Friday, August 05, 2011

WAJAH INSPIRASIKU

Sunyi senja berwajah merah
bicara kolam seakan terdiam
kunanti desir bayu bertanya rindu
di pantai mana kah dia merintih
termanggu menanggis
bersedih

ombak menghempas resah
putih mengebu awan di langit
sesuci cintanya yang teduh
memayungi kasih
mencarimu di hamparan pasir
di celahan batu
di sini lihatlah semua lukisanku
hanya kerana kamu
kuhamparkan

keindahan alam sentiasa berubah
inilah wajah kita
kering basah dimamah usia
hanya tinggal nota sejarah
sepasang burung
sebuah sarang
sebatang pohon teduh
sebuah bangku usang
yang tidak lagi mampu bercerita
mereput di perkebunan
selamat jalan peristiwa
denai akan terus mengalir

kau tetap indah di hatiku
seindah burung burung yang pergi
sambil terus bernyanyi
tapi tetap pasti meninggalkan
manis mimpi inspirasi
sarat sakit
hirisan sebilah belati.

Friday, July 22, 2011

EMBUN EMBUN CINTA

Malam kian menjauh
meninggalkan segala kenangan
dalam kesamaran
mimpi kedukaan
kutadah payah
sakit tidak tergenggam

apa akan jadi esuk hari
hanya tinggal bayangan
kesedihan masih kuhamparkan
aku semakin menghilang
di sebalik pohon pohon hitam
melebat semakin tunduk
merendang

bersisik awan memutih
di langit
di hijau taman
aku menanti kekasih
rebah basah berembun
seindah selembut cintaNya turun.

Monday, July 04, 2011

PUISI SYURGA SENTUHAN BIDADARI


Pohon Pujangga Cinta
akarnya meruntun kasih
melimpah ke bumi
dedaun rindunya beterbangan
ke serata alam
jatuh

kembangmu mewangi
kelopak putih bertaburan
di bawah teduhan
menambat hati pengembara
singgah berteduh
terlena

kekasih
alangkah indah mimpi ini
walaupun bertahun lama
aku tetap menanti
di bawah hamparan
lukisan permaidani
sebuah taman

hijau rumputan
bulan penuh di langit
bintang berkelipan
awan berarakan
kata kukirim
selembut salam
seindah alam

sunyi di bawah pohon ini
mencari di mana bayu berbisik
bernyanyi
puisi puisi syurga
sentuhan bidadari.

Sunday, June 19, 2011

CINTA SELAUT AIR MATAKU

Rasa berkecai dadaku
menahan sebak
luruh hanyutkan aku
ke laut hilang
biar mendekat
ke pulau pulau kasih
pengharapan

hanyut aku kesakitan
bersama sedih hati ikan ikan
gelombang menerpa
timbul tenggelam
di celah karang
karangku mereput resah
mengepung selaut air mataku
bergulung garam
pecah

kekasih
tertahan tahan sedih ini
tumpah melimpah
di kolam kolam.

Wednesday, June 15, 2011

SEPATU KACA SEPATU CINTA
















Resah hati meniti hari
dalam hitam malam
semakin tenggelam bulan
meraba raba wajah sedih dulu
di sudut sunyi puisi
yang kau tinggalkan
segala indah kata kata
bersama wangi
taburan bunga
aku merinduinya

kudengar jentayu merayu
memanggil nyanyi hujan
hujan yang mungkin tiba tiba
datang lagi
pada kuning daun
beterbangan
rapuh ranting usia
berguguran
Sepasang angsa putih
mesra di kolam
masih menanti

aku mencari pagi
pagi yang mungkin tiba tiba
mimpi datang menjelmakan kamu
di hijau perkebunanku
terlukis wajah di lamunan
bersama secebis kenangan
masih kugenggam
singkat waktu untuk bertanya
tercegat terpaku
bersama indah kilauan
sepatu kaca.

MERCU TANDA CINTA


Pantai Kemasik
kau hamparkan selendang
putih kekasih
di pantai kerinduanku
meresah gelisah
bertanya
antara celahan batu
bernyanyi sayu
meruntun hasrat
mungkin tidak kesampaian
hanya kenangan
percintaan
menjadi mercu tanda
di tengah lautan

aduhai ombak
selimutkanlah sakit luka ini.

Tuesday, June 14, 2011

BACA PUISI SELAMATKAN BOSNIA


Badan Bertindak Bosnia, Stadium Merdeka, Kuala Lumpur.

Monday, June 13, 2011

TELAH HITAM HAGUS TUBUH INI

Tidak aku ingin hidup
dari jiwa lebur
tidak aku ingin
luruh ansur beransur
pahit rasa ini
telah lama kukemam
diamku ada api
di dalam dada
api semangatku
yang kian menyala
aku ingin membakar
deritaku yang dulu
telah hitam
hangus tubuh ini
aku ingin mewarnakan
indah hidupku yang baru.

