam itu
bila ia akan terpejam
lelap lena
dalam dakapan
rindu pada hijau perkebunan
sungai jernih airmata
mengalir jauh kesedihan
anak anak ikan berlompatan
tidak pernah lupa kamu
kau yang pernah datang
terpaku di tengah kolam
teratai tumbuh berbunga
pernah merah luka luka
sakit berbekas ke dasar hati
lemas meronta
aku tidak lupa kekasihku
indah mimpi mimpi
hanya kamu di kegelapan
pengantin malamku
berselimut malu
bukan sekadar ilusi
sketsa tanpa warna
kupersembahkan
bunga bunga luhur jiwa
sekepal harapan
untuk selamanya
hanya kamu yang ada
berbekas di dada
berbisik di pantai
membelai lembut dedaun
berarak di langit
di usung teduh awan mengebu
memayungi gunung
menyusuli lembah
resam kehidupan
meniti senja
yang semakin meranum
kelewatan waktu
hanya kamu yang tahu
dari mana
datang indah bunga
kau di mana mana
memanggil aku pengembara
mencari indah kamu
merata rata.
Wednesday, May 11, 2011
Monday, May 02, 2011
SEANDAINYA MEMBACA PUISI
Seandainya melontar kata
haruslah ia jelas suara
satu demi satu
seperti mengatur nafas
hela demi hela
lapangkanlah sedikit ruang jeda
untuk dihayati
menangkap indah bicara
seandai melempar kata
usahlah menghambat laju
seperti menghidupkan rasa
palit warna pada lukisannya
tingkah irama lenggok asonansi
gerak tubuh mengorak gaya
keyakinan diri
bukan gerak sebarang gerak
gerak ada dengan sebabnya
bukan baca sebarang baca
cermin diri dengan rahsia
bukan nyanyi sebarang nyanyi
nyanyi kita mengayam sunyi
indah lahir dari dalam
dari dalam ada api perjuangan
ada cahaya kebenaran yang terpendam
ada gelodak ombak meresah di pasir
selembut bayu yang menyentuh
bagai lenggok daun yang menari
bagai tebar bunga yang meluruh.
haruslah ia jelas suara
satu demi satu
seperti mengatur nafas
hela demi hela
lapangkanlah sedikit ruang jeda
untuk dihayati
menangkap indah bicara
seandai melempar kata
usahlah menghambat laju
seperti menghidupkan rasa
palit warna pada lukisannya
tingkah irama lenggok asonansi
gerak tubuh mengorak gaya
keyakinan diri
bukan gerak sebarang gerak
gerak ada dengan sebabnya
bukan baca sebarang baca
cermin diri dengan rahsia
bukan nyanyi sebarang nyanyi
nyanyi kita mengayam sunyi
indah lahir dari dalam
dari dalam ada api perjuangan
ada cahaya kebenaran yang terpendam
ada gelodak ombak meresah di pasir
selembut bayu yang menyentuh
bagai lenggok daun yang menari
bagai tebar bunga yang meluruh.
Tuesday, April 26, 2011
BILA CINTA DATANG
DIA LAH KEKASIHKU TERATAI PUTIH

Aku terkenang kasih
kekasih jauh
di himpunan gunung
lapisan ombak
beralun bergulung
desir bayu
berhembus berbisik
berkejar rindu
di dalam samar kabus
antara pohonan
di kolam kolam
merayu rayu
dia diantara lipatan puisi
mekar berkembang
mengunung harapan
selebat hujan
membilang hari
sebiru langit
sedalam lautan
selembut karang
sesayu penyu
segalak ikan
selincah udang
menari nari
dia kekasih sangat ku sayang
setiap detik terbayang bayang
di dalam gelap kulihat juga
teratai putih disinar rembulan
dialah kekasihku bertaut bersedih
airmatanya berjurai berkaca
tenang menanti di kolam cinta
dialah kekasih penawar luka
setiap masa aku berdoa
cepatkanlah detik waktu
semoga mimpi menjadi nyata
segera aku dapat bertemu
biar pun datang segala perit
hanyutkanlah indah ini
serangkai serakit.
Sunday, April 24, 2011
KEKASIH HAMPARAN HATI
Aku hanyalah hamparan permaidani
terdampar di depan pintu
ketika kau datang pergi
sesekali jadi pengesat kaki
basah atau berdebu
tetap aku suka
hamparan aku ini
tidak jemu menanti
setiap saat dan waktu
dari kerelaan dan luka luka
rindu menghiris hati
mestipun mungkin suatu waktu
kau tidak akan datang datang lagi
mungkin untuk selamanya
berlalu pergi
kerana warna ini
akan semakin luput ditelan masa
dan goyah rapuh tubuhku ini
harus reput berkecai di sini
tanpa sesiapa
tanpa sisa perca lagi menanti
menyambut jengket lembut kakimu
berpijak menari
akulah hijau hamparan itu
kubentangkan padamu
indah lapang jauh
seluas alam penuh
walau diri di sanggar sunyi
terpenjara
aduhai kasih
karangan hati
andai kasih terbiar terbuang
tidak mengapalah cinta
aku terima semahumu
tinggal mimpi
memendam rasa
masih akan terus aku hamparkan juga.
terdampar di depan pintu
ketika kau datang pergi
sesekali jadi pengesat kaki
basah atau berdebu
tetap aku suka
hamparan aku ini
tidak jemu menanti
setiap saat dan waktu
dari kerelaan dan luka luka
rindu menghiris hati
mestipun mungkin suatu waktu
kau tidak akan datang datang lagi
mungkin untuk selamanya
berlalu pergi
kerana warna ini
akan semakin luput ditelan masa
dan goyah rapuh tubuhku ini
harus reput berkecai di sini
tanpa sesiapa
tanpa sisa perca lagi menanti
menyambut jengket lembut kakimu
berpijak menari
akulah hijau hamparan itu
kubentangkan padamu
indah lapang jauh
seluas alam penuh
walau diri di sanggar sunyi
terpenjara
aduhai kasih
karangan hati
andai kasih terbiar terbuang
tidak mengapalah cinta
aku terima semahumu
tinggal mimpi
memendam rasa
masih akan terus aku hamparkan juga.
Sunday, April 17, 2011
DALAM SUNYI INI

Petang teduh terbang aku
ke langit biru
melayah mencarimu
pada setiap dahan kenangan
juga ranting kata kata
masih indah berbunga
kekasih
aku tercari cari bicara dinda
kurindu wajah kusunyi suara
manis sekuntum senyum
terlukis indah di pantai penantian
aku hanya mentafsir deru ombak
yang seolah olah berbicara
membawa khabar berita
kekasih
jangan ada keraguan di hati
jangan kau singkap
cemburu dan sangsi
sunyi ini ada ikatan
yang tidak terlepaskan
sunyi ini indah kerinduan
yang tidak terlukiskan.
Wednesday, April 13, 2011
DAKAPAN KASIH KEKASIH

Pantas waktu berlalu
aku sugul melihat teduh petang
dari hijau pohonan diam
ada kuntum menyala
mula mengorak gerak
menari
bersisir angin senja
lalu aku teringatkan sekuntum cinta
yang semakin membara di hatiku
tertahan tahan terhadapmu
hingga teduh pilu ini
semakin jauh
merendang
meranum rindu
ahh.. kekasihku
sajak ini mungkin semakin sunyi
seakan akan tidak terucapkan lagi
payah aku mencari indah
walau kutulis kata dari tulus hati
hanya ada warna
ada rasa bergetaran
melimpah tumpah harapan
di jalan jalan penuh cabaran
hanya cinta sebegini yang dapat kuberi
inilah keikhlasan yang kubawa
seandainya kita tidak dapat berjumpa
di mana tenggelam aku
hanyut jauh di dalam kesakitan
lembut selendang kuhamparkan
betapa tajam tikaman
halus tusukan cinta ini
luka pedih kurelakan
tersisa sepenuh malu
ingin mendekat menghampiri
menyatu dalam dakapan
kasih kekasih
di mana hilang aku
dalam lapis pintu
alam indah ketenangan
penuh kenikmatan
tersungkur aku lama
di perkebunan
terlelap terlena di dadaMu.
Thursday, April 07, 2011
JANGAN PERNAH BERKATA
Sepi malam ini
aku bersendiri
ketika kau tiada
aku hanya menatap sunyi
kenangan dulu mendekat
bermain di ingatan
segala kata kata
kembali kuulang baca
sehingga ia kembali berbunga
betapa indahnya harapan
hasrat tersirat
betapa aku di sini terbelenggu
diam tidak tertanya lagi
yang ku hirup hanya wangi bunga
selembut seharum rambutmu
di taman taman indah mimpiku
jangan sekali
semudah itu kau berkata
untuk pergi meninggalkan
seluruh cinta kita
bulan dan bintang bintang
masih menanti di langit
ombak masih berkejar ke pantai
dan namamu masih tertanda di hati
janganlah riuh camarku
berlalu pergi.
aku bersendiri
ketika kau tiada
aku hanya menatap sunyi
kenangan dulu mendekat
bermain di ingatan
segala kata kata
kembali kuulang baca
sehingga ia kembali berbunga
betapa indahnya harapan
hasrat tersirat
betapa aku di sini terbelenggu
diam tidak tertanya lagi
yang ku hirup hanya wangi bunga
selembut seharum rambutmu
di taman taman indah mimpiku
jangan sekali
semudah itu kau berkata
untuk pergi meninggalkan
seluruh cinta kita
bulan dan bintang bintang
masih menanti di langit
ombak masih berkejar ke pantai
dan namamu masih tertanda di hati
janganlah riuh camarku
berlalu pergi.
Thursday, March 31, 2011
Wednesday, March 30, 2011
HUTAN HIJAU RESAM
Ah derita yang mengepung ini
payahnya menolak pergi
segala kesakitan duri duri
dari belenggu harapan
hanya tinggal ranum
manis janji janji
kehidupan di dalam gelap
meraba raba wajah sendiri
hanya mengharap simpati
belas kasih Ilahi
terapung tenggelam
di hanyutkan waktu
bersama sisa serpihan
ke hutan hijau resam
bercakaran
sunyi ini terdiam aku
menahan sakit derita
pada sebuah kehancuran
hanya ingatan indah kenangan lalu
pengubat duka pedih pilu
kau tetap kekal di ingatan
walau jauh walau dekat
di sudut kecil hati terus bernyanyi
segala hasrat terpendam
daun daun pun gugur
kekuningan bertebaran
di resah merah
senja sunyi
masih terguris terluka lagi
inikah luka terpanjang
paling lama
paling dalam.
payahnya menolak pergi
segala kesakitan duri duri
dari belenggu harapan
hanya tinggal ranum
manis janji janji
kehidupan di dalam gelap
meraba raba wajah sendiri
hanya mengharap simpati
belas kasih Ilahi
terapung tenggelam
di hanyutkan waktu
bersama sisa serpihan
ke hutan hijau resam
bercakaran
sunyi ini terdiam aku
menahan sakit derita
pada sebuah kehancuran
hanya ingatan indah kenangan lalu
pengubat duka pedih pilu
kau tetap kekal di ingatan
walau jauh walau dekat
di sudut kecil hati terus bernyanyi
segala hasrat terpendam
daun daun pun gugur
kekuningan bertebaran
di resah merah
senja sunyi
masih terguris terluka lagi
inikah luka terpanjang
paling lama
paling dalam.
Tuesday, March 29, 2011
Tuesday, March 15, 2011
ANTARA BUBUR DAN PASIR
Apa yang cuba mereka padamkan
apa yang mereka jualkan
sejarah silam bahasa
wasilah pejuang bangsa
peradaban sastera seni dan budaya
keindahan karya
kemana condongnya peribadi
ahli fikir berwibawa
sehingga begitu payah sekali
batas batas perjuangan ini
meniti tangga
semakin terhimpit sempit
terpinggir
di kotak kotak kolonisma
apa yang cuba mereka angkat
nama dari bakul bakul sendiri
tembok tembok birokrasi
kehebatan intelektual globalisasi
mengaut kepentingan peribadi
apa yang mereka sembunyikan
nasi sudah menjadi bubur
siapa menuding siapa
lihatlah jari jarimu yang hitam
di manakah amanah bangsa
yang kau pegang
di mana lembut janji doa doa
pada Ilahi dulu
lihatlah hari ini
bubur hanya akan menjadi basi
lihatlah betapa derita
anak anak kami
memilih antara bubur dan pasir
yang pernah kau beri.
Karya: Gopa Bahari
Sempena Majlis Baca Yasin dan Baca Puisi
Selamatkan Dewan Bahasa dan Pustaka
Bucu Tok Perak
Dewan Bahasa dan Pustaka
Kuala Lumpur.
apa yang mereka jualkan
sejarah silam bahasa
wasilah pejuang bangsa
peradaban sastera seni dan budaya
keindahan karya
kemana condongnya peribadi
ahli fikir berwibawa
sehingga begitu payah sekali
batas batas perjuangan ini
meniti tangga
semakin terhimpit sempit
terpinggir
di kotak kotak kolonisma
apa yang cuba mereka angkat
nama dari bakul bakul sendiri
tembok tembok birokrasi
kehebatan intelektual globalisasi
mengaut kepentingan peribadi
apa yang mereka sembunyikan
nasi sudah menjadi bubur
siapa menuding siapa
lihatlah jari jarimu yang hitam
di manakah amanah bangsa
yang kau pegang
di mana lembut janji doa doa
pada Ilahi dulu
lihatlah hari ini
bubur hanya akan menjadi basi
lihatlah betapa derita
anak anak kami
memilih antara bubur dan pasir
yang pernah kau beri.
