Malam kuterokai langit
kugenggam sekepal doa ini
buatmu kekasih yang jauh
di peraduan mimpi
agar tidurmu dihias cahaya
digelangi pelangi
segala ketenangan tiba
bagai awan putih yang menyelimuti
calar bulan
Malam kuharungi belantara jiwa
biar kupimpin tanganmu
runtun hatiku menyapa
tenggelam dikehijauan
kuhamparkan sejadah wangi
bersujudlah di taman taman
di dalam seribu haruman bunga
daerah perkasihan kita
bersama mengenal Dia
Dengarkan debur resahnya
dari pulau pulau harapan
pulau yang timbul dari karang
puisi puisi berbalasan
tersusun stanza dan rima
terjalin asonansi dan gaya
bagai ombak dan pantai
berkejaran rasa
batu batu pun
bertasbih bercinta.
Sunday, February 21, 2010
PUISI BUAT CAHAYA KEKASIH
Anakanda
harap anakanda mengerti
tentang rumitnya hidup seorang lelaki ini
yang pernah kau panggil abah
yang perjuangannya tidak pernah mati
dia hanya memerlukan seseorang
yang hadir disisi untuk ia dampingi
untuk dia sayangi
sehingga terasa dirinya begitu dihargai
di sanalah sungai kehidupan
yang seringnya mengalir deras
dan dia tidak sempat menjawab lagi
alasan alasan kenapa
begitu begini
dia hanya sempat memiliki
sekeping hati
sedikit bahagia
hanya itulah yang ia harapkan
untuk selamanya
sebelum pergi
setangkai bunga
dari kehidupannya yang selama ini
cukup payah
dia sebenarnya cukup menderita
dilambung dihempas sakitnya
sedari mula terbuang
pertemuan ini pun bukanlah sesuatu
yang dirancangkan
bagaimana harus ku ceritakan
dari hatiku yang berdetik
dan terbuka
kerana di sana
telah tertulis segala ketentuan
yang sentiasa kurelakan
terhadapku walaupun sedetik rasa
walau pun seribu cemuhan yang bakal kuterima
kerana dia
ku miliki sinar cahaya
aku tidak peduli semua
kesakitan dulu
janganlah berkecil hati
kerana kau juga anakku
cahaya mataku
dan kuberikan kasih sepenuhnya
sebagai seorang anak
yang sebenarnya ku perlukan juga
seadanya
dan aku sangat bahagia
seorang anakku yang gigih berdikari
tidak gentar di padang cabaran
kerana apa yang tidak pernah kau miliki
sudah terjawab akhirnya
punya seorang ayah seperti ini
yang sama degilnya di arena perjuangan.
harap anakanda mengerti
tentang rumitnya hidup seorang lelaki ini
yang pernah kau panggil abah
yang perjuangannya tidak pernah mati
dia hanya memerlukan seseorang
yang hadir disisi untuk ia dampingi
untuk dia sayangi
sehingga terasa dirinya begitu dihargai
di sanalah sungai kehidupan
yang seringnya mengalir deras
dan dia tidak sempat menjawab lagi
alasan alasan kenapa
begitu begini
dia hanya sempat memiliki
sekeping hati
sedikit bahagia
hanya itulah yang ia harapkan
untuk selamanya
sebelum pergi
setangkai bunga
dari kehidupannya yang selama ini
cukup payah
dia sebenarnya cukup menderita
dilambung dihempas sakitnya
sedari mula terbuang
pertemuan ini pun bukanlah sesuatu
yang dirancangkan
bagaimana harus ku ceritakan
dari hatiku yang berdetik
dan terbuka
kerana di sana
telah tertulis segala ketentuan
yang sentiasa kurelakan
terhadapku walaupun sedetik rasa
walau pun seribu cemuhan yang bakal kuterima
kerana dia
ku miliki sinar cahaya
aku tidak peduli semua
kesakitan dulu
janganlah berkecil hati
kerana kau juga anakku
cahaya mataku
dan kuberikan kasih sepenuhnya
sebagai seorang anak
yang sebenarnya ku perlukan juga
seadanya
dan aku sangat bahagia
seorang anakku yang gigih berdikari
tidak gentar di padang cabaran
kerana apa yang tidak pernah kau miliki
sudah terjawab akhirnya
punya seorang ayah seperti ini
yang sama degilnya di arena perjuangan.
Thursday, February 18, 2010
HANYA DOA MENGIRINGI
Salam buat kekasihku
Rindu menjemputmu
bersama kembangan pagi
dan terbitnya mentari
burung burung melayah
terbang ke langit tinggi
ke dalam birunya kasih
kau kekasihku jauh di sana
bergelut dengan sakit
dan aku di sini terpintal resah
bergulung lara
hanya doa
agar kau sembuh segera
dan dapat jalani hidup ini
seperti biasa
apa lagi yang harus kulakukan
buat mengebahkan sakitmu
supaya segera sembuh
agar sirna kembali
cahaya hidup ini
selamanya
aku berdiri di pintu
tanpa arah
kau jauh di sana
bagaimana
tertanya khabar berita.
Rindu menjemputmu
bersama kembangan pagi
dan terbitnya mentari
burung burung melayah
terbang ke langit tinggi
ke dalam birunya kasih
kau kekasihku jauh di sana
bergelut dengan sakit
dan aku di sini terpintal resah
bergulung lara
hanya doa
agar kau sembuh segera
dan dapat jalani hidup ini
seperti biasa
apa lagi yang harus kulakukan
buat mengebahkan sakitmu
supaya segera sembuh
agar sirna kembali
cahaya hidup ini
selamanya
aku berdiri di pintu
tanpa arah
kau jauh di sana
bagaimana
tertanya khabar berita.
KEKASIHKU DARI SEGALA INDAH
Berteleku
meraut rinduku
garis garis sepi
bagaimana harus kulukiskan
indah hasratku
berbunga bunga terhadapmu
lukisan indah yang lebih indah dari itu
kecintaan terhadapmu
setulus cintamu
ikhlas kita
bagaimana harus kutuliskan
apa yang harus kuucapkan
selembut puisi syahdu
kata kata indah yang lebih indah dari itu
bergetar rasa dalam hatiku
meniti waktu meronta
tercari cari kata
tercari cari warna
kau yang teristimewa
mungkinkah menunggu
ilham dari langit
bidadari bidadari
menjelma berbisik.
meraut rinduku
garis garis sepi
bagaimana harus kulukiskan
indah hasratku
berbunga bunga terhadapmu
lukisan indah yang lebih indah dari itu
kecintaan terhadapmu
setulus cintamu
ikhlas kita
bagaimana harus kutuliskan
apa yang harus kuucapkan
selembut puisi syahdu
kata kata indah yang lebih indah dari itu
bergetar rasa dalam hatiku
meniti waktu meronta
tercari cari kata
tercari cari warna
kau yang teristimewa
mungkinkah menunggu
ilham dari langit
bidadari bidadari
menjelma berbisik.
Wednesday, February 17, 2010
Monday, February 15, 2010
KEKASIHKU SUNYI ITU
Sunyi panjang hari ini
ku kehilangan baris kata kata
puisi indah darimu
yang saban waktu datang
menghiburku
seperti ruang kosong hampa
tanpa sesiapa
seperti pohon diam
sekelian alam tidak menyapa
burung burung hilang
terbang kemana
awan di langit tidak bergerak
dan aku diam tidak berganjak
mencarimu
dari nota ke nota
pada setiap bait puisi puisi lama
berulang kali ku bacakan
semakin lama semakin
ketemu indah
dan akan terus kubacakan
buat mengisi setiap inci kesunyian ini
kekosongan yang mula menyerbu
mahu menderaku
pada akal fikir
hati nurani
kekasihku
datanglah
bersuaralah walau pun sepatah.
ku kehilangan baris kata kata
puisi indah darimu
yang saban waktu datang
menghiburku
seperti ruang kosong hampa
tanpa sesiapa
seperti pohon diam
sekelian alam tidak menyapa
burung burung hilang
terbang kemana
awan di langit tidak bergerak
dan aku diam tidak berganjak
mencarimu
dari nota ke nota
pada setiap bait puisi puisi lama
berulang kali ku bacakan
semakin lama semakin
ketemu indah
dan akan terus kubacakan
buat mengisi setiap inci kesunyian ini
kekosongan yang mula menyerbu
mahu menderaku
pada akal fikir
hati nurani
kekasihku
datanglah
bersuaralah walau pun sepatah.
SEBUAH KUMPULAN PUISI
Langit biru mula mengorak awan
menampilkan cerahnya damai
hari sudah tinggi
angin bertiup kencang
dan aku diserbu kesegaran
matahari melimpahkan cahayanya
tapi teduh
manusia berlegar legar
dijalanan
dengan segala tujuan
arah sendiri
aku di kamar sepi
mengurung diri
bersama berkembangnya
bunga bunga puisi
yang sekian lama ku kumpulkan
harapanku menjadi satu
sebuah kumpulan puisi
daerah perkasihan kita
puisi indah dari hatimu
bicara rasa dari jiwaku
hujan hujan rindu
InsyaAllah.
menampilkan cerahnya damai
hari sudah tinggi
angin bertiup kencang
dan aku diserbu kesegaran
matahari melimpahkan cahayanya
tapi teduh
manusia berlegar legar
dijalanan
dengan segala tujuan
arah sendiri
aku di kamar sepi
mengurung diri
bersama berkembangnya
bunga bunga puisi
yang sekian lama ku kumpulkan
harapanku menjadi satu
sebuah kumpulan puisi
daerah perkasihan kita
puisi indah dari hatimu
bicara rasa dari jiwaku
hujan hujan rindu
InsyaAllah.
AKU BUKAN PEMBUNUH ITU
Tiba- tiba kau kata
aku memancungmu
apa ini
bila kenapa
mendadak kau mahu pergi
tanpa ruang
untuk aku bersuara
untuk aku bertanya
apakah sebabnya
memang aku benar benar tidak mengerti
apa sebenar yang tersembunyi
jujurlah padaku
bukan kah sudah kukatakan dulu
siapa pun dirimu
aku sentiasa menerima seadanya
ingatkah kau janji itu
aku hanya tahu tentang rinduku
aku hanya menyintaimu
aku memang tidak tahu apa apa
tentang dirimu
selebihnya.
aku memancungmu
apa ini
bila kenapa
mendadak kau mahu pergi
tanpa ruang
untuk aku bersuara
untuk aku bertanya
apakah sebabnya
memang aku benar benar tidak mengerti
apa sebenar yang tersembunyi
jujurlah padaku
bukan kah sudah kukatakan dulu
siapa pun dirimu
aku sentiasa menerima seadanya
ingatkah kau janji itu
aku hanya tahu tentang rinduku
aku hanya menyintaimu
aku memang tidak tahu apa apa
tentang dirimu
selebihnya.
KENAPA BEGITU KASIHKU
Kekasihku
apakah yang telah terjadi
terpinga pinga aku
apakah rahsia
yang kau sembunyikan
tertanya tanya
apakah sebabnya
sehingga kau tinggalkan
aku sendirian
apakah yang telah kulakukan
sehingga begini jadinya
ceritakanlah agar kutahu
apa sebenarnya yang telah berlaku
kucari dirimu serata alam
namun inikah hukumannya
sedang rindu ini
terkapai kapai
meronta
terpanggang tanpa kata.
apakah yang telah terjadi
terpinga pinga aku
apakah rahsia
yang kau sembunyikan
tertanya tanya
apakah sebabnya
sehingga kau tinggalkan
aku sendirian
apakah yang telah kulakukan
sehingga begini jadinya
ceritakanlah agar kutahu
apa sebenarnya yang telah berlaku
kucari dirimu serata alam
namun inikah hukumannya
sedang rindu ini
terkapai kapai
meronta
terpanggang tanpa kata.
Sunday, February 14, 2010
SEJULUR CAHAYA

Dengarkanlah bisikan rinduku
kulafaskan ketika senja berlabuh
meskipun kau jauh
lihatlah warna indahku di langit sana
ketika cahaya matahari mula mencelah
awan gemawan berbagai rupa
merentas sepi alam
menembusi hatiku
dengan segala ingatan
terhadapmu
kekasih
lihatlah sejalur cahayanya
setia sampai di sana
pada alir sungai sungaimu
yang memantulkan silau cahaya
rindu itu di mata di hatimu jua
indah berbagai warna.
BAYANGANMU
Senja kulukiskan
bayangan dirimu
tiba tiba menjelma
mewarnai sunyi
berdiri di depanku
berwajah basah
terpaku tidak bersuara
mengigil jari jemarimu
tubuhmu tidak bisa lagi berdiri
apalagi untuk melangkah
menghampiri
hanya matamu tajam merenung
menunggu
Ya Ilahi
selepas solat
tertidur rupanya aku
kehibaan
jiwaku beterbangan
lenyap hilang ke sana
mencari dia
dari taman ke taman
lindungilah kami
berilah kami kekuatan.
bayangan dirimu
tiba tiba menjelma
mewarnai sunyi
berdiri di depanku
berwajah basah
terpaku tidak bersuara
mengigil jari jemarimu
tubuhmu tidak bisa lagi berdiri
apalagi untuk melangkah
menghampiri
hanya matamu tajam merenung
menunggu
Ya Ilahi
selepas solat
tertidur rupanya aku
kehibaan
jiwaku beterbangan
lenyap hilang ke sana
mencari dia
dari taman ke taman
lindungilah kami
berilah kami kekuatan.
