Aku sebenarnya lahir dari penjara
telah banyak aku lukiskan di dinding ini
sehingga aku tidak menghiraukan
detik waktu berlalu
aku hanya ingin bersama
bersandaran
didalam warna kesedihan
di perkebunan
diam sebuah kolam
dan teratai berkembang putih
Kekasih
aku hanya ingin menyintai kamu
merindui kamu
menari di dalam lebat hujan
di sudut sana telah aku lukiskan
camar pantai dan laut bernyanyi
bersama sepahan kulit kulit siput
aku terus menanti
berkejar ombak bicara puisi
rasa lahir dari hati nurani
ada lukisan langit juga di atas kepalaku
bulan dan kerdip bintang bintang
sayap sayap burung beterbangan
dan aku hanya ingin singgah
di setiap pelabuhan sepimu
apakan daya
aku di penjara jiwa
tanpa nama
tiada papan tanda
aku hanya ingin tidur diribaanmu
kerana mimpiku tanpa warna
hanya cahaya
dari hitam putih suasana.
Karya: A. Ghafar Bahari (Gopa)
Thursday, January 05, 2012
Tuesday, November 22, 2011
Tuesday, November 08, 2011
HELAIAN KENANGAN
SEKIAN WAKTU MENYEPI
Wednesday, October 12, 2011
DARI SATU SENTUHAN WARNA

Bank Simpanan Nasional
telah terkumpul segala keyakinan
kepercayaan sepenuh harapan
buat merealisasikan
manis impian
jaminan hidup di masa depan
dengan segala kecanggihan teknologi
menjadi ia semakin dihormati
selamat senang dan mudah
buat kami berurusan
sesiapa sahaja
walau di mana berada
pendekatan
seindah semanis senyuman
Bank Simpanan Nasional
menjanjikan berbagai tawaran
Skim Perbankan Islam
untuk semua gulongan
berlandaskan prinsip Syariah
Bai Al- Inah
dari Prinsip Syariah Mudharabah
ke Prinsip Syariah Ujrah
pelaburan kian meningkat
bertambah
lihatlah produk promosi
kebajikan buat Warga Emas
yang memerlukan perhatian
simpati
dari satu sentuhan warna
ia menjadi lebih bermakna
bantuan buat Warga Muda
di pengajian tinggi
kemudahan di bidang pelajaran
berjimat untuk kejayaan
mencapai kegemilangan hasrat
1 Malaysia diutamakan
kesempurnaan sebenarnya
kini hanya ada
di Bank Komuniti anda
di Bank Simpanan Nasional ini.
Karya: A. Ghafar Bahari ( Gopa )
13.10.2011.
Puisi Khas buat Bank Simpanan Nasional.
Kalender BSN 2012
Wednesday, September 07, 2011
MELUKISKAN SENJA
Di tepi sawah
aku melukiskan senja nan merah
sayu rasa menatap alam
bagai rindu yang kian tenggelam
melukis aku buah ranum itu
masak dan gugur ke bumi
hilang di pelukkan
pantasnya waktu berlalu
sempatkah lagi aku
mewarnai kedaifan
keinsafan diri
hanya tinggal
sedetik
setitis
segenggam harapan
meraba raba pada wajah sendiri
hilang di kegelapan
dalam mencari haluan
semuga segala indah
mengantar aku pulang.
Friday, August 05, 2011
WAJAH INSPIRASIKU
Sunyi senja berwajah merah
bicara kolam seakan terdiam
kunanti desir bayu bertanya rindu
di pantai mana kah dia merintih
termanggu menanggis
bicara kolam seakan terdiam
kunanti desir bayu bertanya rindu
di pantai mana kah dia merintih
termanggu menanggis
bersedih
ombak menghempas resah
putih mengebu awan di langit
sesuci cintanya yang teduh
memayungi kasih
mencarimu di hamparan pasir
di celahan batu
di sini lihatlah semua lukisanku
hanya kerana kamu
kuhamparkan
keindahan alam sentiasa berubah
inilah wajah kita
kering basah dimamah usia
hanya tinggal nota sejarah
sepasang burung
sebuah sarang
sebatang pohon teduh
sebuah bangku usang
yang tidak lagi mampu bercerita
mereput di perkebunan
selamat jalan peristiwa
denai akan terus mengalir
kau tetap indah di hatiku
seindah burung burung yang pergi
sambil terus bernyanyi
tapi tetap pasti meninggalkan
manis mimpi inspirasi
sarat sakit
hirisan sebilah belati.