Karya: Gopa Bahari
Sempena Majlis Baca Yasin dan Baca Puisi
Selamatkan Dewan Bahasa dan Pustaka
Bucu Tok Perak
Dewan Bahasa dan Pustaka
Kuala Lumpur.
Monday, March 07, 2011
Friday, March 04, 2011
SINAR DI HAMPARAN
Cahaya matahari menyimbah
pada embun di dedaunan
bagai mutiara yang berkilauan
di dalam hidangan
di hamparan
bagai melimbah
butiran kata
puisi puisi syahdu
pada helaian kertas
mekar berbunga
aku melihat indahnya ciptaan
memberikan sepenuhnya sinar harapan
pada sekelian alam
pada semua kehidupan
yang pernah tenggelam
teraba raba mencari
di kegelapan malam tadi
ketika kabus menutup pandangan
kehilangan bintang bulan
di langit tinggi
tapi kita masih boleh terus bermimpi
kita masih boleh bertanya
belas kasih Ilahi.
pada embun di dedaunan
bagai mutiara yang berkilauan
di dalam hidangan
di hamparan
bagai melimbah
butiran kata
puisi puisi syahdu
pada helaian kertas
mekar berbunga
aku melihat indahnya ciptaan
memberikan sepenuhnya sinar harapan
pada sekelian alam
pada semua kehidupan
yang pernah tenggelam
teraba raba mencari
di kegelapan malam tadi
ketika kabus menutup pandangan
kehilangan bintang bulan
di langit tinggi
tapi kita masih boleh terus bermimpi
kita masih boleh bertanya
belas kasih Ilahi.
Sunday, February 13, 2011
SAJAKKU MELUKISKAN DIA

Bisikkan lah padaku
kata luhur terlus
dari dasar kolam hati
segala yang terpendam
diam teratai berkembang
seri warnanya gemilang
meruntun sepenuh hasrat
aku sudah begitu lama
jauh terpikat tergoda
terbayang bayang
katakan lah pada ini kumbang
penat berlegar legar
kewalahan terbang
katakanlah padaku
tentang itu sunyi
semerbak bunga
sehutan hijau wangi
katakan lah sayang
langit tinggi
di penuhi indah bintang bintang
dan bulan tidak lagi sendirian
aku di usung lembut mengebu awan
laut dalam
di penuhi mesra ikan ikan
aku hanyalah duka nelayan
dan aku tidak lagi bersendirian
meredah gelombang
resam kehidupan
katakan lah padaku kasih
kau juga begitu
di mana mana
aku hanya lah burung burung
hilang arah haluan
terkasima oleh nyanyi cinta
berapi.
Tuesday, February 08, 2011
KEKASIHKU SEMERAH SEINDAH SENJA

...Kekasihku
waktu semakin beharga
puisi menjadi inti kata
pendek padat
semakin diam kita
memerhatikan suasana
melihat gelagat
garis menjadi warna
kata mencari indah
diperlukan lagi
sesekali kalut kita
di tolak ke tengah
mendengar wacana
diskusi pengalaman diri
tapi kita memilih
ketenangan di tepi
menyendiri di kolam
di perkebunan sedih
mendengar resah hujan malam
menoleh pada kesilapan lalu
kerana waktu begitu pantas berlari
meninggalkan daun daun kekuningan
ketika bunga bunga di taman
mula layu
Kekasihku sayang
kau semakin indah di hatiku
bagai terhiasnya pulau pulau di lautan
kulit kulit siput memutih di pantai
lincahnya anak anak ikan
menari di celah lembut karang
melihat burung burung beterbangan
bernyanyi berdendang
menjeritkan lagu cinta kita
semerah seindah senja
setia kasih untuk selamanya
kekasih malamku
kerinduan langit biru
ada sesuatu ingin kutanyakan
... cintakah kau akan aku.
Sunday, February 06, 2011
KEKASIHKU KECUBUNG UNGU KERUDUNG RINDU
Aku menjadi bimbang
dengan hari hari yang kulalui
seperti meyusul sebatang jalan sunyi
sehingga bunga bunga di pinggirnya
semakin terkulai
mendiamkan diri
terpaku terkedu
hanya kulihat sebutir embun
tersangkut di kelopaknya
longlai tidak bermaya
jerih tertunduk sedih
di kolam duka
tertahan tahan
tergenang payah
aku tidak berdaya lagi
melukiskan indah suasana
aku tidak dapat melihat
biru laut warna cinta ini
di dalam bancuhan merah
lembayung senja
rindu semakin tertumpah basah
bagaimanakah kau disana
menyulam kata
menjahit luka
pada daun daun
kekeringan
ada taring terbenam di tengkukku
ada kuku mencengkam kedua bahuku
selagi terdaya aku ingin terus meronta
mendekat padamu
meski pun apa terjadi
walau tutas menerpa
sakit segala
kekasih malamku
kecubung ungu
kerudung rindu
usah menyendiri
hanya mengundang
gundah gulana
memendam rahsia
semakin lama menjeruk rasa.
.
Wednesday, February 02, 2011
RASAKU SEKARANG
Tuesday, February 01, 2011
SALAM BUAT KEKASIH
Salam rindu dari kejauhan
selebat hujan
segelap sepekat malam
seindah mimpi mimpi
terangi aku
dengan cahaya
kerinduanmu
di langit tinggi.
selebat hujan
segelap sepekat malam
seindah mimpi mimpi
terangi aku
dengan cahaya
kerinduanmu
di langit tinggi.
Saturday, January 29, 2011
KEKASIHKU MERESAH HUJAN MALAM
Kekasih malamku
hanya tinggal rindu dan kedukaan
menghiasi sepinya perjalanan
hanya luka luka
pedih dan pilu
bila teringat padamu
hanya deraian hujan bercucuran
keras angin merembas kata
meresah di jendela
naskah naskah puisiku basah
kemana hilangnya indah
malam ini kemana bulan bersembunyi
bintang bintang menyendiri
hilang bersama kekasihku
membawa diri kemana haluan
malam dingin kian membeku
bersendiri tidak berteman
apakah telah tertutup
semua pintu pintu
kemaafan.
Thursday, January 27, 2011
SUNYI PUISI DINDA
Aduhai cinta kasih
teduh senja
berlabuh sedih
berdiri pohon pohon
memagari pantai dan lautan
mengapa
sunyi lagi hati ini
menanti bisik
desir bayu
tidak lagi menyapa
burung burung beterbangan
meninggalkan calar ranting
berbekas peristiwa dulu
aku di lupakan
akulah bintang bintang kesamaran
tenggelam timbul di balik awan
setiap waktu tertanya tanya
kemana pergi puisi cinta adinda
apakah tertinggal indah
di dalam duka
di bantal basah
bersama derai airmata
seandainya tersentuh luka
seandainya diri ini bersalah
maafkanlah segalanya.
Monday, January 24, 2011
DI MANA KEKASIH
Melihatnya
bukan dengan mata ini
mata lain
di mana mata hati
pejamkan mata ini
matikan diri
hanya Dia yang mengisi
rahsia di dalam rahsia
cahaya di dalam cahaya
yang menyatu
yang menghidupkan
dalam setiap hela nafas
yang menderu
bergetaran
mendengar
bukan dengan teliga ini
dengan rasa
berkejar rindu
di urat darah
bernyanyi
memuji
merayu
meminta
bersama Kekasih
kepada kekasih
bersatu dengan cinta
alam tanda ada
bersujud
melimpah
menitis yang terindah
dari segala indah.
bukan dengan mata ini
mata lain
di mana mata hati
pejamkan mata ini
matikan diri
hanya Dia yang mengisi
rahsia di dalam rahsia
cahaya di dalam cahaya
yang menyatu
yang menghidupkan
dalam setiap hela nafas
yang menderu
bergetaran
mendengar
bukan dengan teliga ini
dengan rasa
berkejar rindu
di urat darah
bernyanyi
memuji
merayu
meminta
bersama Kekasih
kepada kekasih
bersatu dengan cinta
alam tanda ada
bersujud
melimpah
menitis yang terindah
dari segala indah.
PERSOALAN CINTA
Sepasang cinta
berpegangan tangan
tampak begitu manja
melewati gerai gerai makan
taman taman
di mana lahir indah
dari kata kata
di sana terkumpulnya
kekasih kekasih
begitu ramai
bemesraan
tertanya tanya
ke langit
di sana juga ada kekasihnya
tumbuh dari pohon pohon
berbunga persoalan
dan menetas burung burung
kerinduan di sarang
terbang mencari jawapan
kembara kasih
tanda tanda
ke serata alam.
ALAM LUPA TIDAK BERNAMA

Memasuki alam lupa
sehingga kehadiranku
tidak disedari
namaku di lupakan
bagai ada tembuk di depanku
menutup wajah
tidak di kenali
tidak dihargai
terlindung
tidak kelihatan
tidak bernama
tidak mengapa
aku sedari itu
aku harap di sana
aku tidak dilupakan
kekasih terhadap cintanya
kerinduan pohon pohon
burung burung terbang
ikan ikan tertanya tanya
tercari cari
kerana kata kata
tidak lagi bermakna
kerana cinta ini
adalah cinta dari dalam
dari semua ikatan hubungan
hati ke hati
sejauh
sedalam mungkin
hingga saling mengenali
semakin rapat
semakin mendekat wajah
Kekasih
kepada kekasih terindah
aku tidak ingin lupa
namaku dari nama Dia.
TERKUNCI PAYAH
Payah
terlalu amat payah
sakit
terlalu amat sakit
menanti
di himpit sempit
terkunci segenap rongga
tertunduk tidak terkata
terikat di penjuru
tidak berdaya lagi
meronta
rendah
aku lagi merendah
ke bawah
terserah
terdampar
pada segala kemungkinan
bakal berlaku
terbiar hanyut
sungai pun terus mengalir
ke laut.
terlalu amat payah
sakit
terlalu amat sakit
menanti
di himpit sempit
terkunci segenap rongga
tertunduk tidak terkata
terikat di penjuru
tidak berdaya lagi
meronta
rendah
aku lagi merendah
ke bawah
terserah
terdampar
pada segala kemungkinan
bakal berlaku
terbiar hanyut
sungai pun terus mengalir
ke laut.
Sunday, January 23, 2011
BILA CINTA DATANG
Saturday, January 22, 2011
ANAK PEJUANG
Anakku
bangunlah
bukan kamu pengutip sampah
bukan kamu pengutip besi
bukan kamu penagih dadah
bukan kamu pelumba haram
Mat Rempit
sedarkah kamu apa terjadi
di luar sana
sedang kamu leka bernyanyi
janganlah kau ikut terhanyut
selagi nadi masih berdenyut
ada keris di bawah bantal
ada pedang di bawah tilam
asahlah matanya
biar betul betul tajam
Anakku
buka langkah
buka sejarah
ingat kembali silat yang dulu
tangkis musuh dari belakang
beramallah perteguhkan ilmu
kekuatan dalam mesti berguru
bersedia sentiasa di dalam diam
bagai api di dalam serkam
jangan lupa walau sedetik
ukwah Melayu jangan kau carik
gerak lalu mestilah cantik
Anakku
berhati hati setiap waktu
seteru mengintai segenap penjuru
jangan leka asyik bercinta
jangan tertarik pada yang mengoda
belum tahu isi hatinya
entahkan kaca mungkin permata
harga diri harus di jaga
kepada Allah kita berserah
kerana dia penentu segala
ingat selalu akan diriNya
ke jalan lurus lagi sempurna
jadilah kamu insan yang mulia.
bangunlah
bukan kamu pengutip sampah
bukan kamu pengutip besi
bukan kamu penagih dadah
bukan kamu pelumba haram
Mat Rempit
sedarkah kamu apa terjadi
di luar sana
sedang kamu leka bernyanyi
janganlah kau ikut terhanyut
selagi nadi masih berdenyut
ada keris di bawah bantal
ada pedang di bawah tilam
asahlah matanya
biar betul betul tajam
Anakku
buka langkah
buka sejarah
ingat kembali silat yang dulu
tangkis musuh dari belakang
beramallah perteguhkan ilmu
kekuatan dalam mesti berguru
bersedia sentiasa di dalam diam
bagai api di dalam serkam
jangan lupa walau sedetik
ukwah Melayu jangan kau carik
gerak lalu mestilah cantik
Anakku
berhati hati setiap waktu
seteru mengintai segenap penjuru
jangan leka asyik bercinta
jangan tertarik pada yang mengoda
belum tahu isi hatinya
entahkan kaca mungkin permata
harga diri harus di jaga
kepada Allah kita berserah
kerana dia penentu segala
ingat selalu akan diriNya
ke jalan lurus lagi sempurna
jadilah kamu insan yang mulia.
SEBUKIT BINTANG
Aku hanya ingin kau tahu
ketika langit gelap
dan awan putih kelabu
ketika pantai berkejaran ombak
dan batu batu tertegun
ketika pungguk memulakan ketukan
daun daun kelapa bertepukan
berlalu bayu menaburkan kata
bersama hujan malam
hanyalah kerana kesetiaanku
menunggu dalam sunyi
kerana akulah bulan yang diam
sepi meniti helaian hari
naskah naskah indah
berkali kali kubaca
masih kulukiskan
dan alam mewarnakan
indahnya percintaan
kukumpulkan kembali
seluruh kerinduan
sebukit bintang
dari daerah perkebunan.
ketika langit gelap
dan awan putih kelabu
ketika pantai berkejaran ombak
dan batu batu tertegun
ketika pungguk memulakan ketukan
daun daun kelapa bertepukan
berlalu bayu menaburkan kata
bersama hujan malam
hanyalah kerana kesetiaanku
menunggu dalam sunyi
kerana akulah bulan yang diam
sepi meniti helaian hari
naskah naskah indah
berkali kali kubaca
masih kulukiskan
dan alam mewarnakan
indahnya percintaan
kukumpulkan kembali
seluruh kerinduan
sebukit bintang
dari daerah perkebunan.