POHON SENJA
Sunyi senja keemasan
menjelma lagi penuh kesyahduan
sarat ingatan padamu
merenung keluar jendela
daun daun menari
diusik bayu
bunga bunga di ranting
berkembang
dan ada kudup kudup kecil
mula memutik
kehijauan yang manis
demikianlah indahnya
ciptaan Ilahi
diberinya sedikit ruang waktu
untuk memerhatikan
kehidupan pada pohon yang teduh
dengan segala kerelaannya
kesetiaannya
menunggu dari musim kemusim
sehingga hujan rindunya datang
merubah keadaan dirinya
tidak seperti dulu lagi
kini dia lebih tabah
merendang lebih indah.
menjelma lagi penuh kesyahduan
sarat ingatan padamu
merenung keluar jendela
daun daun menari
diusik bayu
bunga bunga di ranting
berkembang
dan ada kudup kudup kecil
mula memutik
kehijauan yang manis
demikianlah indahnya
ciptaan Ilahi
diberinya sedikit ruang waktu
untuk memerhatikan
kehidupan pada pohon yang teduh
dengan segala kerelaannya
kesetiaannya
menunggu dari musim kemusim
sehingga hujan rindunya datang
merubah keadaan dirinya
tidak seperti dulu lagi
kini dia lebih tabah
merendang lebih indah.
Saturday, February 13, 2010
PAGI YANG TERSIMBAH INDAH
pagi cerah berpinar tajam
mentari menyinari bumi
menyimbah indah
menghirup udara segar dingin
bunga bunga kecil berkembang
dan burung burung bernyanyi
bayu kencang membawa salam
buat kekasih yang jauh
meriah rasanya di sini
kota yang ligat
tidak pernah penat
hari minggu yang lapang
tenang membaca puisimu
berbunga dan mekar
merajuk dan merayu
rindu dan hiba
suka dan duka
silih berganti
bertukar hati
daerah perkasihan kita
aku rindukan taman itu
malam tadi
bermimpikan tentang dirimu
kembara kasih tersemat dihatiku
melukiskan indahnya
di taman inderaloka
bersama berbaring di rumput hijau
di atas hamparan bunga
membacakan puisi cinta
bertingkah kata.
mentari menyinari bumi
menyimbah indah
menghirup udara segar dingin
bunga bunga kecil berkembang
dan burung burung bernyanyi
bayu kencang membawa salam
buat kekasih yang jauh
meriah rasanya di sini
kota yang ligat
tidak pernah penat
hari minggu yang lapang
tenang membaca puisimu
berbunga dan mekar
merajuk dan merayu
rindu dan hiba
suka dan duka
silih berganti
bertukar hati
daerah perkasihan kita
aku rindukan taman itu
malam tadi
bermimpikan tentang dirimu
kembara kasih tersemat dihatiku
melukiskan indahnya
di taman inderaloka
bersama berbaring di rumput hijau
di atas hamparan bunga
membacakan puisi cinta
bertingkah kata.
Friday, February 12, 2010
PENJARA
Inilah lorong lorong sunyi
kulalui kolong kolong hitam
kudengar jerit perih kasih
meronta merengkuh malam
apakah yang telah terjadi
sehingga tenggelam bersama
kepahitan kalut kota cinta
di mana kah kasihku itu
yang hanyut di deras
laut bergelora
lupakah dia padaku
di bawah pohon teruji ini
sekian waktu menunggu
membilang jari
meratapi mimpi
berguguran daun daun
kekeringan
lupakah dia
pada singkat masa berlalu
yang memenjarakan
usia kita
sehingga mungkin
tidak lagi dapat bertemu
hanya tinggal sisa
sepihan
detik detik waktu
saat demi saat.
kulalui kolong kolong hitam
kudengar jerit perih kasih
meronta merengkuh malam
apakah yang telah terjadi
sehingga tenggelam bersama
kepahitan kalut kota cinta
di mana kah kasihku itu
yang hanyut di deras
laut bergelora
lupakah dia padaku
di bawah pohon teruji ini
sekian waktu menunggu
membilang jari
meratapi mimpi
berguguran daun daun
kekeringan
lupakah dia
pada singkat masa berlalu
yang memenjarakan
usia kita
sehingga mungkin
tidak lagi dapat bertemu
hanya tinggal sisa
sepihan
detik detik waktu
saat demi saat.
Wednesday, February 10, 2010
KE MANA PERGINYA PENYAIR MALAM
Betapa sunyi malam ini
sepi semuanya tanpa sesiapa
meruntun waktu
mengelodak gelisahku
tercari cari puisi indahmu
berkali kali pertanyaan
kuulang baca
hanya jawapan tetap berulang
jawapan yang sama
Kekasihku penyair malam
ke mana kau menghilang
untuk sebentar pun
kuingin kau datang
alangkah resahnya menanti
membilang sejuta bintang
di langit tinggi
bertaburan
berkelipan
kau di sana di mana mana
masih mengerdipkan mata
sayap sayap bidadari beterbangan
mengusung sunyiku ke serata alam
di mana kekasihku
wajahnya terlukis di bulan
hingga rindu itu pun datang merenda
merangkul ku pelahan
hingga terlena dengan warna
penuh di tangan.
sepi semuanya tanpa sesiapa
meruntun waktu
mengelodak gelisahku
tercari cari puisi indahmu
berkali kali pertanyaan
kuulang baca
hanya jawapan tetap berulang
jawapan yang sama
Kekasihku penyair malam
ke mana kau menghilang
untuk sebentar pun
kuingin kau datang
alangkah resahnya menanti
membilang sejuta bintang
di langit tinggi
bertaburan
berkelipan
kau di sana di mana mana
masih mengerdipkan mata
sayap sayap bidadari beterbangan
mengusung sunyiku ke serata alam
di mana kekasihku
wajahnya terlukis di bulan
hingga rindu itu pun datang merenda
merangkul ku pelahan
hingga terlena dengan warna
penuh di tangan.
Tuesday, February 09, 2010
KEKASIHKU BERSETIALAH UNTUK SELAMANYA
Beginilah tenangnya
kolam cintaku terpendam
di mana kembang teratai berkembang
di sinilah puisi kasihku tersimpan
di lubuk hatiku diam
anak anak ikan kecil
berkejaran
hanya namamu kutuliskan
dengan segala indahnya
sebuah puisi panjang
selebat hujan hujan rindu
selebat kasihku padamu
sehijau lumut
dan di kedamaian ini
aku tidak lagi bimbang
akan kesetiaan kasihku
untuk selamanya
tersemat di lipatan rahsia
hingga hujung hayat nyawa
berjanjilah untuk kita.
kolam cintaku terpendam
di mana kembang teratai berkembang
di sinilah puisi kasihku tersimpan
di lubuk hatiku diam
anak anak ikan kecil
berkejaran
hanya namamu kutuliskan
dengan segala indahnya
sebuah puisi panjang
selebat hujan hujan rindu
selebat kasihku padamu
sehijau lumut
dan di kedamaian ini
aku tidak lagi bimbang
akan kesetiaan kasihku
untuk selamanya
tersemat di lipatan rahsia
hingga hujung hayat nyawa
berjanjilah untuk kita.
Sunday, February 07, 2010
WASILAH PEJUANG
Tidak lepas aku
dari renunganMu
mendebarkan
berjalan aku di arena
diperhatikan
puisi puisi perang
puisi seorang pejuang
ingin kubacakan
aku sedar akan sekelilingku
dipenuhi ratapan
riuh tangis meronta
kehancuran
malah jika perlu
akulah yang bakal berdiri
didepan itu
membela mereka
yang jenuh dihimpit kezaliman
ketika semua muncung senapang itu
telah mula dihalakan padaku
inilah wasilah yang kubawa
inilah pakaian putihku
inilah wasilah dari kekasihku
kita akan bangun dengan panji panji itu
aku hanya menunggu waktu
kebangkitannya
andaikata aku sudah di depan
aku tidak akan berpaling lagi.
dari renunganMu
mendebarkan
berjalan aku di arena
diperhatikan
puisi puisi perang
puisi seorang pejuang
ingin kubacakan
aku sedar akan sekelilingku
dipenuhi ratapan
riuh tangis meronta
kehancuran
malah jika perlu
akulah yang bakal berdiri
didepan itu
membela mereka
yang jenuh dihimpit kezaliman
ketika semua muncung senapang itu
telah mula dihalakan padaku
inilah wasilah yang kubawa
inilah pakaian putihku
inilah wasilah dari kekasihku
kita akan bangun dengan panji panji itu
aku hanya menunggu waktu
kebangkitannya
andaikata aku sudah di depan
aku tidak akan berpaling lagi.
Thursday, February 04, 2010
KEKASIHKU HUJAN HUJAN RINDU
Hujan- hujan rindu
semakin melebat
semakin mendekat
kau dalam pelukan kasih
berpautlah padaku
biarlah kita hanyut basah
biarlah kita tercungap lemas
dalam dakapan ini
terdampar sudah
peganglah tanganku
gengamlah janji setia
meresaplah
bersatulah dalam diriku
berkejaran diurat darahku
bergetaran antara hela nafasku
berbisiklah ke telingaku
tentang kesakitanmu
merataplah dibahuku
menangislah sepuasnya.
semakin melebat
semakin mendekat
kau dalam pelukan kasih
berpautlah padaku
biarlah kita hanyut basah
biarlah kita tercungap lemas
dalam dakapan ini
terdampar sudah
peganglah tanganku
gengamlah janji setia
meresaplah
bersatulah dalam diriku
berkejaran diurat darahku
bergetaran antara hela nafasku
berbisiklah ke telingaku
tentang kesakitanmu
merataplah dibahuku
menangislah sepuasnya.
Wednesday, February 03, 2010
KEKASIHKU AMANAHMU
Bagaimana harusku ucapkan lagi
tentang rinduku kasih
nafas seperti tersekat dileherku
hingga terdiam tanpa suara
betulkah apa yang kau ucapkan ini
benar kah apa yang kudengar
dalam dadaku meronta ronta
bagai dihempas badai sekuatnya
sehebat rinduku
mendera hasratku
ingin jua sepantas itu
bertemu dengan mu
betapa besar pengorbanan
yang kau pertaruhkan
terasa ingin ku segera bersatu
memeluk dirimu
menyanyangimu
menjagaimu sentiasa
terima kasih Ya Ilahi
Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang
Maha Suci Ya Rabbi
kau penuhi jua hasratku
doaku yang kudus ini
Kau datangkan dia
secantik ini setulus ini
alangkah indahnya cinta
yang dia bawa
semalaman aku tidak
dapat tidur memikirkan nya
aku sungguh tidak menduga
kau akan menerima kehadiranku
aku hanya orang yang biasa
aku bagaikan bermimpi
benar benar dikejutkan
namun aku amat bersyukur
aku benar benar bersyukur
akan ketentuanNya
yang mempertemukan kita
dan bermula lah satu kehidupan
kasih
apa yang harus ku ucapkan lagi
aku benar benar terharu
kerana Dia telah membuka
pintu hatimu untukku
alangkah...
rindu pun sakit juga
sampai bila aku dapat bertahan
aku cinta kamu.
tentang rinduku kasih
nafas seperti tersekat dileherku
hingga terdiam tanpa suara
betulkah apa yang kau ucapkan ini
benar kah apa yang kudengar
dalam dadaku meronta ronta
bagai dihempas badai sekuatnya
sehebat rinduku
mendera hasratku
ingin jua sepantas itu
bertemu dengan mu
betapa besar pengorbanan
yang kau pertaruhkan
terasa ingin ku segera bersatu
memeluk dirimu
menyanyangimu
menjagaimu sentiasa
terima kasih Ya Ilahi
Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang
Maha Suci Ya Rabbi
kau penuhi jua hasratku
doaku yang kudus ini
Kau datangkan dia
secantik ini setulus ini
alangkah indahnya cinta
yang dia bawa
semalaman aku tidak
dapat tidur memikirkan nya
aku sungguh tidak menduga
kau akan menerima kehadiranku
aku hanya orang yang biasa
aku bagaikan bermimpi
benar benar dikejutkan
namun aku amat bersyukur
aku benar benar bersyukur
akan ketentuanNya
yang mempertemukan kita
dan bermula lah satu kehidupan
kasih
apa yang harus ku ucapkan lagi
aku benar benar terharu
kerana Dia telah membuka
pintu hatimu untukku
alangkah...
rindu pun sakit juga
sampai bila aku dapat bertahan
aku cinta kamu.
MULUT
kata kata itu
alangkah indahnya puisimu
telah kusalin semuanya
tinggal kekal di hatiku
dan akan sentiasa
ku pamerkan di depanku.
alangkah indahnya puisimu
telah kusalin semuanya
tinggal kekal di hatiku
dan akan sentiasa
ku pamerkan di depanku.