ombak menghempas resah
putih mengebu awan di langit
sesuci cintanya yang teduh
memayungi kasih
mencarimu di hamparan pasir
di celahan batu
di sini lihatlah semua lukisanku
hanya kerana kamu
kuhamparkan
keindahan alam sentiasa berubah
inilah wajah kita
kering basah dimamah usia
hanya tinggal nota sejarah
sepasang burung
sebuah sarang
sebatang pohon teduh
sebuah bangku usang
yang tidak lagi mampu bercerita
mereput di perkebunan
selamat jalan peristiwa
denai akan terus mengalir
kau tetap indah di hatiku
seindah burung burung yang pergi
sambil terus bernyanyi
tapi tetap pasti meninggalkan
manis mimpi inspirasi
sarat sakit
hirisan sebilah belati.
Friday, July 22, 2011
EMBUN EMBUN CINTA
Malam kian menjauh
meninggalkan segala kenangan
dalam kesamaran
mimpi kedukaan
kutadah payah
sakit tidak tergenggam
apa akan jadi esuk hari
hanya tinggal bayangan
kesedihan masih kuhamparkan
aku semakin menghilang
di sebalik pohon pohon hitam
melebat semakin tunduk
merendang
bersisik awan memutih
di langit
di hijau taman
aku menanti kekasih
rebah basah berembun
seindah selembut cintaNya turun.
meninggalkan segala kenangan
dalam kesamaran
mimpi kedukaan
kutadah payah
sakit tidak tergenggam
apa akan jadi esuk hari
hanya tinggal bayangan
kesedihan masih kuhamparkan
aku semakin menghilang
di sebalik pohon pohon hitam
melebat semakin tunduk
merendang
bersisik awan memutih
di langit
di hijau taman
aku menanti kekasih
rebah basah berembun
seindah selembut cintaNya turun.
Monday, July 04, 2011
PUISI SYURGA SENTUHAN BIDADARI

Pohon Pujangga Cinta
akarnya meruntun kasih
melimpah ke bumi
dedaun rindunya beterbangan
ke serata alam
jatuh
kembangmu mewangi
kelopak putih bertaburan
di bawah teduhan
menambat hati pengembara
singgah berteduh
terlena
kekasih
alangkah indah mimpi ini
walaupun bertahun lama
aku tetap menanti
di bawah hamparan
lukisan permaidani
sebuah taman
hijau rumputan
bulan penuh di langit
bintang berkelipan
awan berarakan
kata kukirim
selembut salam
seindah alam
sunyi di bawah pohon ini
mencari di mana bayu berbisik
bernyanyi
puisi puisi syurga
sentuhan bidadari.
Sunday, June 19, 2011
CINTA SELAUT AIR MATAKU
Rasa berkecai dadaku
menahan sebak
luruh hanyutkan aku
ke laut hilang
biar mendekat
ke pulau pulau kasih
pengharapan
hanyut aku kesakitan
bersama sedih hati ikan ikan
gelombang menerpa
timbul tenggelam
di celah karang
karangku mereput resah
mengepung selaut air mataku
bergulung garam
pecah
kekasih
tertahan tahan sedih ini
tumpah melimpah
di kolam kolam.
menahan sebak
luruh hanyutkan aku
ke laut hilang
biar mendekat
ke pulau pulau kasih
pengharapan
hanyut aku kesakitan
bersama sedih hati ikan ikan
gelombang menerpa
timbul tenggelam
di celah karang
karangku mereput resah
mengepung selaut air mataku
bergulung garam
pecah
kekasih
tertahan tahan sedih ini
tumpah melimpah
di kolam kolam.
Wednesday, June 15, 2011
SEPATU KACA SEPATU CINTA

Resah hati meniti hari
dalam hitam malam
semakin tenggelam bulan
meraba raba wajah sedih dulu
di sudut sunyi puisi
yang kau tinggalkan
segala indah kata kata
bersama wangi
taburan bunga
aku merinduinya
kudengar jentayu merayu
memanggil nyanyi hujan
hujan yang mungkin tiba tiba
datang lagi
pada kuning daun
beterbangan
rapuh ranting usia
berguguran
Sepasang angsa putih
mesra di kolam
masih menanti
aku mencari pagi
pagi yang mungkin tiba tiba
mimpi datang menjelmakan kamu
di hijau perkebunanku
terlukis wajah di lamunan
bersama secebis kenangan
masih kugenggam
singkat waktu untuk bertanya
tercegat terpaku
bersama indah kilauan
sepatu kaca.