Monday, January 17, 2011
Sunday, January 16, 2011
ANTARA KERINGAT DAN TANGIS
Malam sudah jauh
hujan sudah berlalu
meninggalkan diam
basah alam hitam
mimpi mimpi indah
awal berbunga
kejengkelan
sebelum pagi tiba
tanpa warna
esuk bertanya bagaimana
usaha untuk tersenyum tumpul
tanpa tekanan emosi
meloloskan diri
dari celah himpitan
ceracak jeriji
tertimpa tersepit
antara bercucuran
keringat dan tangis
menyusul lorong lorong payah
tertunduk menyendiri
melihat hujung sepatu
berdebu
koyak mengelupas
dengan lapang dada
kesabaran di kota kaca
berlapis lapis
menebal
bertapis tapis
prajudis bertanya
terhempas berkecai
berderai di tangga
cuma kini aku semakin tua
semakin cepat juga lupa
seluruh kesakitan.
hujan sudah berlalu
meninggalkan diam
basah alam hitam
mimpi mimpi indah
awal berbunga
kejengkelan
sebelum pagi tiba
tanpa warna
esuk bertanya bagaimana
usaha untuk tersenyum tumpul
tanpa tekanan emosi
meloloskan diri
dari celah himpitan
ceracak jeriji
tertimpa tersepit
antara bercucuran
keringat dan tangis
menyusul lorong lorong payah
tertunduk menyendiri
melihat hujung sepatu
berdebu
koyak mengelupas
dengan lapang dada
kesabaran di kota kaca
berlapis lapis
menebal
bertapis tapis
prajudis bertanya
terhempas berkecai
berderai di tangga
cuma kini aku semakin tua
semakin cepat juga lupa
seluruh kesakitan.
Thursday, January 13, 2011
MENGHITUNG DETIK WAKTU
Hari ini
seorang anak sudah mula bersuara
sudah banyak aku menolong abah
sudah banyak abah
meminjam wang padaku
tapi jarang sekali
abah membayarnya
aku sudah mengumpul wang sendiri
untuk melancung keluar negeri
bersama ibu
tinggallah abah di rumah
berjagalah didalam gelap
tanpa api tanpa air
walau sudah dipotong
aku tidak dapat membantunya lagi
ambillah jam tangan ini
sebagai hadiah termahal dariku
tapi jangan pula meminta duit
hitunglah baik baik
detik waktu yang hilang
tunggu sehingga kami pulang
seorang ayah
tidak pernah mengeluh payah
inilah detik waktu yang tersisa
dan ia teringat semula
detik waktu itu
berlegar kesana kemari
meminta minta
mengharap belas simpati
demi anak tercinta
tidak peduli malu
walau di caci di hina
maruahnya bagai daun daun kering
yang bertebaran kekuningan
di padang padang
tanpa harga
Ah. lupa dia rupanya
pada pengemis tua ini
selepas keluar universiti
bercinta dengan suami orang
tiba tiba dia teringat sesuatu
ketika anak itu mahu di lahirkan
dia melihat bulan terang bercahaya
tidak henti henti mengaji
alangkah merdunya suara
betapa tingginya harapan.
seorang anak sudah mula bersuara
sudah banyak aku menolong abah
sudah banyak abah
meminjam wang padaku
tapi jarang sekali
abah membayarnya
aku sudah mengumpul wang sendiri
untuk melancung keluar negeri
bersama ibu
tinggallah abah di rumah
berjagalah didalam gelap
tanpa api tanpa air
walau sudah dipotong
aku tidak dapat membantunya lagi
ambillah jam tangan ini
sebagai hadiah termahal dariku
tapi jangan pula meminta duit
hitunglah baik baik
detik waktu yang hilang
tunggu sehingga kami pulang
seorang ayah
tidak pernah mengeluh payah
inilah detik waktu yang tersisa
dan ia teringat semula
detik waktu itu
berlegar kesana kemari
meminta minta
mengharap belas simpati
demi anak tercinta
tidak peduli malu
walau di caci di hina
maruahnya bagai daun daun kering
yang bertebaran kekuningan
di padang padang
tanpa harga
Ah. lupa dia rupanya
pada pengemis tua ini
selepas keluar universiti
bercinta dengan suami orang
tiba tiba dia teringat sesuatu
ketika anak itu mahu di lahirkan
dia melihat bulan terang bercahaya
tidak henti henti mengaji
alangkah merdunya suara
betapa tingginya harapan.
HATI SEORANG AYAH
Suatu hari
seorang anak menghampiri bapanya
Abah
Ini kunci keretaku yang baru
pandulah dengan cermat
kerana harganya sangat mahal
ia sebuah kereta mewah
bukan semua orang
dapat memilikinya
dalam hati bapanya terdetik rasa
kalaulah ada pilihan yang lain
tidak ingin kereta itu ia sentuh
takut nanti
tercalar kereta
tercalar pula hati anaknya
akalnya melayang jauh
sewaktu kecil dulu
puteri itu pernah ia usung
keliling kampung
dengan motosikal buruknya
melihat lombong dan tasik
betapa luas dan cantik
sebenarnya keindahan itu kini
tiada lagi
telah tertimbus semuanya.
seorang anak menghampiri bapanya
Abah
Ini kunci keretaku yang baru
pandulah dengan cermat
kerana harganya sangat mahal
ia sebuah kereta mewah
bukan semua orang
dapat memilikinya
dalam hati bapanya terdetik rasa
kalaulah ada pilihan yang lain
tidak ingin kereta itu ia sentuh
takut nanti
tercalar kereta
tercalar pula hati anaknya
akalnya melayang jauh
sewaktu kecil dulu
puteri itu pernah ia usung
keliling kampung
dengan motosikal buruknya
melihat lombong dan tasik
betapa luas dan cantik
sebenarnya keindahan itu kini
tiada lagi
telah tertimbus semuanya.
Tuesday, January 11, 2011
SUATU WAKTU UNTUK SESAAT

Petang teduh
ingatan melayang jauh
mencarimu gelisah
seperti hilangnya matahari senja
tengelam di perbukitan
melukiskan kembali kenangan
suatu waktu dulu
aku pernah kesana
menyusul sungai
menyongsang kelir angin lalu
membaca resah dalam airnya
berkocak tenang
tersembunyi rahsia
terpendam
namun terasa hampir aku padamu kasih
ketika aku membaca puisi puisi cintamu
mengalir aku dalam lembut sungai itu
walaupun mungkin menghanyutkan aku
semakin jauh
tapi aku percaya
suatu waktu
harapanku untuk sesaat
kita bertemu.
Gambar dalam bot menyusul sungai, rombongan dramatari Bharathayuda II dan drama Melati Sarawak ke RTM Sibu.
Monday, January 10, 2011
DI BAWAH TELUNJUK
Biarkan dia terlena di bangku
tiada siapa yang sudi
mengejutkannya
untuk bangun membilang duit
dan sebuah kehancuran
yang lebur di tangannya
biarlah dia hanyut
dalam mimpi mimpi indah
di cumbu bidadari
tersenyum sendiri
di penjara
aku pun tidak ingin kenal dia
biarkan rumput jadi lalang
di condong angin menari
biar patah telunjuknya
menuding salah sendiri.
tiada siapa yang sudi
mengejutkannya
untuk bangun membilang duit
dan sebuah kehancuran
yang lebur di tangannya
biarlah dia hanyut
dalam mimpi mimpi indah
di cumbu bidadari
tersenyum sendiri
di penjara
aku pun tidak ingin kenal dia
biarkan rumput jadi lalang
di condong angin menari
biar patah telunjuknya
menuding salah sendiri.
DI HIMPIT PAYAH
Malam ini ada bayang bayang
tumbang tenggelam di kolam
di langit bulan melengkung
bagai mata pisau yang tajam
mengintai kealpaan di jalan jalan
mahu memancung
berkali kali
ada manusia kejam
mengintai sengsara kami
yang tidur dalam kelaparan di kota
mewah lampu lampu tinggi
dalam tidur ini
hanya janji janji
sudah penat aku bersabar
bermimpi di bawah kekerdilan
hingga lelah menanti
mengutip syiling di tanah
penat mencaci caci mereka
tidak bertimbang rasa
tidak peduli
betapa sengsara ini
menghimpit rapat
tidak pernah sudah
tertumbuk lumat.
tumbang tenggelam di kolam
di langit bulan melengkung
bagai mata pisau yang tajam
mengintai kealpaan di jalan jalan
mahu memancung
berkali kali
ada manusia kejam
mengintai sengsara kami
yang tidur dalam kelaparan di kota
mewah lampu lampu tinggi
dalam tidur ini
hanya janji janji
sudah penat aku bersabar
bermimpi di bawah kekerdilan
hingga lelah menanti
mengutip syiling di tanah
penat mencaci caci mereka
tidak bertimbang rasa
tidak peduli
betapa sengsara ini
menghimpit rapat
tidak pernah sudah
tertumbuk lumat.
SAKIT KAMI
Kami hanya tertidur
dan bermimpi
merdu lagu tadi
mengisi lapar perut kami
kepayahan menggigit sakit
sekawan gagak
terbang dan menjerit.
dan bermimpi
merdu lagu tadi
mengisi lapar perut kami
kepayahan menggigit sakit
sekawan gagak
terbang dan menjerit.
Wednesday, January 05, 2011
AKULAH RAPUH RANTING ITU
Lihatlah pohon rundukku
hanya tinggal ranting ranting pilu
mereput kesedihan
daun daun setia
di sekelilingku beterbangan
hilanglah segala kenangan
wangi bunga bunga
bersama tunas manis dulu
aku hanya menunggu gugur rantingku
dipulas keras angin datang
runtuhku bersama hilang
seribu mimpi mimpi indah
taburan bintang bintang
di sini kekasih
harapanku patah
jatuhku kali ini
mencari ruang
apakah masih dihargai
untuk terus diulang kenang
daerah perkasihan kita
tenang bersemadi
bersama kembang
teratai mekar di kolam.
hanya tinggal ranting ranting pilu
mereput kesedihan
daun daun setia
di sekelilingku beterbangan
hilanglah segala kenangan
wangi bunga bunga
bersama tunas manis dulu
aku hanya menunggu gugur rantingku
dipulas keras angin datang
runtuhku bersama hilang
seribu mimpi mimpi indah
taburan bintang bintang
di sini kekasih
harapanku patah
jatuhku kali ini
mencari ruang
apakah masih dihargai
untuk terus diulang kenang
daerah perkasihan kita
tenang bersemadi
bersama kembang
teratai mekar di kolam.
MALAM SURAM
Ingin kugubah sebuah lagu
buat dirimu wahai kekasih
ingin kucoretkan wajahmu dalam lukisan
betapa indahnya rasa dan perasaan
hadirlah kekasih
bersama lebat hujan
berpaut di tali angin
sayap helang
pucuk ombak
langit kelam
ingin kusandarkan sepenuh harapan
pada mimpi mimpi pertemuan
huraikanlah wangi rambutmu
hadirlah dengan segala indah
datanglah bintangku
temankan lah suram kabus
calar bulan.
buat dirimu wahai kekasih
ingin kucoretkan wajahmu dalam lukisan
betapa indahnya rasa dan perasaan
hadirlah kekasih
bersama lebat hujan
berpaut di tali angin
sayap helang
pucuk ombak
langit kelam
ingin kusandarkan sepenuh harapan
pada mimpi mimpi pertemuan
huraikanlah wangi rambutmu
hadirlah dengan segala indah
datanglah bintangku
temankan lah suram kabus
calar bulan.
Tuesday, January 04, 2011
LAHIR DARI MIMPI
Jika telah menitis lagi cinta
susulilah teduh senja
lihatlah merah luka di sana
janganlah kau hiraukan
segala kesakitan
datang dan pergi
jika sunyi ini
kau masih tercari cari
titipkan lah sebuah puisi
tangis gerimis
di kedukaan hati
hanya hujan malam
yang selamanya semakin melebat
hanyut kenangan
kita hanya lahir dari mimpi
dengan jasad terbelenggu rindu
terpenjara di kegelapan diri.
susulilah teduh senja
lihatlah merah luka di sana
janganlah kau hiraukan
segala kesakitan
datang dan pergi
jika sunyi ini
kau masih tercari cari
titipkan lah sebuah puisi
tangis gerimis
di kedukaan hati
hanya hujan malam
yang selamanya semakin melebat
hanyut kenangan
kita hanya lahir dari mimpi
dengan jasad terbelenggu rindu
terpenjara di kegelapan diri.
Sunday, January 02, 2011
MIMPI DAN HARAPAN BERBUNGA API


Hadirlah kasih ke sini lagi
singgah di pengkalan
Pangkor Laut bertamu kami
ombak laut Pasir Bongok bernyanyi
menghibur tari
sekawan enggang
terbang menyusul pantai
puisi puisi berlagu
berdendang sayang
berbekas di hati
teritip berbunga
nelayan bertarung nyawa
menyelam rasa
mengusung bicara
puteri bayu
ke tengah samudra
bersama lelah
ikan ikan di jala
dari jeti tambatan hati
terpaut juga resah suasana
datang dan pergi cinta
malam di gegar percikan bunga api
sempena tahun baru berpesta
yang menjanjikan taman
segala indah mimpi mimpi
hasrat murni para karyawan
sepenuh harapan
semoga ilham menjadi kenyataan.