Tuesday, February 02, 2010
TETAP DALAM KERELAAN
Harus kita sedar sebenarnya
bahawa penderitaan hidup ini
ada yang lebih berat dari kita
ada diantara mereka
telah hilang segala
semua yang mereka sayang
semua cinta mereka
hilang tidak bertanda
pun kita masih beruntung
melepaskan mereka pergi
suatu pengorbanan
relakan kebebasan
berangkatlah
bersama keberkatan
mencari bahagia
yang dia inginkan
pun kamu masih beruntung
dapat menghirup udara segar
hijau rumputan
biru gunung
cepatlah datang mentari
bakarlah semua mimpiku ini
cepatlah datang rembulan
aku ingin hidup seribu tahun lagi.
bahawa penderitaan hidup ini
ada yang lebih berat dari kita
ada diantara mereka
telah hilang segala
semua yang mereka sayang
semua cinta mereka
hilang tidak bertanda
pun kita masih beruntung
melepaskan mereka pergi
suatu pengorbanan
relakan kebebasan
berangkatlah
bersama keberkatan
mencari bahagia
yang dia inginkan
pun kamu masih beruntung
dapat menghirup udara segar
hijau rumputan
biru gunung
cepatlah datang mentari
bakarlah semua mimpiku ini
cepatlah datang rembulan
aku ingin hidup seribu tahun lagi.
KEKASIHKU INILAH AKU SEBENARNYA
Tidak mengapalah
meskipun makhkota itu
bukan untukku
aku tidak mengharapkannya
siapalah aku
aku akan teruskan perjalanan ini
meniti danau hijau luas
melihat embun pagi membasah
sambil melapangkan dadaku
bila angin
bertiup lembut
aku masih melhat kamu
dengan segala indahnya
kau yang tercantik
hati dan budi
kerana kecantikkan itulah
aku hanya akan memandang mu dari jauh
dan bukan untuk di miliki
jauh sama sekali
mengharapkan apa apa pun
kerana aku
tidak layak pun untuk bermimpi
apa lagi mengharapkan
seorang bidadari
turun ke bumi
aku tidak mungkin
akan membahagiakan
kerana hidupku
penuh dengan segala cabaran
pun aku sering terkepung
oleh sakitku sentiasa
dan aku pun tidak ingin
kau berkongsi duka itu
tidak ingin kucalarkan indahmu
kerana kau cukup sempurna
kaulah kekasih
kerinduanku
jika pedang ini telah kugenggam
aku harus bingkas berdiri
aku tidak peduli lagi
sejarah silam
makhluk apa pun yang melintas
pastiku pangkas.
meskipun makhkota itu
bukan untukku
aku tidak mengharapkannya
siapalah aku
aku akan teruskan perjalanan ini
meniti danau hijau luas
melihat embun pagi membasah
sambil melapangkan dadaku
bila angin
bertiup lembut
aku masih melhat kamu
dengan segala indahnya
kau yang tercantik
hati dan budi
kerana kecantikkan itulah
aku hanya akan memandang mu dari jauh
dan bukan untuk di miliki
jauh sama sekali
mengharapkan apa apa pun
kerana aku
tidak layak pun untuk bermimpi
apa lagi mengharapkan
seorang bidadari
turun ke bumi
aku tidak mungkin
akan membahagiakan
kerana hidupku
penuh dengan segala cabaran
pun aku sering terkepung
oleh sakitku sentiasa
dan aku pun tidak ingin
kau berkongsi duka itu
tidak ingin kucalarkan indahmu
kerana kau cukup sempurna
kaulah kekasih
kerinduanku
jika pedang ini telah kugenggam
aku harus bingkas berdiri
aku tidak peduli lagi
sejarah silam
makhluk apa pun yang melintas
pastiku pangkas.
Monday, February 01, 2010
DOA SANG PENGEMBARA
Malam semakin diam
tidak bertanya lagi
pada bulan
di manakah awan
dia di mana- mana
dialah lukisanku
puisi puisi sunyiku
bergantungan
di pohon pohon teduh
di mimpi- mimpi indah
pengembara jauh
setiap saat
wajah itu datang
aku hanya sempat menangkap
mata itu untuk seketika
mata hitam tajam menikam
alangkah sakitnya
aduhai Kekasihku
jangan kau bunuh indah ini
kerana inilah
keindahan terakhir buatku
dan ia baru saja bermula
Ya Allah Ya Mani`u
walaupun aku ini
lelaki durjana
berbungkus dosa
aku merayu padaMu
tinggalkan lah sedikit mimpi indah buatku
kerana aku sebenarnya
sudah begitu lama menderita.
tidak bertanya lagi
pada bulan
di manakah awan
dia di mana- mana
dialah lukisanku
puisi puisi sunyiku
bergantungan
di pohon pohon teduh
di mimpi- mimpi indah
pengembara jauh
setiap saat
wajah itu datang
aku hanya sempat menangkap
mata itu untuk seketika
mata hitam tajam menikam
alangkah sakitnya
aduhai Kekasihku
jangan kau bunuh indah ini
kerana inilah
keindahan terakhir buatku
dan ia baru saja bermula
Ya Allah Ya Mani`u
walaupun aku ini
lelaki durjana
berbungkus dosa
aku merayu padaMu
tinggalkan lah sedikit mimpi indah buatku
kerana aku sebenarnya
sudah begitu lama menderita.
Sunday, January 31, 2010
SELAMAT HARI LAHIR CAHAYA KEKASIH

Selamat hari lahir Ke 23
buat puteriku Cahaya Kekasih
Seorang anak berwajah ceria
sepi hidupnya tanpa seorang ayah
hanya ibu tempat mengadu
pun begitu musibah datang tidak hentinya
dia dirempuh kenderaan sesak dijalanan
hingga membawa sakitnya berterusan
kutemui dia dalam tangis sendu
mengharap pertolongan
dipermainkan orang yang
mahu mengkianati dia
sehingga sekian lama
akhirnya segala masaalah pun reda
dia mula berguru
melukis dan menulis padaku
sehingga dia memanggilku
sebagai seorang ayah
dia juga anak
kepada semua karyawan
meskipun begitu lahirnya
meskipun jauh
dialah sebutir bintang hatiku
yang menyinari maya
yang bakal menerangi
persada seni negara
meskipun begitu adanya
dialah cahaya kekasih
disayangi semua mereka
dilahirkan penuh
dengan cahaya
penuh dengan
segala kurniaanNya.
KEKASIHKU SIMPANLAH RAHSIA INI
Ketenangan ini sebenarnya
hanyalah tangisanku
ketika segala dosa ini
ingin kuceritakan
dari serba kekuranganku
kesakitanku
semoga diampunkan
walau pun tidak tertuliskan
banyaknya
ketenangan ini
hanyalah suatu penyerahan
rahsia rahsia kejahilanku
kekalutan kepayahan
dalam pencarian
yang pernah kulalui
dalam sarat dunia
yang penuh dugaan
kau juga yang
menyelamatkan
memberiku rezeki
kuakui silapku
hanyalah dari kelemahan diriku
sebagai manusia
sentiasa kalah dan pelupa
aku sentiasa lupa padamu
kami hanya ingin menyintaimu
mendampingimu
merinduimu sentiasa
dan pasrah atas segala ketentuan
terhadap kami
pimpinlah kami
ke jalan yang benar
hanya engkau yang lebih tahu
siapa yang sepatutnya
berada diatas landasan itu
simpanlah rahsia ini
semua aib kami
di suatu tempat paling rahsia.
hanyalah tangisanku
ketika segala dosa ini
ingin kuceritakan
dari serba kekuranganku
kesakitanku
semoga diampunkan
walau pun tidak tertuliskan
banyaknya
ketenangan ini
hanyalah suatu penyerahan
rahsia rahsia kejahilanku
kekalutan kepayahan
dalam pencarian
yang pernah kulalui
dalam sarat dunia
yang penuh dugaan
kau juga yang
menyelamatkan
memberiku rezeki
kuakui silapku
hanyalah dari kelemahan diriku
sebagai manusia
sentiasa kalah dan pelupa
aku sentiasa lupa padamu
kami hanya ingin menyintaimu
mendampingimu
merinduimu sentiasa
dan pasrah atas segala ketentuan
terhadap kami
pimpinlah kami
ke jalan yang benar
hanya engkau yang lebih tahu
siapa yang sepatutnya
berada diatas landasan itu
simpanlah rahsia ini
semua aib kami
di suatu tempat paling rahsia.
Saturday, January 30, 2010
MERAWAT KASIH
Kususuli
pantai resah ini
mengutip kulit- kulit siput sejarah
kenangan kita
kuhamparkan kerudung biru
dilangit sepimu
akan ku selimuti tidurmu
dengan persalinan hijau
cahaya dari syurga
tidurlah dengan damai
di taman puisiku
tidurlah dalam warna
indah lukisanku
akan ku lagukan puisi rindu
akan kutiup pergi semua sakit
keluar dari ubun ubunmu
tertanam jauh ke perut bumi
mimpikanlah taman taman firdausi
berbungakan cinta
mimpikanlah yang indah-indah sahaja
tulus tentang kita.
pantai resah ini
mengutip kulit- kulit siput sejarah
kenangan kita
kuhamparkan kerudung biru
dilangit sepimu
akan ku selimuti tidurmu
dengan persalinan hijau
cahaya dari syurga
tidurlah dengan damai
di taman puisiku
tidurlah dalam warna
indah lukisanku
akan ku lagukan puisi rindu
akan kutiup pergi semua sakit
keluar dari ubun ubunmu
tertanam jauh ke perut bumi
mimpikanlah taman taman firdausi
berbungakan cinta
mimpikanlah yang indah-indah sahaja
tulus tentang kita.
AKU YANG MASIH MENGERTI
Aku yang berdiri
sebagai pengapit
disisi pengantinku
akan aku selalu
mengipas ngipas rasa
agar kau bisa
terus tersenyum
aku yang setia
sedia mendengar
keluh kesah sakit derita
ceritakanlah
dengan indah
puisimu sayang
tentang lukaku
janganlah kau hiraukan
aku telah menutupnya
dengan pakaian
paling indah
lukanya telah
kuikat kemas
meski pun bernanah.
sebagai pengapit
disisi pengantinku
akan aku selalu
mengipas ngipas rasa
agar kau bisa
terus tersenyum
aku yang setia
sedia mendengar
keluh kesah sakit derita
ceritakanlah
dengan indah
puisimu sayang
tentang lukaku
janganlah kau hiraukan
aku telah menutupnya
dengan pakaian
paling indah
lukanya telah
kuikat kemas
meski pun bernanah.
KAMBAS HATIKU
Kuhamparkan kambas hatiku
seluas langit biru
akan kupercikkan warnaku
seindah warna pelangi
dan akan kulukiskan
tentang kita
tentang kehidupan ini
yang tidak tertuliskan
bagai gelora di lautan
saling berkejaran
di pantai kasih
Ya Ilahi
restuilah
perkasihan ini
lindungilah dia
kasihilah dia
dan pertemukanlah dia
dengan apa yang
dia inginkan.
seluas langit biru
akan kupercikkan warnaku
seindah warna pelangi
dan akan kulukiskan
tentang kita
tentang kehidupan ini
yang tidak tertuliskan
bagai gelora di lautan
saling berkejaran
di pantai kasih
Ya Ilahi
restuilah
perkasihan ini
lindungilah dia
kasihilah dia
dan pertemukanlah dia
dengan apa yang
dia inginkan.
Thursday, January 28, 2010
KEKASIHKU ITU RESAH OMBAK
Di pantai ini
ingin kubelai
halus rambutmu
terhidu aroma
haruman bunga
melingkari ingatanku
kemana- mana
ombak itulah
debaran hatiku
yang meresah
meronta
tertahan tahan
alangkah indahnya malam ini
aku ingin terus hidup
damai sebegini
disisimu kekasih
untuk selamanya
bersandaran.
ingin kubelai
halus rambutmu
terhidu aroma
haruman bunga
melingkari ingatanku
kemana- mana
ombak itulah
debaran hatiku
yang meresah
meronta
tertahan tahan
alangkah indahnya malam ini
aku ingin terus hidup
damai sebegini
disisimu kekasih
untuk selamanya
bersandaran.
DALAM DIRI
Jauh di sudut hati
pohon merendang
bunga bunga kecil berkembang
berterbangan bertaburan
sentiasa rela
ranting ranting sering dipatahkan
sesingkat itu juga ia tumbuh
subur mewarnai alam
lebih indah dari mula
jauh di lubuk hati
pintu pintu
sentiasa terbuka
untuk dimaafkan
setiap kesabaran
pasti ada ganjaran
di sudut terpencil
kita sentiasa bertanya
sedang jawapannya
sudah sedia ada
lebih bermakna
dari segalanya.
pohon merendang
bunga bunga kecil berkembang
berterbangan bertaburan
sentiasa rela
ranting ranting sering dipatahkan
sesingkat itu juga ia tumbuh
subur mewarnai alam
lebih indah dari mula
jauh di lubuk hati
pintu pintu
sentiasa terbuka
untuk dimaafkan
setiap kesabaran
pasti ada ganjaran
di sudut terpencil
kita sentiasa bertanya
sedang jawapannya
sudah sedia ada
lebih bermakna
dari segalanya.