Wednesday, June 01, 2011

WAJAHMU TERLUKIS DI SANUBARI

Aku akan terus berdiri
di bawah pohon ini
aku sering mengharapkan
kekasihku itu datang lagi
walaupun sekadar bayangan
ataupun hanya bisik bayu
tanpa kata kata

aku ingin terus dihanyutkan
dengan segala igauan
tentang sekuntum bunga
dan hujan yang datang
tidak menentu musim berganti
kesayuan semakin melebat
sepanjang hari setiap waktu
sesungguhnya
saat ini wajah kamu
terlukis di sanubari

aku akan terus menunggu
sehingga hilang merah
tenggelam matahari
malam datang berubah
menghantar selimut
mimpi indah

kekasihku
mana mungkin aku lupa
sewaktu berputik itu bunga
pagi cerah langit biru
hijau rumput di padang padang
jatuh terbang rama rama.

Thursday, May 19, 2011

SEKEPAL KASIH

Ya Ilahi Ya Rabbi
limpahkanlah padaku
indah ilham
cantik kata
selembut sabda nabi
sepantun bujuk bidadari
bahasa alam
mengupas ilmu
tersembunyi

jadi hiasan
sekepal kasih
tanda sayang
tanda ada
penyambung rindu
jadi ingatan padaMu
sentiasa

jika lahir ia mumbang
lain condong arah tumbang
ampunilah segala salah
dari lahir setiap patah
hamba hanya sekadar pengubah
menghias sunyi
pengubat gundah
amin.

Wednesday, May 18, 2011

SESEKALI AKU SINGGAH

Sesekali aku singgah
tapi tetap diam membisu
sekadar melihat warna alam
berubah tumpah
hanya sekadar ingatan tumbuh
kerana aku bukanlah liar pohon itu
sepanjang musim berbuah
melebat ranum meluruh

aku bukan siapa siapa di sana
sekadar melintas
terhalau malu
lalu berlalu pergi
aku hanyalah ombak
yang bekejaran di laut
aku hanyalah padang jauh
lenyap suara memanggil
aku hanyalah pengembara
mencari teduh perhentian
pohon rendang

semakin lama lupa
kian menghilang
aku hanya ingin di hanyutkan rindu
aku melukis senja sedih dulu
menulis bait bait puisi indah untuk mu
terpaut kasih alam
di kepung cinta Ilahi
tertidur terlena
di bawah taburan bunga

kau lah kekasih
dalam kehijauanku
mengingatimu
salahkah aku
sesekali aku singgah
menjahit luka sendiri

bukan kerana sunyi begini
bukan milikku segala indah
bukan niatku seburuk itu
lihatlah luka ini
selamanya tidak pernah henti
menitiskan darah.

Tuesday, May 17, 2011

SKETSA CINTA PENGEMBARA

Aku tidak pernah lupa
wajah cinta
aku tidak lupa
biru kerudungnya
aku masih rindu
pekat mata hitam itu
bila ia akan terpejam
lelap lena
dalam dakapan

rindu pada hijau perkebunan
sungai jernih airmata
mengalir jauh kesedihan
anak anak ikan berlompatan
tidak pernah lupa kamu
kau yang pernah datang
terpaku di tengah kolam
teratai tumbuh berbunga
pernah merah luka luka
sakit berbekas ke dasar hati
lemas meronta

aku tidak lupa kekasihku
indah mimpi mimpi
hanya kamu di kegelapan
pengantin malamku
berselimut malu
bukan sekadar ilusi
sketsa tanpa warna
kupersembahkan
bunga bunga luhur jiwa
sekepal harapan
untuk selamanya

hanya kamu yang ada
berbekas di dada
berbisik di pantai
membelai lembut dedaun
berarak di langit
di usung teduh awan mengebu
memayungi gunung
menyusuli lembah
resam kehidupan
meniti senja
yang semakin meranum
kelewatan waktu
hanya kamu yang tahu
dari mana
datang indah bunga

kau di mana mana
memanggil aku pengembara
mencari indah kamu
merata rata.

Wednesday, May 11, 2011

DEWAN SASTERA MEI 2011




Puisi Sandarkan Diri Ke Dinding Ini - Karya: A. Ghafar Bahari.

Monday, May 02, 2011

SEANDAINYA MEMBACA PUISI

Seandainya melontar kata
haruslah ia jelas suara
satu demi satu
seperti mengatur nafas
hela demi hela
lapangkanlah sedikit ruang jeda
untuk dihayati
menangkap indah bicara

seandai melempar kata
usahlah menghambat laju
seperti menghidupkan rasa
palit warna pada lukisannya
tingkah irama lenggok asonansi
gerak tubuh mengorak gaya
keyakinan diri

bukan gerak sebarang gerak
gerak ada dengan sebabnya
bukan baca sebarang baca
cermin diri dengan rahsia
bukan nyanyi sebarang nyanyi
nyanyi kita mengayam sunyi
indah lahir dari dalam
dari dalam ada api perjuangan
ada cahaya kebenaran yang terpendam
ada gelodak ombak meresah di pasir
selembut bayu yang menyentuh
bagai lenggok daun yang menari
bagai tebar bunga yang meluruh.