Karya : A. Ghafar Bahari ( Gopa ).
- Sempena Festival Puisi dan Lagu Rakyat Antarabangsa.
Puteri Bayu Beach Resort,
Pasir Bongak, Pulau Pangkor,
Perak.
1 Januari 2011.
Thursday, December 30, 2010
RANUM RINDU
Ingin kuciptakan sebuah lagu
buat dirimu wahai kekasihku
aku hanya mampu melukiskan
betapa indahnya warna perasaan
ingin kusandarkan sepenuh harapan
pada mimpi mimpi sunyi pertemuan
apakan daya aku di gelap hutan
dirimu jauh seberang lautan
huraikanlah rambutmu kasih
selembut bayu sesejuk embun
hadirlah dengan segala keindahan
bunga bunga berkembang
sesetia bintang kepada bulan
terpaku pohon ke dasar bumi
serasi ombak dan ikan ikan
semerah senja
mengapa kasih masih berjauhan
meranum rindu tak dapat kutahan.
buat dirimu wahai kekasihku
aku hanya mampu melukiskan
betapa indahnya warna perasaan
ingin kusandarkan sepenuh harapan
pada mimpi mimpi sunyi pertemuan
apakan daya aku di gelap hutan
dirimu jauh seberang lautan
huraikanlah rambutmu kasih
selembut bayu sesejuk embun
hadirlah dengan segala keindahan
bunga bunga berkembang
sesetia bintang kepada bulan
terpaku pohon ke dasar bumi
serasi ombak dan ikan ikan
semerah senja
mengapa kasih masih berjauhan
meranum rindu tak dapat kutahan.
Wednesday, December 29, 2010
BERIKAN AKU SEDIKIT WAKTU
Berikan aku sedikit waktu
berbicara tentang lebat rindu
ingin aku lukiskan impian
seindah bunga bunga di halaman
berikan lah aku jawapan
kembalikan semua kenangan
tuliskanlah puisi indahmu
hiasilah sepi sunyi malamku
malam semakin panjang
kemana kau menghilang
mengapakau tinggalkan
merah manis kata kata
unggas alam pun diam
sunyi lagu tanpa irama
kemana perginya semua cinta.
berbicara tentang lebat rindu
ingin aku lukiskan impian
seindah bunga bunga di halaman
berikan lah aku jawapan
kembalikan semua kenangan
tuliskanlah puisi indahmu
hiasilah sepi sunyi malamku
malam semakin panjang
kemana kau menghilang
mengapakau tinggalkan
merah manis kata kata
unggas alam pun diam
sunyi lagu tanpa irama
kemana perginya semua cinta.
KEKASIH SELEMBUT SUTERA
Biarkan lah hujan turun melebat
membasahi bumi
biarkan lah hati pedih pilu
sakit luka
kunikmati
berpanjangan
bersendiri
hanyutkan lah aku
bersama kenangan
selembut sutera
kilauan kaca
serpihan waktu indah
daerah perkasihan kita
jauh jauh
dalam dalam
tinggi langit
perut laut
hati siput
pusar buih
sembunyikanlah resah ini
lama lama
dalam baju
dalam hati
di gelap tasik
sepenuh kasih
segenap rindu.
membasahi bumi
biarkan lah hati pedih pilu
sakit luka
kunikmati
berpanjangan
bersendiri
hanyutkan lah aku
bersama kenangan
selembut sutera
kilauan kaca
serpihan waktu indah
daerah perkasihan kita
jauh jauh
dalam dalam
tinggi langit
perut laut
hati siput
pusar buih
sembunyikanlah resah ini
lama lama
dalam baju
dalam hati
di gelap tasik
sepenuh kasih
segenap rindu.
Sunday, December 19, 2010
BURUNG MALAM
Akulah burung burung putih itu
yang beterbangan meredah malam
mencari pagi cerah
kuhela penat lelah ini
kutaburkan kata kata
penuh kedukaan
di bawah sayapku yang luka
aku meredah kesakitan
aku mencari mimpi indah dulu
dalam igau tidurmu
yang tidak pernah menjanjikan istana
kini aku hanya lah burung yang hitam
oleh gelap suasana
dan terbangku tidak pernah di lihat sesiapa.
yang beterbangan meredah malam
mencari pagi cerah
kuhela penat lelah ini
kutaburkan kata kata
penuh kedukaan
di bawah sayapku yang luka
aku meredah kesakitan
aku mencari mimpi indah dulu
dalam igau tidurmu
yang tidak pernah menjanjikan istana
kini aku hanya lah burung yang hitam
oleh gelap suasana
dan terbangku tidak pernah di lihat sesiapa.
Friday, December 17, 2010
MENCARIMU SETIA SENJA
Kekasih
seandainya kau tahu
hasrat yang terbuku di hatiku
bagai penunggu waktu
berlari sendiri mengejar hari
tanpa sesiapa
ku panggil namamu
Setia setia
alangkah merahnya senja
seandainya kau sedari sayang
dari sudut mata renunganku
hanya peneliti resah alam
berubah warna
hempas ombak
yang memukul mukul dadaku
memanggil manggil namamu sentiasa
Setia setia
janganlah kau pergi
ke mana mana
sakitnya rasa
memikul derita
kekasih
alangkah indah bahagia
seandainya kau ada bersama
bersanding di bawah lingkar pelangi
basah di renjis gerimis
berinai bertepung tawar
di atas pelamin
tertunduk tersipu
angin bertiuplah
kipaskanlah resah hati ini
hantarkan wangi kasturi.
seandainya kau tahu
hasrat yang terbuku di hatiku
bagai penunggu waktu
berlari sendiri mengejar hari
tanpa sesiapa
ku panggil namamu
Setia setia
alangkah merahnya senja
seandainya kau sedari sayang
dari sudut mata renunganku
hanya peneliti resah alam
berubah warna
hempas ombak
yang memukul mukul dadaku
memanggil manggil namamu sentiasa
Setia setia
janganlah kau pergi
ke mana mana
sakitnya rasa
memikul derita
kekasih
alangkah indah bahagia
seandainya kau ada bersama
bersanding di bawah lingkar pelangi
basah di renjis gerimis
berinai bertepung tawar
di atas pelamin
tertunduk tersipu
angin bertiuplah
kipaskanlah resah hati ini
hantarkan wangi kasturi.
Tuesday, December 14, 2010
Thursday, December 09, 2010
AKU INI CINTA HUJAN DI LAUT
Cinta ini aku
yang kuragut kunyah
segenap hatiku
adalah hijau pohon pohon
yang kutanam
adalah kepalan doa doa
kekasih atas kekasih
rindu ini hujan
adalah aku penunggu rindu
yang melimpah di kolam kolam
membasahi perkebunan manis
anggur hitam
hati ini hujan di laut
adalah aku buih
yang terapung hanyut
di hempas gelora
gelombang menghantarkan aku
ke mana mana
hanya ke pulau pulau
kepastian nyata
menjadi karang indah
hanya buatmu kekasih
hingga engkau berada di mana mana
terpendam berlapis makna
mengupas dalam
kata kata rahsia.
yang kuragut kunyah
segenap hatiku
adalah hijau pohon pohon
yang kutanam
adalah kepalan doa doa
kekasih atas kekasih
rindu ini hujan
adalah aku penunggu rindu
yang melimpah di kolam kolam
membasahi perkebunan manis
anggur hitam
hati ini hujan di laut
adalah aku buih
yang terapung hanyut
di hempas gelora
gelombang menghantarkan aku
ke mana mana
hanya ke pulau pulau
kepastian nyata
menjadi karang indah
hanya buatmu kekasih
hingga engkau berada di mana mana
terpendam berlapis makna
mengupas dalam
kata kata rahsia.
Wednesday, December 01, 2010
DALAM HUJAN MELEBAT MELIMPAH
Petang ini
hujan turun melebat
pada rumput rumput
dan hijau pepohonan
bagai melimpah kasihMu
pada setiap kehidupan
di celah kesibukan
laluan kenderaan
datang dan pergi
mimpi mimpi
seorang lelaki
berjalan sendiri
berlenggang senang
menikmati indah kenyataan
derai hujan yang mencurah
seperti ingin semuanya basah
sebasah basahnya
di tikam perasaan
janji janji
sebentar terhenti membongkok
mengosok sepatunya
yang berlumpur merah
tidak peduli diri
halilintar yang berdentum
menjerit di langit resah
hanya berbekal keyakinan teguh
selebat cinta itu
dia berlenggang lagi
sambil bertingkah menari nari
bernyanyi nyanyi
di dalam hujan melebat ini
terasa mewah
bagai melimpah penuh
rahmat Ilahi.
hujan turun melebat
pada rumput rumput
dan hijau pepohonan
bagai melimpah kasihMu
pada setiap kehidupan
di celah kesibukan
laluan kenderaan
datang dan pergi
mimpi mimpi
seorang lelaki
berjalan sendiri
berlenggang senang
menikmati indah kenyataan
derai hujan yang mencurah
seperti ingin semuanya basah
sebasah basahnya
di tikam perasaan
janji janji
sebentar terhenti membongkok
mengosok sepatunya
yang berlumpur merah
tidak peduli diri
halilintar yang berdentum
menjerit di langit resah
hanya berbekal keyakinan teguh
selebat cinta itu
dia berlenggang lagi
sambil bertingkah menari nari
bernyanyi nyanyi
di dalam hujan melebat ini
terasa mewah
bagai melimpah penuh
rahmat Ilahi.
Tuesday, November 30, 2010
API CINTA
Cinta itu api
yang kubakar
adalah terkaman nafsu
yang mengintai
dari segenap penjuru
yang kubakar
hanyalah diriku
sakit pedih
luka luka
hangus sendiri
di helaian hari
mengelupas sesal
dosa dosa dulu
mengekoriku
yang kukutip
hanyalah debu debu
hanya sisa sisa
yang beterbangan
memutih di taman taman
rupa rupanya indah menunggu
dalam taman ada Dia.
yang kubakar
adalah terkaman nafsu
yang mengintai
dari segenap penjuru
yang kubakar
hanyalah diriku
sakit pedih
luka luka
hangus sendiri
di helaian hari
mengelupas sesal
dosa dosa dulu
mengekoriku
yang kukutip
hanyalah debu debu
hanya sisa sisa
yang beterbangan
memutih di taman taman
rupa rupanya indah menunggu
dalam taman ada Dia.
MENGINTAI KASIH
Dari celah celah cermin ini
aku melihat rinduku biru
tertunduk malu
hanya hati yang berbisik
bertanya rindu
bagaimana bertemu
melukiskan kata
seindah hasrat
sebenarnya telah terpendam
sekian lama
semakin berat
kekasih diamku
aku mengintai wajahmu
tertunduk tersipu
hingga wajahmu menjadi semakin merah
gelisah gelodak dalam dadamu
meronta ingin segera terbang pergi.
aku melihat rinduku biru
tertunduk malu
hanya hati yang berbisik
bertanya rindu
bagaimana bertemu
melukiskan kata
seindah hasrat
sebenarnya telah terpendam
sekian lama
semakin berat
kekasih diamku
aku mengintai wajahmu
tertunduk tersipu
hingga wajahmu menjadi semakin merah
gelisah gelodak dalam dadamu
meronta ingin segera terbang pergi.
MENYAPA SAYANG
Terdiam sepi
meruntun hasrat
bersemi di hati
kenangan indah terlukis lagi
bagai kembang harum mewangi
malam kembali cerah
wajah ceria kembali berseri
tidak lepas dari ingatan
terbawa bawa dalam igauan
di malam begini menaruh harapan
bagai mengejar kelip kelip yang beterbangan.
meruntun hasrat
bersemi di hati
kenangan indah terlukis lagi
bagai kembang harum mewangi
malam kembali cerah
wajah ceria kembali berseri
tidak lepas dari ingatan
terbawa bawa dalam igauan
di malam begini menaruh harapan
bagai mengejar kelip kelip yang beterbangan.
BERSAMA SERPIHAN KACA KACA
Kekasih
berikanlah sinar harapan
betulkan lah rentas jalan
limpahkanlah cahaya keindahan di hati
bukakan lah pintu pintu
di sudut sunyi menanti
bersujud padaMu
cair tumpah kasihMu
menitis di hujung daun
aku pohon yang melata
menyongsong arah
kemana mana
condong pohonku berdiri
tenggelam di kehijauan
perkebunan merimbun
ranum manis rindu
melebat padaMu
kewalahan sendiri
mengekang gelombang
bahteraku pecah di pukul badai
hanyut tersadai
berselerakkan
terdampar di pantai
kekasih
di sini aku cuba berdiri
menepis kerapuhan
di atas serpihan
rangka timbunan jerigi
tersisa tersusuk luka
bersama pecahnya kaca kaca.
berikanlah sinar harapan
betulkan lah rentas jalan
limpahkanlah cahaya keindahan di hati
bukakan lah pintu pintu
di sudut sunyi menanti
bersujud padaMu
cair tumpah kasihMu
menitis di hujung daun
aku pohon yang melata
menyongsong arah
kemana mana
condong pohonku berdiri
tenggelam di kehijauan
perkebunan merimbun
ranum manis rindu
melebat padaMu
kewalahan sendiri
mengekang gelombang
bahteraku pecah di pukul badai
hanyut tersadai
berselerakkan
terdampar di pantai
kekasih
di sini aku cuba berdiri
menepis kerapuhan
di atas serpihan
rangka timbunan jerigi
tersisa tersusuk luka
bersama pecahnya kaca kaca.