Wednesday, January 27, 2010
KEKASIHKU OMBAK PUN BERNYANYI
Bayu malam
membawa berita
bintang timur
berkelip di angkasa
membawa sinar
seribu harapan
di pantai putih
tikar dihampar
duduk bersila
membuka cerita
duduk bersandar
melabuh rindu
berlagu puisi
bicara hati
ombak di laut
berlagu riang
dapat bersama
orang disayang
kita hanyutkan
semua gundah
kelaut hilang
selebihnya berserah
tawakal kepada Allah
semoga dibukanya jalan
menjadi mudah.
membawa berita
bintang timur
berkelip di angkasa
membawa sinar
seribu harapan
di pantai putih
tikar dihampar
duduk bersila
membuka cerita
duduk bersandar
melabuh rindu
berlagu puisi
bicara hati
ombak di laut
berlagu riang
dapat bersama
orang disayang
kita hanyutkan
semua gundah
kelaut hilang
selebihnya berserah
tawakal kepada Allah
semoga dibukanya jalan
menjadi mudah.
Tuesday, January 26, 2010
BAYANGAN MIMPI MIMPI
Berjalan menyusul
tebing kenangan
suatu waktu dulu
menghijau
merendang pohon
langit biru
ku selak
helaian rindu
satu persatu
tersusun indah
menyentuh hati
begitu suci
ranum masak
menitiskan
titis manisnya
kini hanya bayangan
arca tanpa suara
yang kunantikan
mungkin
mustahil sekali kali ini
menjelmakan dia.
tebing kenangan
suatu waktu dulu
menghijau
merendang pohon
langit biru
ku selak
helaian rindu
satu persatu
tersusun indah
menyentuh hati
begitu suci
ranum masak
menitiskan
titis manisnya
kini hanya bayangan
arca tanpa suara
yang kunantikan
mungkin
mustahil sekali kali ini
menjelmakan dia.
BERTAMBAH SAKITKU LAGI
Ah...
tubuh derita ini
dicincangnya lagi
menjadi makanan serigala
disiat siatnya
kulitku dikeringkan
pada jemuran
di padang padang
bakal dijadikan belulang
pada pemain gendang
ditabuhnya geram
marah bercampur dendam
tahun demi tahun
tidak henti henti
berdendang.
tubuh derita ini
dicincangnya lagi
menjadi makanan serigala
disiat siatnya
kulitku dikeringkan
pada jemuran
di padang padang
bakal dijadikan belulang
pada pemain gendang
ditabuhnya geram
marah bercampur dendam
tahun demi tahun
tidak henti henti
berdendang.
MAAFKANLAH AKU
Maafkan aku
jika bicaraku
menguris hatimu
adalah dari
kelemahan diriku
aku ini
dari insan biasa
pelupa
yang tidak sunyi
dari berbuat dosa
maafkanlah aku
dan aku tidak pernah berniat
untuk meninggalkanmu
aku akui kesilapanku
aku hanya keliru
dari puisi puisi
tentang dia
dan bukan pula
salah dari dirimu
aku juga tidak tahu
bagaimana harus aku ucapkan lagi
untuk memujuk
agar kau segera kembali
jika nekad rajuk hatimu
sememangnya ingin menjauh
meninggalkan
tiadalah upaya lagi
untuk aku menahan
lupakah kau pada janji janji kita dulu
lupakah kau pada pohon pohon setia
menemani
begitu besarkah dosaku terhadapmu
sehingga
kau terus berpaling
tidak dapat memaafkannya lagi
bulan dan matahari.
jika bicaraku
menguris hatimu
adalah dari
kelemahan diriku
aku ini
dari insan biasa
pelupa
yang tidak sunyi
dari berbuat dosa
maafkanlah aku
dan aku tidak pernah berniat
untuk meninggalkanmu
aku akui kesilapanku
aku hanya keliru
dari puisi puisi
tentang dia
dan bukan pula
salah dari dirimu
aku juga tidak tahu
bagaimana harus aku ucapkan lagi
untuk memujuk
agar kau segera kembali
jika nekad rajuk hatimu
sememangnya ingin menjauh
meninggalkan
tiadalah upaya lagi
untuk aku menahan
lupakah kau pada janji janji kita dulu
lupakah kau pada pohon pohon setia
menemani
begitu besarkah dosaku terhadapmu
sehingga
kau terus berpaling
tidak dapat memaafkannya lagi
bulan dan matahari.
DI MANA HARUS AKU LUKISKAN
haruskah aku bersuara
harus kah lagi aku bertanya
patutkah aku mencelah
puisi indahmu untuk siapa
pada malam yang hitam
yang sering membungkus
deritaku sendirian
dalam kesamaran
hanya lagu luka
kini menjadi teman
dan aku tidak betah
menyanyikan nya lagi
kerana gusar hati ini
lidahku mula terkunci
hanya kesedihan ini
sentiasa kurasakan pedihnya
menitiskan sarat rinduku
tidak karuan
kekasih
di dinding mana
harus aku lukiskan
rasa indah hati ini.
harus kah lagi aku bertanya
patutkah aku mencelah
puisi indahmu untuk siapa
pada malam yang hitam
yang sering membungkus
deritaku sendirian
dalam kesamaran
hanya lagu luka
kini menjadi teman
dan aku tidak betah
menyanyikan nya lagi
kerana gusar hati ini
lidahku mula terkunci
hanya kesedihan ini
sentiasa kurasakan pedihnya
menitiskan sarat rinduku
tidak karuan
kekasih
di dinding mana
harus aku lukiskan
rasa indah hati ini.
Monday, January 25, 2010
GADIS DI DERMAGA
Sunyi kembali malam ini
semilir angin menghiris hati
kudengar ratap jauh
tidak henti henti memanggil
tetapi bukan padaku
mengupas sejarah
berbisik dari balik pintu
menguak rindu di jendela
memanggil manggil pulang
pengembara di lautan
kenangan lalu
kau singkap semula
meskipun berkali kali
hatimu terluka
masih terpaku di dermaga
mengutip sisa
apakah ertinya ini
sepi sebuah penantian
dia masih kau harapkan
pulang kepangkuan
kekasih
apa kah sebenarnya
yang telah terjadi
sehingga karangku gubah
tidak berharga
kau hanyutkan semula
tidak lagi bermakna
ke tengah lautan
jauh dari ingatan
inikah tari ombak
yang sering kau tarikan.
semilir angin menghiris hati
kudengar ratap jauh
tidak henti henti memanggil
tetapi bukan padaku
mengupas sejarah
berbisik dari balik pintu
menguak rindu di jendela
memanggil manggil pulang
pengembara di lautan
kenangan lalu
kau singkap semula
meskipun berkali kali
hatimu terluka
masih terpaku di dermaga
mengutip sisa
apakah ertinya ini
sepi sebuah penantian
dia masih kau harapkan
pulang kepangkuan
kekasih
apa kah sebenarnya
yang telah terjadi
sehingga karangku gubah
tidak berharga
kau hanyutkan semula
tidak lagi bermakna
ke tengah lautan
jauh dari ingatan
inikah tari ombak
yang sering kau tarikan.
KEKASIH DIPINGGIRAN
Siapalah aku
yang mengemis rasa
dari sebuah sejarah
yang terguris luka
melihat bayangan
kau berlalu
mengintai waktu
penuh harapan
menanti kepulangan
kekasih dulu
siapalah aku
memetik kecapi rindu
sendirian
di sudut sunyi
kegelapan
tanpa lagu
siapalah aku
yang memanggil manggil
kekasihku itu
tetapi dia tidak juga
mahu perpaling
siapalah aku
yang berligar ligar
hanya di pinggiran.
yang mengemis rasa
dari sebuah sejarah
yang terguris luka
melihat bayangan
kau berlalu
mengintai waktu
penuh harapan
menanti kepulangan
kekasih dulu
siapalah aku
memetik kecapi rindu
sendirian
di sudut sunyi
kegelapan
tanpa lagu
siapalah aku
yang memanggil manggil
kekasihku itu
tetapi dia tidak juga
mahu perpaling
siapalah aku
yang berligar ligar
hanya di pinggiran.
HANYA AKU PENGANTINKU
Hanyalah aku
yang masih jenuh bermimpi
sabar menunggu
pengantin datang
mengendung bunga
hanya aku
tidak henti menulis puisi buatmu
yang meratap di dinihari
kewalahan
terlena di meja
sayang
hanya aku barangkali
bersama segugus puisi lara
yang hanya layak
untuk dibaca sendiri
di daerah sunyi
persemadianku nanti
bersama gugur kemboja
yang setiap musim
tidak henti berbunga
tulislah puisi ini di pusara
dibawah bayang bulan
di rapuh ranting ranting
pungguk tiada
kekasih
hanyalah aku pengantinku
aku akan terus terusan
menyinta
alangkah pedihnya...
yang masih jenuh bermimpi
sabar menunggu
pengantin datang
mengendung bunga
hanya aku
tidak henti menulis puisi buatmu
yang meratap di dinihari
kewalahan
terlena di meja
sayang
hanya aku barangkali
bersama segugus puisi lara
yang hanya layak
untuk dibaca sendiri
di daerah sunyi
persemadianku nanti
bersama gugur kemboja
yang setiap musim
tidak henti berbunga
tulislah puisi ini di pusara
dibawah bayang bulan
di rapuh ranting ranting
pungguk tiada
kekasih
hanyalah aku pengantinku
aku akan terus terusan
menyinta
alangkah pedihnya...
KEKASIH SANDARAN
Terima kasih kerana
memberikan
puisi- puisi indah
mimpi-mimpi perkasihan
harapan tinggi
sebagai kekasih sandaran
pujuk rayu
janji janji manis
kata rindu
hanya lakunan
Alhamdullillah
kerana luka sesakit ini.
memberikan
puisi- puisi indah
mimpi-mimpi perkasihan
harapan tinggi
sebagai kekasih sandaran
pujuk rayu
janji janji manis
kata rindu
hanya lakunan
Alhamdullillah
kerana luka sesakit ini.
Saturday, January 23, 2010
BINGKISAN RINDU
Lewat dinihari
begitu damai
angin dingin
bertiup lembut
bagai membisikkan
bicara puitis
bingkisan rindu
dari mu yang jauh
bertali arus
melimpah ilham
terpendam
tiada hentinya
melintas rimba belantara
sungai dan lautan
sehingga lemas aku
dalam keresahan
cintaku terhadapmu
kekasih tumbuh
rendang melebat
terdiam dibangku
termanggu menanti
alangkah kalut
merusuh hatiku
meronta bertanya
tenggelam aku rela
dalam longgokan kata
seindah sejuta bunga
alangkah hebatnya adinda
bermadah seloka.
begitu damai
angin dingin
bertiup lembut
bagai membisikkan
bicara puitis
bingkisan rindu
dari mu yang jauh
bertali arus
melimpah ilham
terpendam
tiada hentinya
melintas rimba belantara
sungai dan lautan
sehingga lemas aku
dalam keresahan
cintaku terhadapmu
kekasih tumbuh
rendang melebat
terdiam dibangku
termanggu menanti
alangkah kalut
merusuh hatiku
meronta bertanya
tenggelam aku rela
dalam longgokan kata
seindah sejuta bunga
alangkah hebatnya adinda
bermadah seloka.
KEKASIHKU MAHA PENGAMPUN
Janji Ilahi
walaupun sebanyak buih di lautan
walau pun tidak terhitung
tidak terkira banyaknya
akuilah kesilapan
Dia yang Maha Pengampun
mintalah keampunan
Dia pasti akan mengampunkan
akan di berinya
rasa ketenangan
kelapangan
didalam setiap
dada insan.
walaupun sebanyak buih di lautan
walau pun tidak terhitung
tidak terkira banyaknya
akuilah kesilapan
Dia yang Maha Pengampun
mintalah keampunan
Dia pasti akan mengampunkan
akan di berinya
rasa ketenangan
kelapangan
didalam setiap
dada insan.
KUSUSULI SENJA
Kususul senja merah ini
alangkah syahdunya
burung burung terbang
melintasi teja
keriangan
beterbangan
pulang
kepohon pohon
harapan
kususul sayu hati ini
kesuyian tanpa kata
hari bertukar ganti
lalu kita menjadi semakin dewasa
diulit seribu peristiwa
berjalan pantas
cerita kedukaan
penuh kerinduan
tetap pasrah
tunduk
malam bakal tiba
dari kegelapan
ada sinar cahaya
ada bulan
bakal menyuluh
kesibukkan pada jalan jalan
keriuhan bandaraya
penuh kemewahan
hanya cabaran
jauh malam
aku hanya menunggu
sebutir bintangku menjelma
diketenangan
alangkah syahdunya
burung burung terbang
melintasi teja
keriangan
beterbangan
pulang
kepohon pohon
harapan
kususul sayu hati ini
kesuyian tanpa kata
hari bertukar ganti
lalu kita menjadi semakin dewasa
diulit seribu peristiwa
berjalan pantas
cerita kedukaan
penuh kerinduan
tetap pasrah
tunduk
malam bakal tiba
dari kegelapan
ada sinar cahaya
ada bulan
bakal menyuluh
kesibukkan pada jalan jalan
keriuhan bandaraya
penuh kemewahan
hanya cabaran
jauh malam
aku hanya menunggu
sebutir bintangku menjelma
diketenangan
Friday, January 22, 2010
JANJI
Janjiku
tetap setia
minta restu
yang maha kuasa
perkenankan
arah tujuan
sebentuk cincin
tanda cinta
pimpin tangan
arah jalan
kepadaMu
akan mengasihi
apapun terjadi
walau siapa pun kamu
dari mana pun asalmu
hasrat murni
harus berusaha kearah itu
bercerai jangan.
tetap setia
minta restu
yang maha kuasa
perkenankan
arah tujuan
sebentuk cincin
tanda cinta
pimpin tangan
arah jalan
kepadaMu
akan mengasihi
apapun terjadi
walau siapa pun kamu
dari mana pun asalmu
hasrat murni
harus berusaha kearah itu
bercerai jangan.