MERCU TANDA CINTA
Tuesday, June 14, 2011
Monday, June 13, 2011
TELAH HITAM HAGUS TUBUH INI
Tidak aku ingin hidup
dari jiwa lebur
tidak aku ingin
luruh ansur beransur
pahit rasa ini
telah lama kukemam
diamku ada api
di dalam dada
api semangatku
yang kian menyala
aku ingin membakar
deritaku yang dulu
telah hitam
hangus tubuh ini
aku ingin mewarnakan
indah hidupku yang baru.
dari jiwa lebur
tidak aku ingin
luruh ansur beransur
pahit rasa ini
telah lama kukemam
diamku ada api
di dalam dada
api semangatku
yang kian menyala
aku ingin membakar
deritaku yang dulu
telah hitam
hangus tubuh ini
aku ingin mewarnakan
indah hidupku yang baru.
Wednesday, June 01, 2011
WAJAHMU TERLUKIS DI SANUBARI
Aku akan terus berdiri
di bawah pohon ini
aku sering mengharapkan
kekasihku itu datang lagi
walaupun sekadar bayangan
ataupun hanya bisik bayu
tanpa kata kata
aku ingin terus dihanyutkan
dengan segala igauan
tentang sekuntum bunga
dan hujan yang datang
tidak menentu musim berganti
kesayuan semakin melebat
sepanjang hari setiap waktu
sesungguhnya
saat ini wajah kamu
terlukis di sanubari
aku akan terus menunggu
sehingga hilang merah
tenggelam matahari
malam datang berubah
menghantar selimut
mimpi indah
kekasihku
mana mungkin aku lupa
sewaktu berputik itu bunga
pagi cerah langit biru
hijau rumput di padang padang
jatuh terbang rama rama.
di bawah pohon ini
aku sering mengharapkan
kekasihku itu datang lagi
walaupun sekadar bayangan
ataupun hanya bisik bayu
tanpa kata kata
aku ingin terus dihanyutkan
dengan segala igauan
tentang sekuntum bunga
dan hujan yang datang
tidak menentu musim berganti
kesayuan semakin melebat
sepanjang hari setiap waktu
sesungguhnya
saat ini wajah kamu
terlukis di sanubari
aku akan terus menunggu
sehingga hilang merah
tenggelam matahari
malam datang berubah
menghantar selimut
mimpi indah
kekasihku
mana mungkin aku lupa
sewaktu berputik itu bunga
pagi cerah langit biru
hijau rumput di padang padang
jatuh terbang rama rama.
Monday, May 23, 2011
Thursday, May 19, 2011
SEKEPAL KASIH
Ya Ilahi Ya Rabbi
limpahkanlah padaku
indah ilham
cantik kata
selembut sabda nabi
sepantun bujuk bidadari
bahasa alam
mengupas ilmu
tersembunyi
jadi hiasan
sekepal kasih
tanda sayang
tanda ada
penyambung rindu
jadi ingatan padaMu
sentiasa
jika lahir ia mumbang
lain condong arah tumbang
ampunilah segala salah
dari lahir setiap patah
hamba hanya sekadar pengubah
menghias sunyi
pengubat gundah
amin.
limpahkanlah padaku
indah ilham
cantik kata
selembut sabda nabi
sepantun bujuk bidadari
bahasa alam
mengupas ilmu
tersembunyi
jadi hiasan
sekepal kasih
tanda sayang
tanda ada
penyambung rindu
jadi ingatan padaMu
sentiasa
jika lahir ia mumbang
lain condong arah tumbang
ampunilah segala salah
dari lahir setiap patah
hamba hanya sekadar pengubah
menghias sunyi
pengubat gundah
amin.