DI SINI SEANDAINYA KAMU ADA
Petang mendung dingin
selepas hujan teduh
bunga bunga semakin segar
menari di kebasahan
ah alangkah bahagianya
jika kau juga ada di sini
menghias sepi sunyi
sedih senja sekarang
kesayuan semakin jauh kulemparkan
pada kepak bangau putih yang beterbangan
mengiring nyanyi ombak
menyusul pantai bersorak
alangkah damainya
jika kamu ada bersama di sini
bekejaran
melambaikan selendang
memanggil menjeritkan namaku
sekuat hati
di padang padang yang kupandang
permaidani indah hamparan hijau kenangan
segalanya semakin segar di ingatan
gerimis menaburkan kata kata dulu
dalam diam
bunga bunga kecil itu mekar kembali
bertebaran di celah celah rumput
merapat mendekat
rindu sentiasa.
selepas hujan teduh
bunga bunga semakin segar
menari di kebasahan
ah alangkah bahagianya
jika kau juga ada di sini
menghias sepi sunyi
sedih senja sekarang
kesayuan semakin jauh kulemparkan
pada kepak bangau putih yang beterbangan
mengiring nyanyi ombak
menyusul pantai bersorak
alangkah damainya
jika kamu ada bersama di sini
bekejaran
melambaikan selendang
memanggil menjeritkan namaku
sekuat hati
di padang padang yang kupandang
permaidani indah hamparan hijau kenangan
segalanya semakin segar di ingatan
gerimis menaburkan kata kata dulu
dalam diam
bunga bunga kecil itu mekar kembali
bertebaran di celah celah rumput
merapat mendekat
rindu sentiasa.
Sunday, November 28, 2010
SURATAN YANG TERTULIS
Aku hanya ingin membaca
suratan yang tertulis
di helaian hari
tentang diri kita
bagaimana akhirnya
langit pekat membiru
lapisan awan putih mengebu
beraraklah putih hati
kerelaan yang kuhamparkan seluasnya
sejauhnya
buat kamu kasih
di dunia yang sama
kenyataan kulukiskan jelas
di sini kita dipertemukan
meskipun bukan untuk berdua
namun aku kenal kamu
dengan segala indah rasa
merah teratai mekarnya di sumur sunyi
terus berbunga
aku merasa bahagia
terlalu bahagia
meskipun saat kelewatan aku tiba
sekitaran sudah hilang wangi
sambutlah tanganku
yang sebelah sini
jangan lah kau hilang timbang
meniti denai
kesabaran menanti
kita redah malam kelam
berlampukan bintang bintang
mari kita cari indah
cinta tuhan
di celah sakit
dari pepat rapat
himpitan derita ini
seandainya cinta ini diam
biarkan lah burung burung datang
menyuapkan padi ke mulutku.
suratan yang tertulis
di helaian hari
tentang diri kita
bagaimana akhirnya
langit pekat membiru
lapisan awan putih mengebu
beraraklah putih hati
kerelaan yang kuhamparkan seluasnya
sejauhnya
buat kamu kasih
di dunia yang sama
kenyataan kulukiskan jelas
di sini kita dipertemukan
meskipun bukan untuk berdua
namun aku kenal kamu
dengan segala indah rasa
merah teratai mekarnya di sumur sunyi
terus berbunga
aku merasa bahagia
terlalu bahagia
meskipun saat kelewatan aku tiba
sekitaran sudah hilang wangi
sambutlah tanganku
yang sebelah sini
jangan lah kau hilang timbang
meniti denai
kesabaran menanti
kita redah malam kelam
berlampukan bintang bintang
mari kita cari indah
cinta tuhan
di celah sakit
dari pepat rapat
himpitan derita ini
seandainya cinta ini diam
biarkan lah burung burung datang
menyuapkan padi ke mulutku.
Friday, November 26, 2010
KEKASIH SEPENUH RASA RINDU INI
Aku hanya rebah
aku belum mengalah
aku tidak ingin hilang
aku hanya ingin terbang
mencarimu
dari langit ke langit
kayangan
senja bukan luka
hanya ranum rinduku dulu
masih lebat berbunga
alangkah indahnya puisi
aku hanya menghantar rasa
di angin lalu
lenyap di kegelapan
lukisan mimpi mimpi
mencari kekasihku itu
di mana mana
melintasi samudera
bergulung ombak
menghempas gelora
badai mengunung
terdampar sendiri
berselerakan di pantai
aku rindu
terlalu amat rindu
terpikul sarat rinduku lagi
sepenuhnya tumbuh
setiap detik waktu
bernyanyi
sepanas matahari
selebat titis hujan
yang tertimpa ke bumi.
aku belum mengalah
aku tidak ingin hilang
aku hanya ingin terbang
mencarimu
dari langit ke langit
kayangan
senja bukan luka
hanya ranum rinduku dulu
masih lebat berbunga
alangkah indahnya puisi
aku hanya menghantar rasa
di angin lalu
lenyap di kegelapan
lukisan mimpi mimpi
mencari kekasihku itu
di mana mana
melintasi samudera
bergulung ombak
menghempas gelora
badai mengunung
terdampar sendiri
berselerakan di pantai
aku rindu
terlalu amat rindu
terpikul sarat rinduku lagi
sepenuhnya tumbuh
setiap detik waktu
bernyanyi
sepanas matahari
selebat titis hujan
yang tertimpa ke bumi.
Tuesday, November 23, 2010
SAJADAH HAMPARAN HATIKU
Ku hamparkan hatiku
di atas sajadah hijau perkebunan ini
memetik buah buah ranum rindu
menyunting wangi
bunga bunga cinta
kasih dan sayang
melimpah indah
seluas alam
langit dan bumi
terima sepenuh redza
ketentuan esuk
kulihat kolam kedamaian
sesejuk embun di hujung daun
menitis perlahan
di mata dia
kekasihku
mengalir padanya
sungai sungai kedukaan
menyelam rasa
sedalam lautan
sehingga ketenangan
membeku di hatiku
kewalahan menepis sengsara
bagai sebutir debu di gurun tandus
betapa kerdilnya
tawakal berserah diri
terlantar di penjuru waktu
menungu lebur hilang
bersama angin lalu
dia di hatiku
masih terus kekal di hatiku
mewarnai malam dan siang
berlagu kata
mengayam puisi
Ya Ilahi ampunilah diri ini
ampunilah dia
ampunilah semuanya
dari kembara payah onak duri
berulang jua
tari tingkah onar kami.
di atas sajadah hijau perkebunan ini
memetik buah buah ranum rindu
menyunting wangi
bunga bunga cinta
kasih dan sayang
melimpah indah
seluas alam
langit dan bumi
terima sepenuh redza
ketentuan esuk
kulihat kolam kedamaian
sesejuk embun di hujung daun
menitis perlahan
di mata dia
kekasihku
mengalir padanya
sungai sungai kedukaan
menyelam rasa
sedalam lautan
sehingga ketenangan
membeku di hatiku
kewalahan menepis sengsara
bagai sebutir debu di gurun tandus
betapa kerdilnya
tawakal berserah diri
terlantar di penjuru waktu
menungu lebur hilang
bersama angin lalu
dia di hatiku
masih terus kekal di hatiku
mewarnai malam dan siang
berlagu kata
mengayam puisi
Ya Ilahi ampunilah diri ini
ampunilah dia
ampunilah semuanya
dari kembara payah onak duri
berulang jua
tari tingkah onar kami.
Monday, November 22, 2010
KAU YANG PERNAH DATANG

Di daerah jauh ini
kau yang pernah datang
bersama manis senyuman
melihat mesra insan
berkongsi langit harapan
di daerah teduh ini
kita pernah berpayung bersama
dalam desir resah
sapa bayu
hujan airmata
eratnya keakraban
tertumpah rasa
di daerah meriah ini
kita pernah berkampung
menyedut udara gunung
lalu memanjat kejayaan
tangga demi tangga
penuh keyakinan
kecekalan
di daerah sepi ini
hanya tinggal senaskah
puisi puisi indah darimu
suatu waktu dulu
tidak henti henti
mekar berbunga
setelah kau pergi
burung burung tidak lagi datang bernyanyi
dan segalanya menjadi semakin sunyi
mengingatkan aku pada ketentuan Ilahi
sehingga kejujuran mewarnai hari
ketika hilang kemeriahan kata
hanya tinggal bangku bangku dan meja
yang bertaburan harum wangi
di pentas di lantai arena
hanya bunga bunga kusam
kerinduan menjadi semakin jauh
semakin penuh tertangguh.
Sunday, November 14, 2010
YA ILAHI HIASILAH HATI INI

Bisikanlah indah kata kata
selembut bayu
seputih awan
Dia yang selalu di rindu
sepenuh hati
segenap perasaan
lapangkan lah dada kami
hamparkanlah permaidani
di bawah teduh pohon pohon
di indah subur perkebunan
hijau kedamaian
sekepal doa ini
bagai daun daun gelisah
bertebaran dari pohon pohon sunyi
mengharap singgah
burung burung bernyanyi
hiasilah hati ini
bagai indah taman taman
sedingin kabus di pergunungan
sesubur lembah
setenang kali
sejernih wajah
ampunilah kami
dari perkara perkara sumbang
hanya sia sia
keasyikan dunia
lupa terpedaya
pimpinlah kami
ke jalan yang benar
bersujud merendah diri
hanya padaMu
mengharap kasih simpati
dari segala kelemahan
tewas tenggelam
berkali kali.
Friday, November 12, 2010
KEKASIHKU SEKUNTUM SENYUMAN
Kuingin lihat kau tertawa
menggugah pusar angin
suram maya
petang teduh terleka
hujan membawa cerita
di padang padang kenangan
rumput hijau gunung biru
kesegaran kata
menjelma semula
di kolam kolam
dia kah yang mendekat
melambai lambai pergi
meninggalkan seluruh alam
sepi sunyi kembali
termanggu
pohon pohon tinggi
medang teja
teduh menunggu
terpaku melebat
daun daun bertebaran
meninggalkan senja
sekuntum senyuman
berbunga kembali
keindahan tumbuh
di ranting ranting
dukacita
cinta ini menekap rasa
tertulis puisi menyerbu rindu
terpalit warna ceria
terlukis wajah di bulan
kata kata dulu
sepenuh perasaan
cinta ini embun yang menitis
dari hujung daun
berkocak di kolam
pepatung pun hinggap perlahan
terkedu diam.
menggugah pusar angin
suram maya
petang teduh terleka
hujan membawa cerita
di padang padang kenangan
rumput hijau gunung biru
kesegaran kata
menjelma semula
di kolam kolam
dia kah yang mendekat
melambai lambai pergi
meninggalkan seluruh alam
sepi sunyi kembali
termanggu
pohon pohon tinggi
medang teja
teduh menunggu
terpaku melebat
daun daun bertebaran
meninggalkan senja
sekuntum senyuman
berbunga kembali
keindahan tumbuh
di ranting ranting
dukacita
cinta ini menekap rasa
tertulis puisi menyerbu rindu
terpalit warna ceria
terlukis wajah di bulan
kata kata dulu
sepenuh perasaan
cinta ini embun yang menitis
dari hujung daun
berkocak di kolam
pepatung pun hinggap perlahan
terkedu diam.
Thursday, November 11, 2010
PUISI KEDAI KOPI
Puisi kedai kopi
melihat cinta lalu lalang
tersenyum berlenggang
merah pipi
meredah hitam malam
harum mewangi
kain berbelah tepi
puisi kedai kopi
diam duduk seorang
memerhatikan gelagat
orang bersembang
sesekali menyusul
hilai ketawa panjang
puisi kedai kopi
diam sebentar di meja
pinggir jalan terbuka
lalu lalang kereta
merbahaya
melempar jauh jauh pandangan
antara kukuh bangunan
melihat lorong lorong nasib
kental pendirian
puisi kedai kopi
sedang anjing anjing
membongkar sampah
bersepah
lampu lampu bekerlipan
berpesta
tetamu datang
asing wajah
singgah melepas lelah
tertanya arah kemana
jauh malam apa kehendak
berlegar di jalan jalan basah
apa mencari mimpi indah
atau menghias sunyi resah diri.
melihat cinta lalu lalang
tersenyum berlenggang
merah pipi
meredah hitam malam
harum mewangi
kain berbelah tepi
puisi kedai kopi
diam duduk seorang
memerhatikan gelagat
orang bersembang
sesekali menyusul
hilai ketawa panjang
puisi kedai kopi
diam sebentar di meja
pinggir jalan terbuka
lalu lalang kereta
merbahaya
melempar jauh jauh pandangan
antara kukuh bangunan
melihat lorong lorong nasib
kental pendirian
puisi kedai kopi
sedang anjing anjing
membongkar sampah
bersepah
lampu lampu bekerlipan
berpesta
tetamu datang
asing wajah
singgah melepas lelah
tertanya arah kemana
jauh malam apa kehendak
berlegar di jalan jalan basah
apa mencari mimpi indah
atau menghias sunyi resah diri.