Wednesday, January 20, 2010
RINDUKU DIAM
Tenggelam aku dalam lamunan
hanyut kenangan
tanpa suara
menyahut panggilku
bulan kelam
bintang pun rawan
langit suram
hasrat diam
terpendam dalam
kulukiskan cinta
hitam putihku
kaulah pelangi indah
melingkari hidupku
kaulah bayang
separuh dariku
kulukiskan rasa
indah pertemuan
sepanjang hayatku
kupalit pekat warna
seranum rinduku
aku cinta terlalu
rindu teramat rindu
diamku tidak terucap
hanyut kenangan
tanpa suara
menyahut panggilku
bulan kelam
bintang pun rawan
langit suram
hasrat diam
terpendam dalam
kulukiskan cinta
hitam putihku
kaulah pelangi indah
melingkari hidupku
kaulah bayang
separuh dariku
kulukiskan rasa
indah pertemuan
sepanjang hayatku
kupalit pekat warna
seranum rinduku
aku cinta terlalu
rindu teramat rindu
diamku tidak terucap
Monday, January 18, 2010
KEKASIHKU BERSIHKAN LAH
Aduhai kekekasih
penguasa hati
dengarkanlah rayuan
dari diri kerdil ini
yang sentiasa kau
kabulkan pintanya
ketika susah hatiku
yang memenuhkan
segala hajat keperluanku
kerana aku juga mengasihinya
terlalu gembira menolong dia
tenangkan hati kekasih ku
dia juga sudah begitu tersiksa
jika perlu
ambillah sebahagian dari
kegembiraku
tenteramkan lah resah hatinya
seperti kolam dalam hijau
tenang membiru
seperti batu berlumut
yang menunggu
seperti bulan malam
ditemani bintang bintang
seperti malam hijau
Lailatul Qadar
seperti sayap Jibrail
yang bertaburan pada
sayapnya kerdipan
permata permata
seperti hati Rabiatul Adawiyah
yang telah kau tanamkan rasa cinta
yang telah kau bersihkan
segala hiba
Seperti Nabi Khaidir yang
menjadi penguasa air
ketenangan
seperti Awais Al Qarni yang
kau angkat ke langit kaus
ke mertabat tinggi marhain
dengan cahaya
kemuliaan
kerana dia juga sentiasa
ingat padamu
kabulkanlah mintanya
tolonglah dia
sepertimana kau tunjukkan
segala kebesaranmu padaku
keindahanmu
kekasihku
mulai dari hari ini
kau tunjukkanlah tanda tanda
kebesaranmu juga pada dia
ampunkan dia
dari segala kelemahan
yang ada dari dirinya
walau pun dia bersalah
berdosa
dia sudah menyesalinya
dia ingin kembali kejalanmu
peluklah dia dalam dakapanmu
rawatlah lukanya
Ya Khoha berilah dia kekuatan
buanglah rasa kecewa
dengan cahaya suci dari dalam
bersihkan lah kedukaan dulu.
penguasa hati
dengarkanlah rayuan
dari diri kerdil ini
yang sentiasa kau
kabulkan pintanya
ketika susah hatiku
yang memenuhkan
segala hajat keperluanku
kerana aku juga mengasihinya
terlalu gembira menolong dia
tenangkan hati kekasih ku
dia juga sudah begitu tersiksa
jika perlu
ambillah sebahagian dari
kegembiraku
tenteramkan lah resah hatinya
seperti kolam dalam hijau
tenang membiru
seperti batu berlumut
yang menunggu
seperti bulan malam
ditemani bintang bintang
seperti malam hijau
Lailatul Qadar
seperti sayap Jibrail
yang bertaburan pada
sayapnya kerdipan
permata permata
seperti hati Rabiatul Adawiyah
yang telah kau tanamkan rasa cinta
yang telah kau bersihkan
segala hiba
Seperti Nabi Khaidir yang
menjadi penguasa air
ketenangan
seperti Awais Al Qarni yang
kau angkat ke langit kaus
ke mertabat tinggi marhain
dengan cahaya
kemuliaan
kerana dia juga sentiasa
ingat padamu
kabulkanlah mintanya
tolonglah dia
sepertimana kau tunjukkan
segala kebesaranmu padaku
keindahanmu
kekasihku
mulai dari hari ini
kau tunjukkanlah tanda tanda
kebesaranmu juga pada dia
ampunkan dia
dari segala kelemahan
yang ada dari dirinya
walau pun dia bersalah
berdosa
dia sudah menyesalinya
dia ingin kembali kejalanmu
peluklah dia dalam dakapanmu
rawatlah lukanya
Ya Khoha berilah dia kekuatan
buanglah rasa kecewa
dengan cahaya suci dari dalam
bersihkan lah kedukaan dulu.
Sunday, January 17, 2010
LUKISAN DARI HATI
Sebuah lukisan telah kusiapkan
telah kulukiskan dengan hatiku
dengan segala kesakitan
saban malam dan waktu
telah tertumpu padanya
imaginasi mimpiku
lanskap sebuah sungai
yang mengalir padanya cinta
begitu cantik dan indah
sayang sekali lukisan ini
harus dimiliki oleh orang yang lain
walau pun dia telah membelinya
tetapi lukisanku ini harus pergi dariku
dan aku mungkin
tidak akan dapat melihatnya semula
dan mungkin juga untuk selamanya
selepas ini
lukisan dari hatiku
mungkin tidak seindah ini lagi.
telah kulukiskan dengan hatiku
dengan segala kesakitan
saban malam dan waktu
telah tertumpu padanya
imaginasi mimpiku
lanskap sebuah sungai
yang mengalir padanya cinta
begitu cantik dan indah
sayang sekali lukisan ini
harus dimiliki oleh orang yang lain
walau pun dia telah membelinya
tetapi lukisanku ini harus pergi dariku
dan aku mungkin
tidak akan dapat melihatnya semula
dan mungkin juga untuk selamanya
selepas ini
lukisan dari hatiku
mungkin tidak seindah ini lagi.
Friday, January 15, 2010
KEKASIHKU MAHAKARYA CINTAKU
Terima kasih kekasihku
kerana memberikan waktu
untukku melihat senyum kekasihku
bunga bunga tidak henti berkembang
dan burung burung tidak henti terbang
ombak hati bergulung indah
resah melebarkan selendang putihnya
ke pantai rindu
alangkah indahnya maya
terlukis indah
dalam imaginasiku
perkasihan gerhana
mentari dan bulan
akan terus ku lukiskan
bicara hatiku ini
buat dirimu kekasih
sebuah mahakarya cintaku
Setiakasihku
hijau pagi ini aku pun bangun
dengan segala indahnya
dari seluruh warna yang ada
dengan segala kekuatan
melimpah ingatan terhadapmu
mula melebat bagai hujan
membanjiri sunyi hati
pelukis ini.
kerana memberikan waktu
untukku melihat senyum kekasihku
bunga bunga tidak henti berkembang
dan burung burung tidak henti terbang
ombak hati bergulung indah
resah melebarkan selendang putihnya
ke pantai rindu
alangkah indahnya maya
terlukis indah
dalam imaginasiku
perkasihan gerhana
mentari dan bulan
akan terus ku lukiskan
bicara hatiku ini
buat dirimu kekasih
sebuah mahakarya cintaku
Setiakasihku
hijau pagi ini aku pun bangun
dengan segala indahnya
dari seluruh warna yang ada
dengan segala kekuatan
melimpah ingatan terhadapmu
mula melebat bagai hujan
membanjiri sunyi hati
pelukis ini.
Thursday, January 14, 2010
KEKASIHKU ALANGKAH SAKITNYA
Ya Ilahi.
alangkah sakitnya
luka ini
aku tidak tertahan lagi
alangkah pedihnya
dadaku disiang siang
ampunilah aku
aku sudah mencuba
tetapi tersingkir juga
alangkah sakitnya
tapi telah kurelakan semua
kesakitan ini terhadapku
walau pun dia pergi
walau pun aku terbuang
Ya Ilahi
alangkah bisanya
tusukan pisau cintaMu ini.
alangkah sakitnya
luka ini
aku tidak tertahan lagi
alangkah pedihnya
dadaku disiang siang
ampunilah aku
aku sudah mencuba
tetapi tersingkir juga
alangkah sakitnya
tapi telah kurelakan semua
kesakitan ini terhadapku
walau pun dia pergi
walau pun aku terbuang
Ya Ilahi
alangkah bisanya
tusukan pisau cintaMu ini.
Wednesday, January 13, 2010
KEMBALI KE DAERAH KU DULU
Disana lah daerahku yang dulu
jauh dari sesiapa
sebuah daerah sepi yang dilupakan
disana daerah terpendam seluruh kata kata
disana aku harus tinggal diam
melakarkan lukisan kejam
dengan pisau yang paling tajam
ketubuhku
disana aku harus masuk semula
kedalam penjara jiwa
luka- luka lagi
tanpa mimpi dan cinta.
jauh dari sesiapa
sebuah daerah sepi yang dilupakan
disana daerah terpendam seluruh kata kata
disana aku harus tinggal diam
melakarkan lukisan kejam
dengan pisau yang paling tajam
ketubuhku
disana aku harus masuk semula
kedalam penjara jiwa
luka- luka lagi
tanpa mimpi dan cinta.
SETIAKASIHKU HARAPANKU
Setiakasihku,
kurenangi lautan harapan ini
ke pulau indahmu
ku pasti kau masih setia
menunggu ku disana
ku susuli pantai putihmu
dengan ketulusan hati
tanpa curiga
dan aku tetap menerima kehadiranmu seadanya
dari landasan yang telah ditentukan buatku
kepadamu kekasihku
Setiakasihku,
aku akan terus merindui senyummu
buat menghiasi daerah sunyi hatiku
dengan harapan terus berbunga
ingin ku jalani hari hari yang tersisa
dengan sebaiknya
bagai yang kita impikan
untuk selamanya
Setiakasihku,
disini didaerah perkasihan ini
sentiasa mengharapkan kehadiranmu
dan disini sebagai tanda kasihku
ingin kusandarkan diriku kebahumu
aku sudah terlalu penat
dilambung ombak cabaran
mengganas di lautan
dengarkanlah betapa derasnya
degup jantungku.
kurenangi lautan harapan ini
ke pulau indahmu
ku pasti kau masih setia
menunggu ku disana
ku susuli pantai putihmu
dengan ketulusan hati
tanpa curiga
dan aku tetap menerima kehadiranmu seadanya
dari landasan yang telah ditentukan buatku
kepadamu kekasihku
Setiakasihku,
aku akan terus merindui senyummu
buat menghiasi daerah sunyi hatiku
dengan harapan terus berbunga
ingin ku jalani hari hari yang tersisa
dengan sebaiknya
bagai yang kita impikan
untuk selamanya
Setiakasihku,
disini didaerah perkasihan ini
sentiasa mengharapkan kehadiranmu
dan disini sebagai tanda kasihku
ingin kusandarkan diriku kebahumu
aku sudah terlalu penat
dilambung ombak cabaran
mengganas di lautan
dengarkanlah betapa derasnya
degup jantungku.
Tuesday, January 12, 2010
KEKASIHKU CINTA LUKA
Setelah kau tiada
kemana harus aku pergi
bagaimana harus aku hidup
tanpa dirimu
roboh mahligai harapanku
runtuhlah dinding- dinding
sekelip mata
kemana kau pergi
tanpa cintaku
tanpa perasaan
pernah suatu waktu
kita pertahankan
tiada cinta lain didunia ini
selain cintamu kekasihku
kemana harus aku lari
wajahmu terlukis dimana mana
senyumanmu tidak dapat kulupa
hanya kesedihan penganti sepi
penghias sunyi
sampainya hatimu
tega nian meninggalkan aku
hilang bersama kisah kisah indah kita
sungguh tidak kusangka
terputus cinta
musnahlah semuanya.
*Puisi buat anakanda Cahaya Kekasih yang tabah.
kemana harus aku pergi
bagaimana harus aku hidup
tanpa dirimu
roboh mahligai harapanku
runtuhlah dinding- dinding
sekelip mata
kemana kau pergi
tanpa cintaku
tanpa perasaan
pernah suatu waktu
kita pertahankan
tiada cinta lain didunia ini
selain cintamu kekasihku
kemana harus aku lari
wajahmu terlukis dimana mana
senyumanmu tidak dapat kulupa
hanya kesedihan penganti sepi
penghias sunyi
sampainya hatimu
tega nian meninggalkan aku
hilang bersama kisah kisah indah kita
sungguh tidak kusangka
terputus cinta
musnahlah semuanya.