Wednesday, May 18, 2011
SESEKALI AKU SINGGAH
Sesekali aku singgah
tapi tetap diam membisu
sekadar melihat warna alam
berubah tumpah
hanya sekadar ingatan tumbuh
kerana aku bukanlah liar pohon itu
sepanjang musim berbuah
melebat ranum meluruh
aku bukan siapa siapa di sana
sekadar melintas
terhalau malu
lalu berlalu pergi
aku hanyalah ombak
yang bekejaran di laut
aku hanyalah padang jauh
lenyap suara memanggil
aku hanyalah pengembara
mencari teduh perhentian
pohon rendang
semakin lama lupa
kian menghilang
aku hanya ingin di hanyutkan rindu
aku melukis senja sedih dulu
menulis bait bait puisi indah untuk mu
terpaut kasih alam
di kepung cinta Ilahi
tertidur terlena
di bawah taburan bunga
kau lah kekasih
dalam kehijauanku
mengingatimu
salahkah aku
sesekali aku singgah
menjahit luka sendiri
bukan kerana sunyi begini
bukan milikku segala indah
bukan niatku seburuk itu
lihatlah luka ini
selamanya tidak pernah henti
menitiskan darah.
tapi tetap diam membisu
sekadar melihat warna alam
berubah tumpah
hanya sekadar ingatan tumbuh
kerana aku bukanlah liar pohon itu
sepanjang musim berbuah
melebat ranum meluruh
aku bukan siapa siapa di sana
sekadar melintas
terhalau malu
lalu berlalu pergi
aku hanyalah ombak
yang bekejaran di laut
aku hanyalah padang jauh
lenyap suara memanggil
aku hanyalah pengembara
mencari teduh perhentian
pohon rendang
semakin lama lupa
kian menghilang
aku hanya ingin di hanyutkan rindu
aku melukis senja sedih dulu
menulis bait bait puisi indah untuk mu
terpaut kasih alam
di kepung cinta Ilahi
tertidur terlena
di bawah taburan bunga
kau lah kekasih
dalam kehijauanku
mengingatimu
salahkah aku
sesekali aku singgah
menjahit luka sendiri
bukan kerana sunyi begini
bukan milikku segala indah
bukan niatku seburuk itu
lihatlah luka ini
selamanya tidak pernah henti
menitiskan darah.
Tuesday, May 17, 2011
SKETSA CINTA PENGEMBARA
Aku tidak pernah lupa
wajah cinta
aku tidak lupa
biru kerudungnya
aku masih rindu
pekat mata hitam itu
bila ia akan terpejam
lelap lena
dalam dakapan
rindu pada hijau perkebunan
sungai jernih airmata
mengalir jauh kesedihan
anak anak ikan berlompatan
tidak pernah lupa kamu
kau yang pernah datang
terpaku di tengah kolam
teratai tumbuh berbunga
pernah merah luka luka
sakit berbekas ke dasar hati
lemas meronta
aku tidak lupa kekasihku
indah mimpi mimpi
hanya kamu di kegelapan
pengantin malamku
berselimut malu
bukan sekadar ilusi
sketsa tanpa warna
kupersembahkan
bunga bunga luhur jiwa
sekepal harapan
untuk selamanya
hanya kamu yang ada
berbekas di dada
berbisik di pantai
membelai lembut dedaun
berarak di langit
di usung teduh awan mengebu
memayungi gunung
menyusuli lembah
resam kehidupan
meniti senja
yang semakin meranum
kelewatan waktu
hanya kamu yang tahu
dari mana
datang indah bunga
kau di mana mana
memanggil aku pengembara
mencari indah kamu
merata rata.
wajah cinta
aku tidak lupa
biru kerudungnya
aku masih rindu
pekat mata hitam itu
bila ia akan terpejam
lelap lena
dalam dakapan
rindu pada hijau perkebunan
sungai jernih airmata
mengalir jauh kesedihan
anak anak ikan berlompatan
tidak pernah lupa kamu
kau yang pernah datang
terpaku di tengah kolam
teratai tumbuh berbunga
pernah merah luka luka
sakit berbekas ke dasar hati
lemas meronta
aku tidak lupa kekasihku
indah mimpi mimpi
hanya kamu di kegelapan
pengantin malamku
berselimut malu
bukan sekadar ilusi
sketsa tanpa warna
kupersembahkan
bunga bunga luhur jiwa
sekepal harapan
untuk selamanya
hanya kamu yang ada
berbekas di dada
berbisik di pantai
membelai lembut dedaun
berarak di langit
di usung teduh awan mengebu
memayungi gunung
menyusuli lembah
resam kehidupan
meniti senja
yang semakin meranum
kelewatan waktu
hanya kamu yang tahu
dari mana
datang indah bunga
kau di mana mana
memanggil aku pengembara
mencari indah kamu
merata rata.
Subscribe to:
Posts (Atom)