Thursday, October 28, 2010
DIMINATI DERITA

Simpanlah rahsia ini
sejauh mana
sedalam mungkin
di celah daun
di lipatan
di dalam hijau
di hujung hari
di sudut lain
terlalu banyak aibku terkumpul di sana
aku juga telah diaibkan teman
kata kata terlempar di wajah
aduhai jiwa meronta lupa
akulah kekasih hilang haluan
hilangku di rimba pencarian
di kaki senja meronta
semakin jauh ranum sendiri
simpanlah rahsia ini
di perut laut di hati ikan
jangan sampai terbuka
kelak aku dihinakan
terlalu banyak dosaku di sana
ampunilah segala
mata mata hati pun terbuka
terlalu banyak kurangku begini
laluan berliku berduri
sehingga condongku ke sana
aku mudah tergoda
kerana aku sebenarnya
sangat diminati derita.
- Puisi ini telah di siarkan dalam Majalah Dewan Sastera,
Dewan Bahasa dan Pustaka, Disember 2010.
Tuesday, October 26, 2010
KAU BAGAI POHON CEMARA
Kau bagai pohon cemara
meruntun kasih
membelai bumi
berbunga sedih
melingkari hati
daun daun bertebaran
mengusung kenangan
di angin lalu
rindu ingin ku sampaikan
jauh kepadamu
cemara berbunga
melahirkan putik merahnya
ranum lebat berbuah
santapan burung burung
pengembara
lewat singgah
di senja berlabuh
gundah langitmu
berdarah
retak hatinya
di tinggalkan rasa
tercalar terguris luka
rantingnya yang indah
hanya kesedihan
tertinggal lama
melentur terkulai
di rapuh lembut dahannya
merekah.
meruntun kasih
membelai bumi
berbunga sedih
melingkari hati
daun daun bertebaran
mengusung kenangan
di angin lalu
rindu ingin ku sampaikan
jauh kepadamu
cemara berbunga
melahirkan putik merahnya
ranum lebat berbuah
santapan burung burung
pengembara
lewat singgah
di senja berlabuh
gundah langitmu
berdarah
retak hatinya
di tinggalkan rasa
tercalar terguris luka
rantingnya yang indah
hanya kesedihan
tertinggal lama
melentur terkulai
di rapuh lembut dahannya
merekah.
Sunday, October 17, 2010
DI PERKEBUNAN PUTIK BERBUNGA BERBUAH
Di jalan sepi ini
diri terus di pagari
pohon pohon berduri
terasa pedih luka dulu
masih belum sembuh
hari ini
luka luka lagi
terpanah patah
tertinggal di dalam
selumbar kesakitan
bernanah
mungkin nanti suatu waktu
aku akan bertemu ketenangan jiwa
langit cerah keampunan Ilahi
daerah perkasihan diam sunyi
di daerah hijau lembah mewah
subur berbuah
hasrat tercapai indah
untuk bersama di perkebunan
bersandaran
bergeseran
terlelap di bahu
terlena di ribaan
terleka mendengar kumbang bernyanyi
berlegar
mencari kembangan yang wangi
betapa tenangnya di sini
embun menitis perlahan
air di kali berkocak jernih
kedinginan
hanyut daun sehelai
cantik
sehingga cinta ini menjalar
menghijau di padang padang
berlumut di kolam hatiku
pohon pohon doa
berbuahkan lebat
merimbun berat
menitis rindu
nira manis madu
kedamaian mendekat
kesyahduan bersujud rapat.
diri terus di pagari
pohon pohon berduri
terasa pedih luka dulu
masih belum sembuh
hari ini
luka luka lagi
terpanah patah
tertinggal di dalam
selumbar kesakitan
bernanah
mungkin nanti suatu waktu
aku akan bertemu ketenangan jiwa
langit cerah keampunan Ilahi
daerah perkasihan diam sunyi
di daerah hijau lembah mewah
subur berbuah
hasrat tercapai indah
untuk bersama di perkebunan
bersandaran
bergeseran
terlelap di bahu
terlena di ribaan
terleka mendengar kumbang bernyanyi
berlegar
mencari kembangan yang wangi
betapa tenangnya di sini
embun menitis perlahan
air di kali berkocak jernih
kedinginan
hanyut daun sehelai
cantik
sehingga cinta ini menjalar
menghijau di padang padang
berlumut di kolam hatiku
pohon pohon doa
berbuahkan lebat
merimbun berat
menitis rindu
nira manis madu
kedamaian mendekat
kesyahduan bersujud rapat.
Friday, October 15, 2010
Wednesday, October 13, 2010
DALAM AKU ADA CINTA DIA

Dalam aku ini ada cinta
dua ekor belibis
bercengkerama di kolam
bekejaran kasih
aku rindu Dia
terbangun di tengah malam
bernyanyi sendiri
di dalam hitam
di pekebunan
membilang anggur
keasyikan
ku jumpa Dia
di penjuru kesedihan
pohonku berbunga
melebat hujan
tidak henti henti berbunga
bunga merah
tersangat merah
membara anugerah indah.
MENJADI DIAM SEBUAH KOLAM
Diam sebentar
untuk melihat luka luka
calar balar di badan
terkait oleh juntaian
duri berbisa
masih di caci di hina
cemuhan sindiran
masih terus di lemparkan
dari kiri dan kanan laluan
di hambat maki berjela
terluka lagi
diam ini
seperti tidak mendengar apa apa
sunyi sepi untuk selamanya
tidak menyahut atau menyapa
pendirian teguh adalah
sebuah kolam damai tenang
tidak berganjak
jernih tapi dalam
terpendam rahsia
lumut lumut lembut
santun peribadi
hijau
ah..
betapa indahnya dia
halusnya jiwa
maafkan lah
dari pedih kata kata.
untuk melihat luka luka
calar balar di badan
terkait oleh juntaian
duri berbisa
masih di caci di hina
cemuhan sindiran
masih terus di lemparkan
dari kiri dan kanan laluan
di hambat maki berjela
terluka lagi
diam ini
seperti tidak mendengar apa apa
sunyi sepi untuk selamanya
tidak menyahut atau menyapa
pendirian teguh adalah
sebuah kolam damai tenang
tidak berganjak
jernih tapi dalam
terpendam rahsia
lumut lumut lembut
santun peribadi
hijau
ah..
betapa indahnya dia
halusnya jiwa
maafkan lah
dari pedih kata kata.
Thursday, October 07, 2010
KEKASIHKU ITU BUNGA INDAH
Rindu ini adalah
matahari teduh
terlindung awan
angin bertiup perlahan
antara bukit bukau
hijau hutan
dan kabus menutup pandangan
rumput sedih
burung burung diam
ikan di kali bersembunyi
tenggelam di dasar kelam
mengumpul mimpi
indah semalam
aku tertegun di pantai
melihat ombak berkejaran
menghanyutkan ingatan padamu
ke pulau pulau jauh
bersendirian termanggu
di longokkan batu batu
buih buih bagai taburan bunga
memutih keharuan di dada
pantai putih bersih kelopak cinta
menitip merah membara
setanggi jiwa
kau sentiasa di ingatan
wajahmu terlukis
di setiap sudut pandangan
sungguh mempersona
diam teratai di kolam
berlalu waktu
sarat akar hanyut di air
menjalar lembut rambutmu
meruntun hasratku
mendekat bertanya
betapa cinta ini
hanya kesetiaan
masih terus kupertahankan
walau pun hanya
secebis puisi biasa
penghias hari
penganti diri
menjadi sesuatu
yang sangat bermakna
sebenarnya
akulah pelayar sepi itu
kau tetap indah
sabar menunggu
di setiap dermaga
singgah pelabuhan
kaulah bunga kerinduan
yang berputik berbunga
sepanjang musim
mekar mengharum
melewati luas samudera
batas lautan.
matahari teduh
terlindung awan
angin bertiup perlahan
antara bukit bukau
hijau hutan
dan kabus menutup pandangan
rumput sedih
burung burung diam
ikan di kali bersembunyi
tenggelam di dasar kelam
mengumpul mimpi
indah semalam
aku tertegun di pantai
melihat ombak berkejaran
menghanyutkan ingatan padamu
ke pulau pulau jauh
bersendirian termanggu
di longokkan batu batu
buih buih bagai taburan bunga
memutih keharuan di dada
pantai putih bersih kelopak cinta
menitip merah membara
setanggi jiwa
kau sentiasa di ingatan
wajahmu terlukis
di setiap sudut pandangan
sungguh mempersona
diam teratai di kolam
berlalu waktu
sarat akar hanyut di air
menjalar lembut rambutmu
meruntun hasratku
mendekat bertanya
betapa cinta ini
hanya kesetiaan
masih terus kupertahankan
walau pun hanya
secebis puisi biasa
penghias hari
penganti diri
menjadi sesuatu
yang sangat bermakna
sebenarnya
akulah pelayar sepi itu
kau tetap indah
sabar menunggu
di setiap dermaga
singgah pelabuhan
kaulah bunga kerinduan
yang berputik berbunga
sepanjang musim
mekar mengharum
melewati luas samudera
batas lautan.
Tuesday, October 05, 2010
KEKASIH MALAM EMBUN PUN LURUH
Sedikit payah datang bertanya
meskikah hati meronta
terungkai sekepal kesabaran
terlukis di indahnya
senyum rembulan
mengebu segumpal awan
berlalu dalam dingin perlahan
menjemputku ke daerah jauh
di mana terkumpul segala kesedihan dulu
hanyut di langit luas lapang
malam syahdu
bintang bintang bertaburan
leka memujuku berkelipan
bersama janji keampunan
di mana kah kasihku malam ini
luruh embun membasah di rerambutku
basah juga di ingatan
tertunduk resah
titis manis kerinduan
tumpah di hijau hamparan.
meskikah hati meronta
terungkai sekepal kesabaran
terlukis di indahnya
senyum rembulan
mengebu segumpal awan
berlalu dalam dingin perlahan
menjemputku ke daerah jauh
di mana terkumpul segala kesedihan dulu
hanyut di langit luas lapang
malam syahdu
bintang bintang bertaburan
leka memujuku berkelipan
bersama janji keampunan
di mana kah kasihku malam ini
luruh embun membasah di rerambutku
basah juga di ingatan
tertunduk resah
titis manis kerinduan
tumpah di hijau hamparan.
MENGUTIP HARUM BUNGA MALAM
Kususuli jalan ini
terasa terlalu amat sunyi
namun masih kurasakan sedikit tenang
melihat burung burung terbang
kembali ke perkebunan
ketika embun membasah
kulihat bulan hiba tergantung
di hujung ranting merendang
aku masih di sini
melihat malam kelam
masih di penuhi bintang
betapa indahnya daerah kita dulu
dan aku masih merindukan daerah hijau itu
bunga bunga terus berkembang
aku masih mengutip harumnya
kemesraan kata kata
percintaan tumbuh
dalam diam
mekar di hatiku
aku masih menunggu
di antara teduh senja
dan bangku bangku setia
bagai janji ombak pada pantai
dan resahku tidak henti henti menghempas
di kegelapan.
terasa terlalu amat sunyi
namun masih kurasakan sedikit tenang
melihat burung burung terbang
kembali ke perkebunan
ketika embun membasah
kulihat bulan hiba tergantung
di hujung ranting merendang
aku masih di sini
melihat malam kelam
masih di penuhi bintang
betapa indahnya daerah kita dulu
dan aku masih merindukan daerah hijau itu
bunga bunga terus berkembang
aku masih mengutip harumnya
kemesraan kata kata
percintaan tumbuh
dalam diam
mekar di hatiku
aku masih menunggu
di antara teduh senja
dan bangku bangku setia
bagai janji ombak pada pantai
dan resahku tidak henti henti menghempas
di kegelapan.
MALAM MEMBEKU RINDU
Aku harap selepas ini
pohon kembali berbunga
ketika kutemui
malam dingin kesyahduan
betapa indahnya
kelopak percintaan
kuharap mimpi kita
akan terus berpanjangan
dan aku kembali melukiskan perasaan
di atas kambas perjalanan
ketika warna warna itu semakin membeku
dan mungkin aku tidak sempat lagi untuk bersuara
walaupun sepatah
mungkin inilah antara missi penyudah
melahirkannya dengan begitu payah
saat demi saat
meronta rasa
kesakitan
rindu jauh
Ya Allah berilah aku kekuatan
buat memancung tegas derita ini
dari pangkal ke hujung tangkai.
pohon kembali berbunga
ketika kutemui
malam dingin kesyahduan
betapa indahnya
kelopak percintaan
kuharap mimpi kita
akan terus berpanjangan
dan aku kembali melukiskan perasaan
di atas kambas perjalanan
ketika warna warna itu semakin membeku
dan mungkin aku tidak sempat lagi untuk bersuara
walaupun sepatah
mungkin inilah antara missi penyudah
melahirkannya dengan begitu payah
saat demi saat
meronta rasa
kesakitan
rindu jauh
Ya Allah berilah aku kekuatan
buat memancung tegas derita ini
dari pangkal ke hujung tangkai.
PUISI TENTANG BULAN BUAT ANAKANDA CAHAYA
Malam ini dingin menyeliputi malam
bulan sepi menanti
awan memutih membawa resah harapan
hujan sudah lama berhenti
lalu aku melihat kesempurnaan pada wajahmu
bercahaya
meski pun kegelapan ini
sesekali telindung kita
kesamaran rindu jauh
kau tetap di hatiku
kau selalu dalam ingatan indah
keemasan
kenangan demi kenangan
mengusik jiwa
kau lah ingatan ku yang mekar
mewangi sentiasa bertambah
semakin hampir di hatiku
yang sunyi menanti
anakanda
mungkin suatu hari nanti
kita kan dapat bertemu kembali
janganlah kau bersedih
kaulah bayangan bulan
yang terbayang tenang di kolam hatiku
dan dia semakin menghampiri
mewarnai kerinduan yang lama.