*Puisi buat anakanda Cahaya Kekasih yang tabah.
Monday, January 11, 2010
KEKASIHKU BETAPA INDAHNYA DIA
Malam ini pun kembali sunyi
mendakapku
lalu memujukku
dengan kata kata indah
biar pun kehidupan sama hitamnya
dengan diriku
bukankah segalanya
telah dibersihkan
sehingga dirimu
sentiasa tenteram
tenang dan sabar
terimalah apa saja
yang telah ditentukan untukmu
apakah yang kau sedihkan kekasihku
biarpun semua mereka menghinamu
mencalarkan hatimu
mentertawakanmu dengan segala
timbunan derita yang ada
mereka sebenarnya sudah lupa terleka
cintakan keindahan dunia didepan mata
dan bukan pada kekasih yang kekal abadi
beruntunglah pada mereka mereka yang telah
dibukakan khashaf matahatinya
sehingga dapat melihat tanda tanda kebesaran itu
betapa indahnya Dia.
mendakapku
lalu memujukku
dengan kata kata indah
biar pun kehidupan sama hitamnya
dengan diriku
bukankah segalanya
telah dibersihkan
sehingga dirimu
sentiasa tenteram
tenang dan sabar
terimalah apa saja
yang telah ditentukan untukmu
apakah yang kau sedihkan kekasihku
biarpun semua mereka menghinamu
mencalarkan hatimu
mentertawakanmu dengan segala
timbunan derita yang ada
mereka sebenarnya sudah lupa terleka
cintakan keindahan dunia didepan mata
dan bukan pada kekasih yang kekal abadi
beruntunglah pada mereka mereka yang telah
dibukakan khashaf matahatinya
sehingga dapat melihat tanda tanda kebesaran itu
betapa indahnya Dia.
KEKASIHKU SEBERKAS NASKAH CINTA
Dialah kekasihku itu
berjalan sendiri menyusul hari
diwajahnya terlukis keruh derita
dihatinya bercalar seribu luka
di rempuhnya hening malam pekat
melangkah tanpa arah pasti
kemana derita ini
harus dia lemparkan
kenangan indah dulu
seberkas naskah cinta
tidak lagi membawa apa apa makna
hanyalah hirisan hirisan hati
tidak terbendung lagi
alangkah sakitnya
dialah kekasihku itu
yang menyelak nyelak helaian luka
dengan deraian airmata
hingga relai hancur semuanya
ditaburnya sepanjang jalan itu
diterbangkan waktu
jauh dari ingatannya
semakin kosong dan hampa
dia berjalan sendiri
menyusul pantai dan pelabuhan sepi
dimana terbenamnya sisa sisa pertemuan
dia mencari keindahan rindunya
semerah cintanya
apakan daya
dikaki senja
alam mula bertukar warna
semakin jauh bayangan itu pergi
semakin kuat ia bernyanyi
dimanakah putihnya awan
bagai diarak mempelai pengantinmu dulu
bergendang
yang tertinggal dipasir hanyalah cengkerang
dan kulit kulit siput yang berselerakan
terbuang.
berjalan sendiri menyusul hari
diwajahnya terlukis keruh derita
dihatinya bercalar seribu luka
di rempuhnya hening malam pekat
melangkah tanpa arah pasti
kemana derita ini
harus dia lemparkan
kenangan indah dulu
seberkas naskah cinta
tidak lagi membawa apa apa makna
hanyalah hirisan hirisan hati
tidak terbendung lagi
alangkah sakitnya
dialah kekasihku itu
yang menyelak nyelak helaian luka
dengan deraian airmata
hingga relai hancur semuanya
ditaburnya sepanjang jalan itu
diterbangkan waktu
jauh dari ingatannya
semakin kosong dan hampa
dia berjalan sendiri
menyusul pantai dan pelabuhan sepi
dimana terbenamnya sisa sisa pertemuan
dia mencari keindahan rindunya
semerah cintanya
apakan daya
dikaki senja
alam mula bertukar warna
semakin jauh bayangan itu pergi
semakin kuat ia bernyanyi
dimanakah putihnya awan
bagai diarak mempelai pengantinmu dulu
bergendang
yang tertinggal dipasir hanyalah cengkerang
dan kulit kulit siput yang berselerakan
terbuang.
Sunday, January 10, 2010
WAJAH SESEGAR PAGI
Sebenarnya hari ini
mimpi indahku baru bersuara
kau datang bersama keemasan mentari pagi
bersama kembang bunga ungu
langit biru
dan gebar kepak kumbang bernyanyi
kau bawakan sekuntum senyum paling indah
sehingga aku rasakan diriku
terapung di awanan
terbaring di kebunan hijau taman
tersenyum sendiri
dia dihatiku, selamanya dihatiku
menjahit rindu kuntum harum cinta Ilahi
dengan kesakitan yang begitu menyiksakan
seribu duri terpacak di dada
Aku sebenarnya sendirian
di daerah jauh laut hilang
menantimu menggelepar
begitu lama terbiar
dalam gelap dan lapar.
mimpi indahku baru bersuara
kau datang bersama keemasan mentari pagi
bersama kembang bunga ungu
langit biru
dan gebar kepak kumbang bernyanyi
kau bawakan sekuntum senyum paling indah
sehingga aku rasakan diriku
terapung di awanan
terbaring di kebunan hijau taman
tersenyum sendiri
dia dihatiku, selamanya dihatiku
menjahit rindu kuntum harum cinta Ilahi
dengan kesakitan yang begitu menyiksakan
seribu duri terpacak di dada
Aku sebenarnya sendirian
di daerah jauh laut hilang
menantimu menggelepar
begitu lama terbiar
dalam gelap dan lapar.
KEKASIHKU PAGI YANG MERESAH

Terbangun aku pagi ini
dengan segala ingatan terhadap mu
aku tercari cari puisi indah itu
bicaramu bagai bisikan bayu
melewati gunung dan lautan
diiring semarak bunga bunga wangi
burung burung mula bernyanyi
ombak pun berkejaran
ke pantai rindu
rindu padamu
rasanya seperti segera
aku ingin terbang ke sana
bertemu kekasihku
yang setia menanti
di langit tinggi
bulan putih perak kesiangan
terbayang wajah kekasihku
sedang tersenyum di balik awan
begitu manis menawan
sayu di pintu
sekepal doa buat pengembara
agar segera pulang
kepangkuan.
DOA BUAT KEKASIH
Ya Ilahi
lihatlah tubuh kekasihku yang
tergantung di langit
airmatanya bagai hujan petang
membanjiri sungai sungai
laluan hidupnya
ampunilah dosa- dosa mereka
yang menulis bukan dengan hati
lalu mensia-siakannya
hingga melupakan betapa
hebatnya cintamu
Ya Ilahi
lihatlah tubuh kecil
kekasihku ini
yang tenggelam didasar lautan janji
dicelah karang reput relai dan hilang
kau timbulkan lah ia kembali
dengan wajah keimanan terhadapmu
limpahkanlah hidayah juga cahaya
pada hatinya yang basah.
lihatlah tubuh kekasihku yang
tergantung di langit
airmatanya bagai hujan petang
membanjiri sungai sungai
laluan hidupnya
ampunilah dosa- dosa mereka
yang menulis bukan dengan hati
lalu mensia-siakannya
hingga melupakan betapa
hebatnya cintamu
Ya Ilahi
lihatlah tubuh kecil
kekasihku ini
yang tenggelam didasar lautan janji
dicelah karang reput relai dan hilang
kau timbulkan lah ia kembali
dengan wajah keimanan terhadapmu
limpahkanlah hidayah juga cahaya
pada hatinya yang basah.
Thursday, January 07, 2010
DIBAWAH HUJAN BERPAYUNG RINDU
Kunyanyikan puisi ini
buat dirimu pengubat sunyi
dibawah langit dan hujan
kita payungi rindu ini bersama
di taman taman indah
dikepung kembangnya bunga
biarkan
petir yang berdentum
juga kilat yang melancarkan panah berapi
sebentar...
aku ingin melamarmu
di padang hijau
lantai rumput ini
hanya mata
tanpa syarat dan kata- kata.
buat dirimu pengubat sunyi
dibawah langit dan hujan
kita payungi rindu ini bersama
di taman taman indah
dikepung kembangnya bunga
biarkan
petir yang berdentum
juga kilat yang melancarkan panah berapi
sebentar...
aku ingin melamarmu
di padang hijau
lantai rumput ini
hanya mata
tanpa syarat dan kata- kata.
AKU ... PADAMU
Mengapa bila saja kusebutkan
aku... padamu
isi alam menjadi riuh
semakin resah gelisah
apakah ucapan itu melahirkan kata dosa
apakah ia menjadi jembatan untuk aku
terjerumus ke lembah hina
apakah diriku begitu sebenarnya
tidak layakkah aku menyebutnya
perlukah kuceritakan
kisah peritnya hempedu hidupku
tentang rindu siapa kekasihku itu
jika sudah rasa putih hati
tanyalah malaikat
siapa dia lelaki yang
tidak dikenali itu
tidak punya apa apa
yang berjalan didalam gelap
lalu keluar dari rumah ke rumah
lewat dinihari
luka luka lalu
dia pulang dengan segala kesakitan
yang amat sangat
tapi sebenarnya
mungkin juga
mereka yang berkata itu
telah mula bimbang
kiamat akan segera datang
lalu membungkus semuanya
masuk syurga.
aku... padamu
isi alam menjadi riuh
semakin resah gelisah
apakah ucapan itu melahirkan kata dosa
apakah ia menjadi jembatan untuk aku
terjerumus ke lembah hina
apakah diriku begitu sebenarnya
tidak layakkah aku menyebutnya
perlukah kuceritakan
kisah peritnya hempedu hidupku
tentang rindu siapa kekasihku itu
jika sudah rasa putih hati
tanyalah malaikat
siapa dia lelaki yang
tidak dikenali itu
tidak punya apa apa
yang berjalan didalam gelap
lalu keluar dari rumah ke rumah
lewat dinihari
luka luka lalu
dia pulang dengan segala kesakitan
yang amat sangat
tapi sebenarnya
mungkin juga
mereka yang berkata itu
telah mula bimbang
kiamat akan segera datang
lalu membungkus semuanya
masuk syurga.
Sunday, January 03, 2010
Wednesday, December 30, 2009
KEKASIHKU ITU BURUNG IKAN RERAMA
Dialah kekasihku itu
datangnya dari langit
sikecil layang layang
entah dari biru mana
sayapnya patah
terbuang
tercarik luka hatiku
sakit dan sayu
kutatang belas kasih ini
kemana haluan pergi
ingin kulepaskan
bertemankan rerama
dapat kah kau terbang lagi
melewati padang mimpi
hilang bersamanya
tari bebunga lalang
Dia kekasihku
datangnya dari resah pohon pohon rindu
juga dari ratap nyanyi unggas
dari tebaran daun daun waktu kekuningan
kocak jernih percik air di kali
ikan- ikan terjentik rasa
udara pun bergetar berbisik sukma
disana ingin kupeluk semua
juntai hijaumu sepuasnya
didalam dingin tebal kabus gunung
alangkah lembut hela nafasmu
wangi mengharum
bunga bunga rimba
seindah lembut bicara
bait- bait puisi adinda
Dialah kekasihku itu
yang membawa hebatnya cinta
betapa sakitnya kecewa terhiris luka
betapa ikhlas hati yang selalu reda
sanggup mengekang kehendak rasa
walaupun hilang
mengingatimu
semakin jauh semakin indah
seperti pertama tama kali kita berjumpa
seperti kau yang sentiasa diam
tertunduk malu
tapi aku sendiri sebenarnya
yang tewas menentang tajam tusukan matamu
walau bagaimanapun...
walaupun diam
aku sekadar ingin merayu
kalau boleh...
harap harap
usahlah menjauh.
datangnya dari langit
sikecil layang layang
entah dari biru mana
sayapnya patah
terbuang
tercarik luka hatiku
sakit dan sayu
kutatang belas kasih ini
kemana haluan pergi
ingin kulepaskan
bertemankan rerama
dapat kah kau terbang lagi
melewati padang mimpi
hilang bersamanya
tari bebunga lalang
Dia kekasihku
datangnya dari resah pohon pohon rindu
juga dari ratap nyanyi unggas
dari tebaran daun daun waktu kekuningan
kocak jernih percik air di kali
ikan- ikan terjentik rasa
udara pun bergetar berbisik sukma
disana ingin kupeluk semua
juntai hijaumu sepuasnya
didalam dingin tebal kabus gunung
alangkah lembut hela nafasmu
wangi mengharum
bunga bunga rimba
seindah lembut bicara
bait- bait puisi adinda
Dialah kekasihku itu
yang membawa hebatnya cinta
betapa sakitnya kecewa terhiris luka
betapa ikhlas hati yang selalu reda
sanggup mengekang kehendak rasa
walaupun hilang
mengingatimu
semakin jauh semakin indah
seperti pertama tama kali kita berjumpa
seperti kau yang sentiasa diam
tertunduk malu
tapi aku sendiri sebenarnya
yang tewas menentang tajam tusukan matamu
walau bagaimanapun...
walaupun diam
aku sekadar ingin merayu
kalau boleh...
harap harap
usahlah menjauh.