Tuesday, April 26, 2011

BILA CINTA DATANG



Kekasih
bila cinta berbunga
terbangun pagi
baru kusedar ada matahari
dan malam tadi
bila cinta datang
bulan mengintai bintang bintang
di balik awan
dan aku mengintai kamu
di daerah perkasihan
di indah mimpi

kekasih
bila cinta bernyanyi
aku hanya ingin segera terbang
menghampiri.

DIA LAH KEKASIHKU TERATAI PUTIH




Aku terkenang kasih
kekasih jauh
di himpunan gunung
lapisan ombak
beralun bergulung
desir bayu
berhembus berbisik
berkejar rindu
di dalam samar kabus
antara pohonan
di kolam kolam
merayu rayu

dia diantara lipatan puisi
mekar berkembang
mengunung harapan
selebat hujan
membilang hari
sebiru langit
sedalam lautan
selembut karang
sesayu penyu
segalak ikan
selincah udang
menari nari

dia kekasih sangat ku sayang
setiap detik terbayang bayang
di dalam gelap kulihat juga
teratai putih disinar rembulan
dialah kekasihku bertaut bersedih
airmatanya berjurai berkaca
tenang menanti di kolam cinta

dialah kekasih penawar luka
setiap masa aku berdoa
cepatkanlah detik waktu
semoga mimpi menjadi nyata
segera aku dapat bertemu
biar pun datang segala perit
hanyutkanlah indah ini
serangkai serakit.

Sunday, April 24, 2011

KEKASIH HAMPARAN HATI

Aku hanyalah hamparan permaidani
terdampar di depan pintu
ketika kau datang pergi
sesekali jadi pengesat kaki
basah atau berdebu
tetap aku suka

hamparan aku ini
tidak jemu menanti
setiap saat dan waktu
dari kerelaan dan luka luka
rindu menghiris hati
mestipun mungkin suatu waktu
kau tidak akan datang datang lagi
mungkin untuk selamanya
berlalu pergi

kerana warna ini
akan semakin luput ditelan masa
dan goyah rapuh tubuhku ini
harus reput berkecai di sini
tanpa sesiapa
tanpa sisa perca lagi menanti
menyambut jengket lembut kakimu
berpijak menari

akulah hijau hamparan itu
kubentangkan padamu
indah lapang jauh
seluas alam penuh
walau diri di sanggar sunyi
terpenjara

aduhai kasih
karangan hati
andai kasih terbiar terbuang
tidak mengapalah cinta
aku terima semahumu
tinggal mimpi
memendam rasa
masih akan terus aku hamparkan juga.

Sunday, April 17, 2011

DALAM SUNYI INI



Petang teduh terbang aku
ke langit biru
melayah mencarimu
pada setiap dahan kenangan
juga ranting kata kata
masih indah berbunga


kekasih
aku tercari cari bicara dinda
kurindu wajah kusunyi suara
manis sekuntum senyum
terlukis indah di pantai penantian
aku hanya mentafsir deru ombak
yang seolah olah berbicara
membawa khabar berita


kekasih
jangan ada keraguan di hati
jangan kau singkap
cemburu dan sangsi
sunyi ini ada ikatan
yang tidak terlepaskan
sunyi ini indah kerinduan
yang tidak terlukiskan.

Wednesday, April 13, 2011

DAKAPAN KASIH KEKASIH




Pantas waktu berlalu
aku sugul melihat teduh petang
dari hijau pohonan diam
ada kuntum menyala
mula mengorak gerak
menari
bersisir angin senja
lalu aku teringatkan sekuntum cinta
yang semakin membara di hatiku
tertahan tahan terhadapmu
hingga teduh pilu ini
semakin jauh
merendang
meranum rindu

ahh.. kekasihku
sajak ini mungkin semakin sunyi
seakan akan tidak terucapkan lagi
payah aku mencari indah
walau kutulis kata dari tulus hati
hanya ada warna
ada rasa bergetaran
melimpah tumpah harapan
di jalan jalan penuh cabaran

hanya cinta sebegini yang dapat kuberi
inilah keikhlasan yang kubawa
seandainya kita tidak dapat berjumpa

di mana tenggelam aku
hanyut jauh di dalam kesakitan
lembut selendang kuhamparkan
betapa tajam tikaman
halus tusukan cinta ini
luka pedih kurelakan
tersisa sepenuh malu
ingin mendekat menghampiri
menyatu dalam dakapan
kasih kekasih

di mana hilang aku
dalam lapis pintu
alam indah ketenangan
penuh kenikmatan
tersungkur aku lama
di perkebunan
terlelap terlena di dadaMu.