P/S Anakanda Cahaya
bulan sepi menanti
awan memutih membawa resah harapan
hujan sudah lama berhenti
lalu aku melihat kesempurnaan pada wajahmu
bercahaya
meski pun kegelapan ini
sesekali telindung kita
kesamaran rindu jauh
kau tetap di hatiku
kau selalu dalam ingatan indah
keemasan
kenangan demi kenangan
mengusik jiwa
kau lah ingatan ku yang mekar
mewangi sentiasa bertambah
semakin hampir di hatiku
yang sunyi menanti
anakanda
mungkin suatu hari nanti
kita kan dapat bertemu kembali
janganlah kau bersedih
kaulah bayangan bulan
yang terbayang tenang di kolam hatiku
dan dia semakin menghampiri
mewarnai kerinduan yang lama.
P/S Anakanda Cahaya
Friday, October 01, 2010
HANYA HUJAN MASIH TERUS BERNYANYI
Betapa sunyi malam ini
langit gelap tepu tanpa bulan
bintang bintang hilang
tidak lagi berkelipan
aku sendri di kamar sepi
mengurung diri
tanpa sesiapa
hanya lagu kesedihan dulu
bermain di ingatan
malam ini lagu itu
semakin menguris hatiku
tapi aku masih terus mahu
mendengarkannya
setiap kali aku teringat padamu
walau pun telah berkali kali
harus di sakiti
pedih pilu luka hati ini
untuk selamanya
di dalam hujan
bagai deraian pecah
hempasan kaca kaca
bertaburan
hari demi hari
aku sentiasa merasakan
kau masih tetap bersama menemani
tidak pernah jemu
semakin jauh kau berlalu
semakin lebat
hujan mengamit rindu.
langit gelap tepu tanpa bulan
bintang bintang hilang
tidak lagi berkelipan
aku sendri di kamar sepi
mengurung diri
tanpa sesiapa
hanya lagu kesedihan dulu
bermain di ingatan
malam ini lagu itu
semakin menguris hatiku
tapi aku masih terus mahu
mendengarkannya
setiap kali aku teringat padamu
walau pun telah berkali kali
harus di sakiti
pedih pilu luka hati ini
untuk selamanya
di dalam hujan
bagai deraian pecah
hempasan kaca kaca
bertaburan
hari demi hari
aku sentiasa merasakan
kau masih tetap bersama menemani
tidak pernah jemu
semakin jauh kau berlalu
semakin lebat
hujan mengamit rindu.
Wednesday, September 29, 2010
Sunday, September 26, 2010
Sunday, September 05, 2010
Wednesday, August 25, 2010
SELAMAT HARI RAYA KEKASIH KERINDUANKU LANGIT BIRU
Kuhulur sepenuh kasih
rindu dendam
buat dikau kekasih
di meriah Aidilfitri mulia
meskipun di kejauhan
semuga berbahagia
Selamat Hari Raya kekasih
kekasihku yang manis
yang adamu sentiasa
membuat langit ku biru
dan awan mengebu putih
pohon teduh
kau dihatiku
bagai lukisan indah
yang tergantung dikamar sepi
untuk selamanya
mewarnai mimpi mimpi
di daerah perkasihan
maafkan aku
jika aku bersalah
terhadapmu
dan tidak menyedari
akan kesilapanku itu
sebenarnya
kau lah
antara kesabaran penuh
bagai cahaya permata hijau
gemilang sentiasa
memancar di perlembahan
di subur perkebunan
kekasih
maafkan aku kerana
sering membuat sangka
menjadi keliru sentiasa
sering membuat calar
hatimu terguris pedih pilu luka
tapi untuk selamanya
kau telah hadir di dalam hidupku
dan ada sesuatu yang teristimewa
yang pernah kau bawa selama ini
telah mencetuskan
kemeriahan cinta
begitu berharga
untuk kita bercerita
lalu kembali
menjadi muda.
rindu dendam
buat dikau kekasih
di meriah Aidilfitri mulia
meskipun di kejauhan
semuga berbahagia
Selamat Hari Raya kekasih
kekasihku yang manis
yang adamu sentiasa
membuat langit ku biru
dan awan mengebu putih
pohon teduh
kau dihatiku
bagai lukisan indah
yang tergantung dikamar sepi
untuk selamanya
mewarnai mimpi mimpi
di daerah perkasihan
maafkan aku
jika aku bersalah
terhadapmu
dan tidak menyedari
akan kesilapanku itu
sebenarnya
kau lah
antara kesabaran penuh
bagai cahaya permata hijau
gemilang sentiasa
memancar di perlembahan
di subur perkebunan
kekasih
maafkan aku kerana
sering membuat sangka
menjadi keliru sentiasa
sering membuat calar
hatimu terguris pedih pilu luka
tapi untuk selamanya
kau telah hadir di dalam hidupku
dan ada sesuatu yang teristimewa
yang pernah kau bawa selama ini
telah mencetuskan
kemeriahan cinta
begitu berharga
untuk kita bercerita
lalu kembali
menjadi muda.
Sunday, August 22, 2010
KEMBALIKAN SENJA RESAH RINDU
Kekasih
meskikah kau kuburkan cinta ini
aku tidak mungkin percaya
kulihat wajahmu penuh di langit
antara lautan pekat membiru
ternyata kau masih membisu
seribu bahasa
kau tinggalkan cebisan hati
rapuh luka
kau lukiskan harapan
semanis janji
tetapi mengapa
indah impian ingin kau pisahkan
jauh dari dirimu
sepantas itu
menyendiri
kekasih
kuhadapi hari hari ini
dengan kehampaan
kekosongan
di manakah bunga bunga
yang menghiasi dadamu dulu
mewangi dalam dakapan
rindu lama
kekasih
kembalilah padaku
senja resah rindu
merah kembangan
seperti laut pulang
ke langit tinggi
hujan
kasih bersandaran kasih
laksana acuan meruntun hati
bagai bayang bayang memburu matahari
mengejar detik pertemuan
dan mimpi berputik makna
putih hati kerudung bidadari
berwajah bulan
yang kau tinggalkan hanyalah
padang padang luas terbuka
dari segala teduh kehijauan
hanya kamu kekasihku
tanpa sesiapa
kau pastinya tumbuh di mana mana
subur dalam hatiku..
meskikah kau kuburkan cinta ini
aku tidak mungkin percaya
kulihat wajahmu penuh di langit
antara lautan pekat membiru
ternyata kau masih membisu
seribu bahasa
kau tinggalkan cebisan hati
rapuh luka
kau lukiskan harapan
semanis janji
tetapi mengapa
indah impian ingin kau pisahkan
jauh dari dirimu
sepantas itu
menyendiri
kekasih
kuhadapi hari hari ini
dengan kehampaan
kekosongan
di manakah bunga bunga
yang menghiasi dadamu dulu
mewangi dalam dakapan
rindu lama
kekasih
kembalilah padaku
senja resah rindu
merah kembangan
seperti laut pulang
ke langit tinggi
hujan
kasih bersandaran kasih
laksana acuan meruntun hati
bagai bayang bayang memburu matahari
mengejar detik pertemuan
dan mimpi berputik makna
putih hati kerudung bidadari
berwajah bulan
yang kau tinggalkan hanyalah
padang padang luas terbuka
dari segala teduh kehijauan
hanya kamu kekasihku
tanpa sesiapa
kau pastinya tumbuh di mana mana
subur dalam hatiku..
Tuesday, August 17, 2010
KEKASIH SIANG MALAMKU CENDERAWASIH
Sungguh sunyi ini
mengajar aku
luka ini pun pedih
ingatan beterbangan
mencarimu
melewati luas lautan
bergelombang
lenyap ke mana mana pergi
hanyut hilang sarang sarang
di pergunungan tinggi
dalam hijau bumi
berkabus tebal
tersembunyi
kekasih
kuingin sentiasa bersama
bagai ombak dan pantai
berkejaran
mengutip sisa
bagai matahari dan pohon
bermandi cahaya
kehidupan
bagai bulan dan bintang
bertaburan
di indah kedamaian
bagai kumbang dan bunga
saling memerlukan
pesona tari
mengoda jiwa
bertelekan wajah
bantal dan mimpi mimpi pelangi
tentang kita sudah lama kuhajati
sehingga aku tertunggu tunggu
termanggu terlena di kolam
setelah sedar pagi
hari sudah meninggi
dan kudup teratai
sudah lama berkembang
sendiri
kekasih
di mana kah dinda
tenggelam di lapisan alam
hilang di jauh lamunan malam
hanya desir ombak
bekejaran
berlagu pilu
meratap tidak jemu
memukul pantai kesepian
memujuk bertahan
buih buih kenangan
masih jelas
bersemi indah dalam ingatan
kulit kulit siput kemerahan
batu batu dan pasir
berselerakan
gelisah rasa
meratap memohon
terbang kembalikan
kekasihku cenderawasih
aku dahaga dalam cangkir rindu
berulam kasih
bertautan tasbih.
mengajar aku
luka ini pun pedih
ingatan beterbangan
mencarimu
melewati luas lautan
bergelombang
lenyap ke mana mana pergi
hanyut hilang sarang sarang
di pergunungan tinggi
dalam hijau bumi
berkabus tebal
tersembunyi
kekasih
kuingin sentiasa bersama
bagai ombak dan pantai
berkejaran
mengutip sisa
bagai matahari dan pohon
bermandi cahaya
kehidupan
bagai bulan dan bintang
bertaburan
di indah kedamaian
bagai kumbang dan bunga
saling memerlukan
pesona tari
mengoda jiwa
bertelekan wajah
bantal dan mimpi mimpi pelangi
tentang kita sudah lama kuhajati
sehingga aku tertunggu tunggu
termanggu terlena di kolam
setelah sedar pagi
hari sudah meninggi
dan kudup teratai
sudah lama berkembang
sendiri
kekasih
di mana kah dinda
tenggelam di lapisan alam
hilang di jauh lamunan malam
hanya desir ombak
bekejaran
berlagu pilu
meratap tidak jemu
memukul pantai kesepian
memujuk bertahan
buih buih kenangan
masih jelas
bersemi indah dalam ingatan
kulit kulit siput kemerahan
batu batu dan pasir
berselerakan
gelisah rasa
meratap memohon
terbang kembalikan
kekasihku cenderawasih
aku dahaga dalam cangkir rindu
berulam kasih
bertautan tasbih.
Saturday, August 14, 2010
KEKASIH YANG KUKAGUMI SESUCI HATI
Langit teduh
senja semakin berlabuh
wajah merah langit itu
selembut semerah pipimu
menitis rinduku ungu
ingatan jauh kembali
berlabuh kepangkuan
kekasihku ketenangan
mengharungi kelaparan
kau lah bidadariku
yang berarakan
melebarkan selendang kesucian
kesabaran pada hati
dengan ketakwaan
kenikmatan putih
seputih awan
bersama bayu bertiup lembut
di padang padang hijau
kekuatan teguh
semakin hampir berbuka
semakin bersungguh
wajahmu semakin merah
semakin ceria
bagai mawar mekar
tersenyum simpul di tangga
keasyikan terhenti
sehingga selamanya kukagumi
keindahan yang terpancar di hati
kesempurnaan.
senja semakin berlabuh
wajah merah langit itu
selembut semerah pipimu
menitis rinduku ungu
ingatan jauh kembali
berlabuh kepangkuan
kekasihku ketenangan
mengharungi kelaparan
kau lah bidadariku
yang berarakan
melebarkan selendang kesucian
kesabaran pada hati
dengan ketakwaan
kenikmatan putih
seputih awan
bersama bayu bertiup lembut
di padang padang hijau
kekuatan teguh
semakin hampir berbuka
semakin bersungguh
wajahmu semakin merah
semakin ceria
bagai mawar mekar
tersenyum simpul di tangga
keasyikan terhenti
sehingga selamanya kukagumi
keindahan yang terpancar di hati
kesempurnaan.
Sunday, August 08, 2010
RINDUKU DI USUNG AWAN
Senja kekasih kerinduanku
meski pun jauh
apa khabar kau di sana
semuga namaku akan selalu ada
indah tertulis dalam hatimu
akan terus selamanya ada
terlukis dalam ingatan
semuga kita bersama
akan terus selamanya
dalam ingatan
bahagia
Kekasih
malam tiba bersama
senyum biru di kegelapan
tapi bulan menghiasinya
dengan cahaya
dan senyum itu
mula menyerlah
bintang bintang
menegurku
kebimbangan resah
bekerlipan
bulan tidur di pengusungan
beradu di dalam awan
sehingga aku hanyut jauh
bersama indah lamunan
bintang bintang pun
menaburkan salam
mengiringi kerinduan.
meski pun jauh
apa khabar kau di sana
semuga namaku akan selalu ada
indah tertulis dalam hatimu
akan terus selamanya ada
terlukis dalam ingatan
semuga kita bersama
akan terus selamanya
dalam ingatan
bahagia
Kekasih
malam tiba bersama
senyum biru di kegelapan
tapi bulan menghiasinya
dengan cahaya
dan senyum itu
mula menyerlah
bintang bintang
menegurku
kebimbangan resah
bekerlipan
bulan tidur di pengusungan
beradu di dalam awan
sehingga aku hanyut jauh
bersama indah lamunan
bintang bintang pun
menaburkan salam
mengiringi kerinduan.