Tuesday, December 29, 2009
KEKASIHKU ITU HUJAN
Dialah kekasihku dulu
separuh nyawa
pernah kurindu
padanya terbang
sekawan mimpi
burung burung senja sedih
padanya terkumpul semua luka luka
padanya selaut air mata kasih
bergelombang
sehingga aku sendirian karam
tengelam di laut garam
hilang
dia melintas didepanku
bersama sejuta peristiwa
bernyanyi perlahan
lagu yang pernah kita nyanyikan bersama
suatu waktu dulu dimana mana
diingatan mimpi tentang hujan
lagu cinta kekasih dari pohon
dari ranting patah
kuntum nya berderai
digendongnya ratap sedih itu selamanya
bagai cucuk sanggul
yang menikam nikam tajam di kepala
hari ini dia sudah lain
dimiliki kekasih yang lain
ternyata kekasih itu
kekasih yang pernah
kita cinta bersama
dia di mana mana
di mana saja
kuhadapkan wajahku
sayang
kau juga di sana
sajakku diam
aku hanya ingin melihat dalamnya luka
sejauh mana mata pisau terbenam.
separuh nyawa
pernah kurindu
padanya terbang
sekawan mimpi
burung burung senja sedih
padanya terkumpul semua luka luka
padanya selaut air mata kasih
bergelombang
sehingga aku sendirian karam
tengelam di laut garam
hilang
dia melintas didepanku
bersama sejuta peristiwa
bernyanyi perlahan
lagu yang pernah kita nyanyikan bersama
suatu waktu dulu dimana mana
diingatan mimpi tentang hujan
lagu cinta kekasih dari pohon
dari ranting patah
kuntum nya berderai
digendongnya ratap sedih itu selamanya
bagai cucuk sanggul
yang menikam nikam tajam di kepala
hari ini dia sudah lain
dimiliki kekasih yang lain
ternyata kekasih itu
kekasih yang pernah
kita cinta bersama
dia di mana mana
di mana saja
kuhadapkan wajahku
sayang
kau juga di sana
sajakku diam
aku hanya ingin melihat dalamnya luka
sejauh mana mata pisau terbenam.
Sunday, December 27, 2009
SAYEMBARA LUKA
Kesedihan dan luka ini
kembali ke dalam sunyi
sunyi yang begitu damai
tenteram
kembali dalam pelukan
rindu kekasih
dingin malam
harum bunga
kekasih
ah.. aku ingin menangis
sepuas puasnya
terharukan diri
betapa luasnya langit
entah kerdil lahirku di mana penjuru
terpisah rindu
tengelam terlena
tapi...
alangkah indahnya
pakaian yang dihadiahkan ini
merah menyala.
kembali ke dalam sunyi
sunyi yang begitu damai
tenteram
kembali dalam pelukan
rindu kekasih
dingin malam
harum bunga
kekasih
ah.. aku ingin menangis
sepuas puasnya
terharukan diri
betapa luasnya langit
entah kerdil lahirku di mana penjuru
terpisah rindu
tengelam terlena
tapi...
alangkah indahnya
pakaian yang dihadiahkan ini
merah menyala.
Tuesday, December 22, 2009
JIWA YANG TENANG
Alangkah indahnya
kalau kita dapat melihat
pada setiap derita kesakitan
ditukarnya pula
pada seribu keampunan
ditanamnya pula
kepada jiwa yang tenang
pohon -pohon teduh
sehingga kita pun
tidak terkata lagi
terkedu diam
cair di kolam.
kalau kita dapat melihat
pada setiap derita kesakitan
ditukarnya pula
pada seribu keampunan
ditanamnya pula
kepada jiwa yang tenang
pohon -pohon teduh
sehingga kita pun
tidak terkata lagi
terkedu diam
cair di kolam.
HARGA SEBUAH CINTA
Dapat kah aku melukis wajahmu
seindah dulu
kau tidak lagi pernah tersenyum
melihat putih awan
melihat hijau daunan
kuning indah bunga ditaman
dapatkah aku menadah
menakungi beban derita itu
kerana airmata mu
tidak pernah henti tumpah
membanjiri gerimis senja merah ini
terluka panjang
melarut ke hitam malam
tanpa bulan bintang bintang
menyinari kelam
bagaimana dapat aku mengerti
sekeping hati yang tertutup
rapat semua pintu pintu peribadi
dapatkah aku hidup
bernyanyi sendiri
tanpa irama
dan kau menanggis
untuk siapa
salahkah aku bertanya
berapa harganya
untuk membeli sebuah cinta
jualkan lah rindumu juga
sekarang.
seindah dulu
kau tidak lagi pernah tersenyum
melihat putih awan
melihat hijau daunan
kuning indah bunga ditaman
dapatkah aku menadah
menakungi beban derita itu
kerana airmata mu
tidak pernah henti tumpah
membanjiri gerimis senja merah ini
terluka panjang
melarut ke hitam malam
tanpa bulan bintang bintang
menyinari kelam
bagaimana dapat aku mengerti
sekeping hati yang tertutup
rapat semua pintu pintu peribadi
dapatkah aku hidup
bernyanyi sendiri
tanpa irama
dan kau menanggis
untuk siapa
salahkah aku bertanya
berapa harganya
untuk membeli sebuah cinta
jualkan lah rindumu juga
sekarang.
Wednesday, December 16, 2009
KALIMAH CINTA
Merendah
rendahkan lah
berlembut hati
perhaluskan lah lagi
sujud merapat sunyi
lagu sedih hiba
teringin
damai lapang
dalam tenggelam
kenikmatan bersamamu
datang tenang
tenteram
hanyut jauh
ke laut senja
segala luka luka
tidak lepas
tidak kering di ingatan
alangkah indahnya
betapa sakitnya menulis
melukis namaMu
tawakal di dada
mengintai makna
bicara alam bergetaran
diam diam
rahsia
kekasih
layakkah aku merindu
sehingga kini
kalimah cinta seindah itu
tidak mampu kuucapkan lagi.
rendahkan lah
berlembut hati
perhaluskan lah lagi
sujud merapat sunyi
lagu sedih hiba
teringin
damai lapang
dalam tenggelam
kenikmatan bersamamu
datang tenang
tenteram
hanyut jauh
ke laut senja
segala luka luka
tidak lepas
tidak kering di ingatan
alangkah indahnya
betapa sakitnya menulis
melukis namaMu
tawakal di dada
mengintai makna
bicara alam bergetaran
diam diam
rahsia
kekasih
layakkah aku merindu
sehingga kini
kalimah cinta seindah itu
tidak mampu kuucapkan lagi.
Tuesday, December 08, 2009
DIKUPAS DERITA
Petang teduh
sugul gelisah
mengintai perlahan
meyeringai taring taring tajam
mencari mangsa
aku mahu dibahamnya
ketika tubuh ini
kewalahan
melawan sendiri
apakan daya
hanya aku kini
digemari derita
bertunda menerkam
keliling
hanya padaMu
limpahan kasih penuh
tempat merayu
harapan terakhir
selamanya kutunggu
yang bakal meleraikan kusut
terbelit dibenak ini
begitu sarat yang datang
tenggelam akhirnya
terkepong diantara kerikil tajam
terhimpit dalam timbunan
batu batu hitam
ingin ku ceritakan sakitku
tapi kau jua yang lebih tahu
betapa berat bebanan ini
terpikul dibahu
dari kemampuan upaya
tidak seberapa
tolonglah aku kekasih
ringankan lah sedikit
sakit ini
diriku sudah lama hancur
dikupas derita
dicincang sengsara.
sugul gelisah
mengintai perlahan
meyeringai taring taring tajam
mencari mangsa
aku mahu dibahamnya
ketika tubuh ini
kewalahan
melawan sendiri
apakan daya
hanya aku kini
digemari derita
bertunda menerkam
keliling
hanya padaMu
limpahan kasih penuh
tempat merayu
harapan terakhir
selamanya kutunggu
yang bakal meleraikan kusut
terbelit dibenak ini
begitu sarat yang datang
tenggelam akhirnya
terkepong diantara kerikil tajam
terhimpit dalam timbunan
batu batu hitam
ingin ku ceritakan sakitku
tapi kau jua yang lebih tahu
betapa berat bebanan ini
terpikul dibahu
dari kemampuan upaya
tidak seberapa
tolonglah aku kekasih
ringankan lah sedikit
sakit ini
diriku sudah lama hancur
dikupas derita
dicincang sengsara.
Monday, December 07, 2009
Sunday, December 06, 2009
CINTA PUTIH
Minta maaflah
jika kau masih percaya
masih ada cinta suci di sini
diakhir zaman ini
mimpi disiang hari
mana mungkin
kejujuran
keikhlasan
ketulusan
cinta putih bersih
dan lupakanlah
hasrat yang tinggi mengunung itu
seketika
dan berfikirlah sepantasnya
sekarang
sebelum terlambat
wajahnya yang tampan
anak hartawan
kesenangan kemewahan
sebenarnya bukan kayu pengukur
tidak lagi menjanjikan bahagia
tinggal kekal sesat
untuk selamanya tertipu
jejaka idaman yang kau impikan
hanyalah permainan
di pentas lakonan
dan dia bukanlah sebenarnya
seorang pemalu
ketawalah hari ini
sepuas puasnya
sehingga waktu terhenti
kau sendiri akan tahu
bahawa indah dulu
tidak akan mundur kembali
kebelakang
semakin serba salah
sehingga jelas
topeng topeng kepalsuan
rupa rupanya diluar dugaan
mat rempit
peragut penipu
penagih dadah
kepala samseng
pembikin rasuah
perompak penjenayah
terpulanglah
Jika itu yang kau cari
itulah yang kau dapat
pedulikan
kata hati
menyedapkan rasa
kau paling cantik
paling istimewa
dia lelaki setia
sanggup berkorban
jiwa dan raga
kerana cinta
tapi sekarang
siapa bela siapa
siapa jaga siapa
inikah cinta suci
ketika belum dimiliki
harga diri tidak lagi bermakna
berkepit sini dan sana
dengan penuh bergaya
kau hanya layak
dijadikan umpan
semata mata
dihati dia
alangkah mudahnya
kau ditipu
hidup- hidup
mentah- mentah
sungguh tidak disangka sangka
cinta dia selama ini
mati mati
sepenuh-penuh kau percaya
hanyut
disini hari ini
bercerminlah
cinta siapa
seharusnya kau cari
bertaut teguh
selamanya dihati.
jika kau masih percaya
masih ada cinta suci di sini
diakhir zaman ini
mimpi disiang hari
mana mungkin
kejujuran
keikhlasan
ketulusan
cinta putih bersih
dan lupakanlah
hasrat yang tinggi mengunung itu
seketika
dan berfikirlah sepantasnya
sekarang
sebelum terlambat
wajahnya yang tampan
anak hartawan
kesenangan kemewahan
sebenarnya bukan kayu pengukur
tidak lagi menjanjikan bahagia
tinggal kekal sesat
untuk selamanya tertipu
jejaka idaman yang kau impikan
hanyalah permainan
di pentas lakonan
dan dia bukanlah sebenarnya
seorang pemalu
ketawalah hari ini
sepuas puasnya
sehingga waktu terhenti
kau sendiri akan tahu
bahawa indah dulu
tidak akan mundur kembali
kebelakang
semakin serba salah
sehingga jelas
topeng topeng kepalsuan
rupa rupanya diluar dugaan
mat rempit
peragut penipu
penagih dadah
kepala samseng
pembikin rasuah
perompak penjenayah
terpulanglah
Jika itu yang kau cari
itulah yang kau dapat
pedulikan
kata hati
menyedapkan rasa
kau paling cantik
paling istimewa
dia lelaki setia
sanggup berkorban
jiwa dan raga
kerana cinta
tapi sekarang
siapa bela siapa
siapa jaga siapa
inikah cinta suci
ketika belum dimiliki
harga diri tidak lagi bermakna
berkepit sini dan sana
dengan penuh bergaya
kau hanya layak
dijadikan umpan
semata mata
dihati dia
alangkah mudahnya
kau ditipu
hidup- hidup
mentah- mentah
sungguh tidak disangka sangka
cinta dia selama ini
mati mati
sepenuh-penuh kau percaya
hanyut
disini hari ini
bercerminlah
cinta siapa
seharusnya kau cari
bertaut teguh
selamanya dihati.
Thursday, December 03, 2009
Wednesday, December 02, 2009
POHON MENANTI
Pada setiap pagi
aku menunggu berita darimu
seperti selalunya
aku terus menanti
telefon bernyanyi
tapi hari ini
segalanya sunyi
sehingga angin petang
bertiup kencang
menerbangkan dedaunan
bertebaran kekuningan
juga meninggalkan aku
sendirian
termangu sepi
di bawah pohon rindumu
resah bertanya arah
kemana.
aku menunggu berita darimu
seperti selalunya
aku terus menanti
telefon bernyanyi
tapi hari ini
segalanya sunyi
sehingga angin petang
bertiup kencang
menerbangkan dedaunan
bertebaran kekuningan
juga meninggalkan aku
sendirian
termangu sepi
di bawah pohon rindumu
resah bertanya arah
kemana.
Tuesday, December 01, 2009
SERIKANDI SENI
Kulihat gigih
terjaring dimatamu
mengupas kelopak merah menyala
jemari halus dipenuhi duri
terluka
dialah serikandi gelisah
tidak jemu mencari indah
bersama warna halus bicara
dipeluknya kalimah alam
juntai palma
kembang ungu teratai di kolam
tanda ada
tasbihnya dari batu
dari permata
dia terus melangkah
mengumpul kembali
sirah rindu yang dulu
puisi tradisi kasih bonda
masih kedengaran
berlagu dialun buaian
ingin ia ceritakan
didalam lakaran
halusnya seni warisan
wajah seribu puteri
berkali kali rantingmu patah
dipukul alun rentak bertingkah
tetapi wajahmu tetap kental ceria
jauh merenung kedalam diri
mengapai harapan membumbung tinggi
mengumpul kekuatan
berpencak jiwa berani
tabah menyulam motif dan corak
berkait bersambung
tiada hujung
tiada henti.
terjaring dimatamu
mengupas kelopak merah menyala
jemari halus dipenuhi duri
terluka
dialah serikandi gelisah
tidak jemu mencari indah
bersama warna halus bicara
dipeluknya kalimah alam
juntai palma
kembang ungu teratai di kolam
tanda ada
tasbihnya dari batu
dari permata
dia terus melangkah
mengumpul kembali
sirah rindu yang dulu
puisi tradisi kasih bonda
masih kedengaran
berlagu dialun buaian
ingin ia ceritakan
didalam lakaran
halusnya seni warisan
wajah seribu puteri
berkali kali rantingmu patah
dipukul alun rentak bertingkah
tetapi wajahmu tetap kental ceria
jauh merenung kedalam diri
mengapai harapan membumbung tinggi
mengumpul kekuatan
berpencak jiwa berani
tabah menyulam motif dan corak
berkait bersambung
tiada hujung
tiada henti.
Sunday, November 29, 2009
SECAWAN KOPI
Hanya bunga bunga kenangan
mengharum merah menyala di halaman
teratai berkembang unggu rindu
anak anak ikan mengintai resah di kali
embun pun gugur perlahan
dari hijau selepas basah
dihujani mimpi pelamin
pengantin yang dulunya
tersangat muda
dedaun kuning merah bertebaran
angin dingin memaut kencang menari
menjauh meninggalkan permaidani
petak petak kehidupan
harapan dari ranting terkulai
sendiri meratapi
mimpi indah petani
alangkah sukarnya bercerita
tentang pohon pohon
condong di tangga
jalan semakin jauh
semakin pilu sedih
siapa yang sudi mendengar
dari lubuk hatiku yang pedih
merintih mengalir lesu
raut wajah mu
selamanya dulu pernah dirindu
tertegun terkasima
menunggu aku menanti
perlahan menghirupnya
hitam pahit manis rasa
hilang dalam senyum terpaksa.
mengharum merah menyala di halaman
teratai berkembang unggu rindu
anak anak ikan mengintai resah di kali
embun pun gugur perlahan
dari hijau selepas basah
dihujani mimpi pelamin
pengantin yang dulunya
tersangat muda
dedaun kuning merah bertebaran
angin dingin memaut kencang menari
menjauh meninggalkan permaidani
petak petak kehidupan
harapan dari ranting terkulai
sendiri meratapi
mimpi indah petani
alangkah sukarnya bercerita
tentang pohon pohon
condong di tangga
jalan semakin jauh
semakin pilu sedih
siapa yang sudi mendengar
dari lubuk hatiku yang pedih
merintih mengalir lesu
raut wajah mu
selamanya dulu pernah dirindu
tertegun terkasima
menunggu aku menanti
perlahan menghirupnya
hitam pahit manis rasa
hilang dalam senyum terpaksa.
Sunday, November 08, 2009
DURI DURI
Tajamnya duri duri ini
tersengkang diantara bahuku
tersilang antara selangka dada
bisanya duri ini
meragut seluruh kesakitan
ke dalam kotak fikir
kalut meracau
beku buntu
bagaimana pun
dari dukacita burung- burung senja
aku merayu padamu
rindu jauh langit tinggi
sesekali akal hilang
aku pasti tunduk kembali
dalam hamparan sejuta wangi
rumputan
aduhai sakitnya...
terhoyong hayang
terasa perit tusukan ini
aku pasti akan tumbang pula
terlentang ke belakang.
tersengkang diantara bahuku
tersilang antara selangka dada
bisanya duri ini
meragut seluruh kesakitan
ke dalam kotak fikir
kalut meracau
beku buntu
bagaimana pun
dari dukacita burung- burung senja
aku merayu padamu
rindu jauh langit tinggi
sesekali akal hilang
aku pasti tunduk kembali
dalam hamparan sejuta wangi
rumputan
aduhai sakitnya...
terhoyong hayang
terasa perit tusukan ini
aku pasti akan tumbang pula
terlentang ke belakang.
Monday, November 02, 2009
TENTANG POHON DIRI
Akar itu niat serta akidah
batang pokok itu amalan juga ibadah
ranting itu dari cabang segala doa
daun itu doa terpilih terus kepada Nya
dari syafaat nabi atau para ulama
bunga itu tanda kasih tanda cinta
buah itu hasil dari segala usaha
tangkai itu usia hayat
condongnya ke arah kiblat
alam itu sebenarnya tanda ada
ada pencipta ada penjaga.
batang pokok itu amalan juga ibadah
ranting itu dari cabang segala doa
daun itu doa terpilih terus kepada Nya
dari syafaat nabi atau para ulama
bunga itu tanda kasih tanda cinta
buah itu hasil dari segala usaha
tangkai itu usia hayat
condongnya ke arah kiblat
alam itu sebenarnya tanda ada
ada pencipta ada penjaga.
PANAH YANG TERPACAK DI DADA

Ketika asyik
mencari diri
antara tidur dan jaga
berkali kali
dipanahnya lagi
bagai kilat dari angkasa
menyambar bagai halilintar
berapi terpancar di dadaku
terbelah dua
menggelepar
tapi hilang rasa
hanya cahaya
Inikah urusan
tentang hati
perihal cinta
sehingga segalanya
begitu mudah terguris
pilu sayu menangis
usah menjauh
isi alam bergetaran merusuh
memanggil indah namamu
sehingga lidah kasih mula tersentuh
aku sebenarnya sudah berkali kali jatuh.
Monday, October 26, 2009
Saturday, October 24, 2009
PADA CINTA PERTAMA
Seandainya tertutup kalam
tenggelam pada segala keasyikan
ketakjuban
tidak perlu bercerita lagi
terjunlah kedalam hakikat
kenalilah diri
sebenar benar diri
itupun yang kau cari
merataplah
bergulinglah
merayulah
bernyanyilah
penuhkanlah ia
puji dan puja
hiasilah dirimu
secantik cantiknya
sewangi wanginya
kau dalam pelukan cinta
cahaya di dalam cahaya
cahaya yang selama ini
menjadi rahsia
kembali kepada rindu mula
rindu pada cinta yang pertama.
tenggelam pada segala keasyikan
ketakjuban
tidak perlu bercerita lagi
terjunlah kedalam hakikat
kenalilah diri
sebenar benar diri
itupun yang kau cari
merataplah
bergulinglah
merayulah
bernyanyilah
penuhkanlah ia
puji dan puja
hiasilah dirimu
secantik cantiknya
sewangi wanginya
kau dalam pelukan cinta
cahaya di dalam cahaya
cahaya yang selama ini
menjadi rahsia
kembali kepada rindu mula
rindu pada cinta yang pertama.
Tuesday, October 20, 2009
MELANKOLI DINIHARI

Ah... sedihnya malam ini
hujan setitis saja
menitis perlahan
betapa sunyinya di kegelapan
hanya cengkerik saja
yang berani bernyanyi
lagu luka hatiku ini
mereka semua pergi
melambai lambai tangan
meninggalkan bangku bangku setia
setangkai bunga kusam
diam tertinggal disana
bukan milik siapa siapa
aku melukiskan dia
tercengang cengang
melihat rerama putih
mencari warnanya
kemana hilang
alangkah sunyinya
mimpi ini
tanpa tetamu
berjalan sendiri
mencari pagi
... namamu
masih tertulis ditapak tangan ini
di mana terguris lama lukaku dulu.
Wednesday, October 07, 2009
Tuesday, October 06, 2009
SANDARKAN DIRI KE DINDING INI
Kusandarkan diri pada dinding ini
hanya aku ingin sandarkan diriku dengan manja
telah begitu banyak beban tergalas ini
sarat tak terpikul lagi
penuh
malam ini
aku hanya ingin bercakap seperti biasa
seperti aku yang tidak mengerti apa- apa
dengan bahasa yang biasa
dari resam pengalaman
tangguh lagi pelupa
ingin ku sandarkan kesal ini
kebahu kekasihku yang sentiasa
memerhatikan
bila terkoyaknya iman
tersungkur lagi
berkali kali
meruntun harap
belas kasihan
kata hati aku kini hanyalah
dari sunyi pohon teruji
disana segalanya ada
ranting ranting
ulat ulat sebelum menjadi rerama
buruk sebelum kembali kesayap indahnya.
hanya aku ingin sandarkan diriku dengan manja
telah begitu banyak beban tergalas ini
sarat tak terpikul lagi
penuh
malam ini
aku hanya ingin bercakap seperti biasa
seperti aku yang tidak mengerti apa- apa
dengan bahasa yang biasa
dari resam pengalaman
tangguh lagi pelupa
ingin ku sandarkan kesal ini
kebahu kekasihku yang sentiasa
memerhatikan
bila terkoyaknya iman
tersungkur lagi
berkali kali
meruntun harap
belas kasihan
kata hati aku kini hanyalah
dari sunyi pohon teruji
disana segalanya ada
ranting ranting
ulat ulat sebelum menjadi rerama
buruk sebelum kembali kesayap indahnya.
Sunday, October 04, 2009
Tuesday, September 08, 2009
SIAPALAH AKU
Apa harus diucapkan lagi
senandungku kini berlagu sunyi
tenggelam dilamunan
hanyut sendiri
apa harus dikesalkan kini
puisi luka tidak bermakna
hanya lontaran kata- kata
tanpa lagu hilang asonansinya
hitam putih alam ini
hanya tinggal debu dan pasir
tidak henti beterbangan
lalu hilang dari pandangan
ombak pantai ku bisu
meninggalkan seribu deru
meronta kesakitan
sepi sebelum ada sesiapa
diam untuk tidak lagi bertanya
untuk menyelam
dalam lautan ikan -ikan
siapalah aku
antara bayangan pepohonan
di lapisan hati mereka
tidak lagi bermakna
hanya tinggal naratif cinta.
senandungku kini berlagu sunyi
tenggelam dilamunan
hanyut sendiri
apa harus dikesalkan kini
puisi luka tidak bermakna
hanya lontaran kata- kata
tanpa lagu hilang asonansinya
hitam putih alam ini
hanya tinggal debu dan pasir
tidak henti beterbangan
lalu hilang dari pandangan
ombak pantai ku bisu
meninggalkan seribu deru
meronta kesakitan
sepi sebelum ada sesiapa
diam untuk tidak lagi bertanya
untuk menyelam
dalam lautan ikan -ikan
siapalah aku
antara bayangan pepohonan
di lapisan hati mereka
tidak lagi bermakna
hanya tinggal naratif cinta.
Wednesday, September 02, 2009
DALAM DIAM DIAM
Lain kali tak perlulah
mereka reka sesuatu cerita
atau sesuatu jenama
formula baru konon
kalau sememangnya
nak buat sesuatu
yang sebenarnya tidak perlu
menipu begitu
kesiannya mereka
dalam diam diam
tertipu rupanya
yang buta ilmu
sebenarnya
pakailah topeng apa pun
kami memang dah tau
hitam yang datang dari dalam.
mereka reka sesuatu cerita
atau sesuatu jenama
formula baru konon
kalau sememangnya
nak buat sesuatu
yang sebenarnya tidak perlu
menipu begitu
kesiannya mereka
dalam diam diam
tertipu rupanya
yang buta ilmu
sebenarnya
pakailah topeng apa pun
kami memang dah tau
hitam yang datang dari dalam.
RINDUKU
Biar rindu menjadi buku
bila kau pulang
itulah hadiahku
tataplah ulang berulang
sampai kau jemu
sayangku
lepaskanlah!
bila kau pulang
itulah hadiahku
tataplah ulang berulang
sampai kau jemu
sayangku
lepaskanlah!
LAMUNAN

Hanyalah ingatan
yang sering ku hanyutkan
jauh dari indah itu
dedaun kekeringan
di padang padang perhitungan
terlentang kejang
kehancuran ku relakan
apa yang kau tinggalkan hanyalah
seketul hati sekepal cinta
apa kau fikir ia akan lenyap hilang
begitu mudah dari ingatan
sehingga bertahun tahun mimpi itu
mempermainkan
keindahan
hanyalah sia sia
tidak pernah menjadi nyata
tidak pernah tumbuh pun
mana mungkin
menjadi bunga
terima kasih kawan
aku sudah biasa dihanyutkan
bila tidak diperlukan
bila tidak ada kepentingan
Subscribe to:
Comments (Atom)





