Friday, July 30, 2010
Thursday, July 29, 2010
Wednesday, July 28, 2010
TIDAK PERNAH ADA SENYUM DI SINI
Kabul
Peshawar
tidak pernah ada senyum di sini
tidak ada ruang lagi
untuk kita enak berdiri
hanya peluru motar
dan bom bom berapi
berkeliaran
menyambar maut
mengekori
menghunjam lebur
gua gua pertapaan
penjara hitam
kelaparan
dikepung
kental perjuangan
suci hati
anak pribumi
Afghanistan
Qandahar
Laskar
Jalallabad
hanya batu batu
yang semakin hancur
menjadi debu
beterbangan
anak anak kecil malang
tenggelam di sana hilang
di celah celah batu hitam
petanda kejam
pentualang
serigala yang kelaparan
penguasa metos mimpi
kerasukan
zaman berzaman
lalu di sini tidak pernah ada
belas kasih simpati
sehingga mata mereka merah
bernyala nyala bernanah
kepedihan
hanya jerit sakit di mana mana
hanya pusara tidak bertanda
tinggal airmata terus selamanya
tumpah melimpah
di bumi berdarah
di sini tidak lagi pernah ada
bunga bunga indah
malam ini siapakah lagi
yang bakal menemani
unggun api ini
hanya tinggal bara
yang tidak pernah padam
percikannya sampai bila bila.
Peshawar
tidak pernah ada senyum di sini
tidak ada ruang lagi
untuk kita enak berdiri
hanya peluru motar
dan bom bom berapi
berkeliaran
menyambar maut
mengekori
menghunjam lebur
gua gua pertapaan
penjara hitam
kelaparan
dikepung
kental perjuangan
suci hati
anak pribumi
Afghanistan
Qandahar
Laskar
Jalallabad
hanya batu batu
yang semakin hancur
menjadi debu
beterbangan
anak anak kecil malang
tenggelam di sana hilang
di celah celah batu hitam
petanda kejam
pentualang
serigala yang kelaparan
penguasa metos mimpi
kerasukan
zaman berzaman
lalu di sini tidak pernah ada
belas kasih simpati
sehingga mata mereka merah
bernyala nyala bernanah
kepedihan
hanya jerit sakit di mana mana
hanya pusara tidak bertanda
tinggal airmata terus selamanya
tumpah melimpah
di bumi berdarah
di sini tidak lagi pernah ada
bunga bunga indah
malam ini siapakah lagi
yang bakal menemani
unggun api ini
hanya tinggal bara
yang tidak pernah padam
percikannya sampai bila bila.
Tuesday, July 27, 2010
JANGAN BERSEDIH PERAWAN MALAM KU
Hujan malam datang lagi menyimbah
desir angin kian meresah gelisah
bertiuplah khabar dari jauh
kenangan pun
tersinggah indah
hujan bernyanyi
dedaun pun menari
ku dikedinginan malam
kau kah itu rindu
yang membawakan salam
dari dermaga luka
bercucuran air mata
tertumpah dibaju
ku dihiburkan resah hujan malam
lagu sendu dari sarat hasrat
kerinduan turun tertimpa melebat
daun daun bertebaran
hanya satu
kupunggut kusimpan
dimalam kelam
kusembunyikan
dalam hatiku
sejauh jauh
sedalam dalam
sentuhan warna
coretan lukisan
ilusi dan nyata
kekasih
usahlah bersedih
aku harap kau tahu itu
siapa kah dia perawan malam
yang sering kutunggu
menjelmalah
dalam mimpi mimpi sugulku.
desir angin kian meresah gelisah
bertiuplah khabar dari jauh
kenangan pun
tersinggah indah
hujan bernyanyi
dedaun pun menari
ku dikedinginan malam
kau kah itu rindu
yang membawakan salam
dari dermaga luka
bercucuran air mata
tertumpah dibaju
ku dihiburkan resah hujan malam
lagu sendu dari sarat hasrat
kerinduan turun tertimpa melebat
daun daun bertebaran
hanya satu
kupunggut kusimpan
dimalam kelam
kusembunyikan
dalam hatiku
sejauh jauh
sedalam dalam
sentuhan warna
coretan lukisan
ilusi dan nyata
kekasih
usahlah bersedih
aku harap kau tahu itu
siapa kah dia perawan malam
yang sering kutunggu
menjelmalah
dalam mimpi mimpi sugulku.
Monday, July 26, 2010
HANYA SECEBIS SEDETIK SEKEPAL DOA PENGHARAPAN
Hanya tinggal secebis
sedetik ruang waktu
untuk kita membaca
mengenal
memerhatikan
dan bertanya juga
pada diri sendiri
kemana arah
pagi dan senja
berlalu
sedang sedetik itu
begitu pantas pergi
meninggalkan kita
yang sentiasa leka
terbangun dari mimpi
terpingga pinga pelupa
kemana arah
pohon hati ini
condong
dari secebis
sesingkat waktu
tertangguh
adalah ruang penuh
kesalan sungguh
untuk kita memohon
sejuta kemaafan
tertebuskah ia
tertimbuskah ia
dengan sekadar
hanya ingatan
melimpah
jenuh
hanya satu
atas dasar cinta apa
yang mungkin meletakkan aku
terbuang di mana mana
kekasih
Seikhlas aku menerima sakit ini
dan tawakal aku berserah diri
bersujud padaMu
di lantai bumi
berbumbungkan langit
kurenangi seluas lautan
terdampar di pantai
hanya berbekal sekepal doa
tulus pengharapan.
sedetik ruang waktu
untuk kita membaca
mengenal
memerhatikan
dan bertanya juga
pada diri sendiri
kemana arah
pagi dan senja
berlalu
sedang sedetik itu
begitu pantas pergi
meninggalkan kita
yang sentiasa leka
terbangun dari mimpi
terpingga pinga pelupa
kemana arah
pohon hati ini
condong
dari secebis
sesingkat waktu
tertangguh
adalah ruang penuh
kesalan sungguh
untuk kita memohon
sejuta kemaafan
tertebuskah ia
tertimbuskah ia
dengan sekadar
hanya ingatan
melimpah
jenuh
hanya satu
atas dasar cinta apa
yang mungkin meletakkan aku
terbuang di mana mana
kekasih
Seikhlas aku menerima sakit ini
dan tawakal aku berserah diri
bersujud padaMu
di lantai bumi
berbumbungkan langit
kurenangi seluas lautan
terdampar di pantai
hanya berbekal sekepal doa
tulus pengharapan.
Sunday, July 25, 2010
HANYA PADAMU AKU BERSERAH
Bangun kita hari ini
dari simpul kehidupan
luka luka derita
dari celah ragam
anika warna
yang pernah kita lukiskan
sepanjang perjalanan
kita susuli jalan kebenaran
lorong lorong kemaafan
dan kita mengharapkan
lahirnya ia kembali
dari segala ketenangan
kuntum kuntum indah
berkembang semula
mewangi
Hanya padaMu Ya Allah
aku berserah
bersandar diri
lahirkanlah keindahan
di hatiku kembali
bersama ketakwaan
keimanan sejati.
dari simpul kehidupan
luka luka derita
dari celah ragam
anika warna
yang pernah kita lukiskan
sepanjang perjalanan
kita susuli jalan kebenaran
lorong lorong kemaafan
dan kita mengharapkan
lahirnya ia kembali
dari segala ketenangan
kuntum kuntum indah
berkembang semula
mewangi
Hanya padaMu Ya Allah
aku berserah
bersandar diri
lahirkanlah keindahan
di hatiku kembali
bersama ketakwaan
keimanan sejati.
JEJAK JEJAK PENGEMBARA YANG PULANG
Aku kembali menjengukmu kasih
pada malam dingin
berbisik derai hujan
bagai musafir kewalahan
menentang badai di lautan
menongkah arus
penuh keyakinan
semuga masih ada ruang untukku
bercerita bagai dulu
lupakah kau padaku
penuh harapan
aku teruskan jua mencari
jejak jejak yang hilang
mencari ketenangan di pantai ini
seputih hamparan buih
menyimbah ke pasir bersih
burung burung laut pun bernyanyi lagi
menyambut kepulangan
para pejuang dulu
ke taman taman puisi
bangku kita
yang lama di tinggalkan
kerinduan terpendam
tertangguh
dengan lapang dada
kau masih tersenyum
disambut taburan bunga
sebak sendiri oleh ingatan dulu
kulafaskan sepenuh rasa
hasrat kembali bersuara
tapi keharuan masih terkedu
terdiam tertahan
tidak terkata
di merah senja tadi.
pada malam dingin
berbisik derai hujan
bagai musafir kewalahan
menentang badai di lautan
menongkah arus
penuh keyakinan
semuga masih ada ruang untukku
bercerita bagai dulu
lupakah kau padaku
penuh harapan
aku teruskan jua mencari
jejak jejak yang hilang
mencari ketenangan di pantai ini
seputih hamparan buih
menyimbah ke pasir bersih
burung burung laut pun bernyanyi lagi
menyambut kepulangan
para pejuang dulu
ke taman taman puisi
bangku kita
yang lama di tinggalkan
kerinduan terpendam
tertangguh
dengan lapang dada
kau masih tersenyum
disambut taburan bunga
sebak sendiri oleh ingatan dulu
kulafaskan sepenuh rasa
hasrat kembali bersuara
tapi keharuan masih terkedu
terdiam tertahan
tidak terkata
di merah senja tadi.
Tuesday, July 20, 2010
Monday, July 19, 2010
KEKASIHKU MERUNGKAI BUIH DI PESISIRAN
Kekasihku kesetiaan
Aku tidak pernah lupa
kulit kulit siput di pasir
debur ombak berkejar di lautan
serta batu batu tertegun
teguh pendirian
lumut hijau
indah impian
malam ini kunyanyikan laguku
cinta kita seluas alam
sebiru langit
tidak pernah terhenti
kehidupan yang masih kusandang
duri duri yang terpijak
aku masih berdiri
bertahan sakit
tapi aku tidak peduli
tidak mengapa sayangku
aku hanya digugah angin lalu
kesabaran
Kekasihku kesetiaan
Selamanya kau
masih kukenang
dan ketika janji itu
telah tertitip di hatiku
dan aku masih melihat wajahmu
sugul di bawah kerudung ungu
dalam tenang tersipu malu
menunggu tibanya
hujan hujan rindu
dalam sakit penuh
senyum payah
di pantai ini
aku terus menunggu
hanya kamu
aku pasti menanti
dan kisah kisah lalu kita
terlukis indah di ingatan
tidak pernah tergugat
oleh sebarang rayuan
nyanyi sang duyung
keasyikan memutih
aku hanya merungkai buih
kewajaran di pesisiran.
Aku tidak pernah lupa
kulit kulit siput di pasir
debur ombak berkejar di lautan
serta batu batu tertegun
teguh pendirian
lumut hijau
indah impian
malam ini kunyanyikan laguku
cinta kita seluas alam
sebiru langit
tidak pernah terhenti
kehidupan yang masih kusandang
duri duri yang terpijak
aku masih berdiri
bertahan sakit
tapi aku tidak peduli
tidak mengapa sayangku
aku hanya digugah angin lalu
kesabaran
Kekasihku kesetiaan
Selamanya kau
masih kukenang
dan ketika janji itu
telah tertitip di hatiku
dan aku masih melihat wajahmu
sugul di bawah kerudung ungu
dalam tenang tersipu malu
menunggu tibanya
hujan hujan rindu
dalam sakit penuh
senyum payah
di pantai ini
aku terus menunggu
hanya kamu
aku pasti menanti
dan kisah kisah lalu kita
terlukis indah di ingatan
tidak pernah tergugat
oleh sebarang rayuan
nyanyi sang duyung
keasyikan memutih
aku hanya merungkai buih
kewajaran di pesisiran.
Sunday, July 11, 2010
DARI PENJARA JIWA
Dunia sentiasa berputar
tapi malam tetap kembali kepada malam
dan siang kembali kepada siang
lalu aku kembali kedalam sepiku dulu
sepi yang selamanya aku harus diam
melihat kesilapan demi kesilapan
yang pernah tertimpa
berkali kali
hanyalah kerana
aku tidak mungkin lagi
memiliki indahnya bunga bunga
sepanjang perjalanan
ke penjara jiwa ini
kata mereka
aku yang bersalah
aku lah yang harus
menerima padah
kerana melayarkan
kata kata pesona
sihir keasyikan
hanya mainan perasaan
ketagih indah
sakit sedu senja
luka menghiris jiwa
tertunggu tunggu
rindu suram malam
di bawah bulan terang
dan bertaburan bintang bintang
mereka ingin sekali
melihat sayap sayap bidadari
beterbangan tinggi.
tapi malam tetap kembali kepada malam
dan siang kembali kepada siang
lalu aku kembali kedalam sepiku dulu
sepi yang selamanya aku harus diam
melihat kesilapan demi kesilapan
yang pernah tertimpa
berkali kali
hanyalah kerana
aku tidak mungkin lagi
memiliki indahnya bunga bunga
sepanjang perjalanan
ke penjara jiwa ini
kata mereka
aku yang bersalah
aku lah yang harus
menerima padah
kerana melayarkan
kata kata pesona
sihir keasyikan
hanya mainan perasaan
ketagih indah
sakit sedu senja
luka menghiris jiwa
tertunggu tunggu
rindu suram malam
di bawah bulan terang
dan bertaburan bintang bintang
mereka ingin sekali
melihat sayap sayap bidadari
beterbangan tinggi.
Subscribe to:
Posts (Atom)
























