Kuhulur sepenuh kasih
rindu dendam
buat dikau kekasih
di meriah Aidilfitri mulia
meskipun di kejauhan
semuga berbahagia
Selamat Hari Raya kekasih
kekasihku yang manis
yang adamu sentiasa
membuat langit ku biru
dan awan mengebu putih
pohon teduh
kau dihatiku
bagai lukisan indah
yang tergantung dikamar sepi
untuk selamanya
mewarnai mimpi mimpi
di daerah perkasihan
maafkan aku
jika aku bersalah
terhadapmu
dan tidak menyedari
akan kesilapanku itu
sebenarnya
kau lah
antara kesabaran penuh
bagai cahaya permata hijau
gemilang sentiasa
memancar di perlembahan
di subur perkebunan
kekasih
maafkan aku kerana
sering membuat sangka
menjadi keliru sentiasa
sering membuat calar
hatimu terguris pedih pilu luka
tapi untuk selamanya
kau telah hadir di dalam hidupku
dan ada sesuatu yang teristimewa
yang pernah kau bawa selama ini
telah mencetuskan
kemeriahan cinta
begitu berharga
untuk kita bercerita
lalu kembali
menjadi muda.
Wednesday, August 25, 2010
Sunday, August 22, 2010
KEMBALIKAN SENJA RESAH RINDU
Kekasih
meskikah kau kuburkan cinta ini
aku tidak mungkin percaya
kulihat wajahmu penuh di langit
antara lautan pekat membiru
ternyata kau masih membisu
seribu bahasa
kau tinggalkan cebisan hati
rapuh luka
kau lukiskan harapan
semanis janji
tetapi mengapa
indah impian ingin kau pisahkan
jauh dari dirimu
sepantas itu
menyendiri
kekasih
kuhadapi hari hari ini
dengan kehampaan
kekosongan
di manakah bunga bunga
yang menghiasi dadamu dulu
mewangi dalam dakapan
rindu lama
kekasih
kembalilah padaku
senja resah rindu
merah kembangan
seperti laut pulang
ke langit tinggi
hujan
kasih bersandaran kasih
laksana acuan meruntun hati
bagai bayang bayang memburu matahari
mengejar detik pertemuan
dan mimpi berputik makna
putih hati kerudung bidadari
berwajah bulan
yang kau tinggalkan hanyalah
padang padang luas terbuka
dari segala teduh kehijauan
hanya kamu kekasihku
tanpa sesiapa
kau pastinya tumbuh di mana mana
subur dalam hatiku..
meskikah kau kuburkan cinta ini
aku tidak mungkin percaya
kulihat wajahmu penuh di langit
antara lautan pekat membiru
ternyata kau masih membisu
seribu bahasa
kau tinggalkan cebisan hati
rapuh luka
kau lukiskan harapan
semanis janji
tetapi mengapa
indah impian ingin kau pisahkan
jauh dari dirimu
sepantas itu
menyendiri
kekasih
kuhadapi hari hari ini
dengan kehampaan
kekosongan
di manakah bunga bunga
yang menghiasi dadamu dulu
mewangi dalam dakapan
rindu lama
kekasih
kembalilah padaku
senja resah rindu
merah kembangan
seperti laut pulang
ke langit tinggi
hujan
kasih bersandaran kasih
laksana acuan meruntun hati
bagai bayang bayang memburu matahari
mengejar detik pertemuan
dan mimpi berputik makna
putih hati kerudung bidadari
berwajah bulan
yang kau tinggalkan hanyalah
padang padang luas terbuka
dari segala teduh kehijauan
hanya kamu kekasihku
tanpa sesiapa
kau pastinya tumbuh di mana mana
subur dalam hatiku..
Tuesday, August 17, 2010
KEKASIH SIANG MALAMKU CENDERAWASIH
Sungguh sunyi ini
mengajar aku
luka ini pun pedih
ingatan beterbangan
mencarimu
melewati luas lautan
bergelombang
lenyap ke mana mana pergi
hanyut hilang sarang sarang
di pergunungan tinggi
dalam hijau bumi
berkabus tebal
tersembunyi
kekasih
kuingin sentiasa bersama
bagai ombak dan pantai
berkejaran
mengutip sisa
bagai matahari dan pohon
bermandi cahaya
kehidupan
bagai bulan dan bintang
bertaburan
di indah kedamaian
bagai kumbang dan bunga
saling memerlukan
pesona tari
mengoda jiwa
bertelekan wajah
bantal dan mimpi mimpi pelangi
tentang kita sudah lama kuhajati
sehingga aku tertunggu tunggu
termanggu terlena di kolam
setelah sedar pagi
hari sudah meninggi
dan kudup teratai
sudah lama berkembang
sendiri
kekasih
di mana kah dinda
tenggelam di lapisan alam
hilang di jauh lamunan malam
hanya desir ombak
bekejaran
berlagu pilu
meratap tidak jemu
memukul pantai kesepian
memujuk bertahan
buih buih kenangan
masih jelas
bersemi indah dalam ingatan
kulit kulit siput kemerahan
batu batu dan pasir
berselerakan
gelisah rasa
meratap memohon
terbang kembalikan
kekasihku cenderawasih
aku dahaga dalam cangkir rindu
berulam kasih
bertautan tasbih.
mengajar aku
luka ini pun pedih
ingatan beterbangan
mencarimu
melewati luas lautan
bergelombang
lenyap ke mana mana pergi
hanyut hilang sarang sarang
di pergunungan tinggi
dalam hijau bumi
berkabus tebal
tersembunyi
kekasih
kuingin sentiasa bersama
bagai ombak dan pantai
berkejaran
mengutip sisa
bagai matahari dan pohon
bermandi cahaya
kehidupan
bagai bulan dan bintang
bertaburan
di indah kedamaian
bagai kumbang dan bunga
saling memerlukan
pesona tari
mengoda jiwa
bertelekan wajah
bantal dan mimpi mimpi pelangi
tentang kita sudah lama kuhajati
sehingga aku tertunggu tunggu
termanggu terlena di kolam
setelah sedar pagi
hari sudah meninggi
dan kudup teratai
sudah lama berkembang
sendiri
kekasih
di mana kah dinda
tenggelam di lapisan alam
hilang di jauh lamunan malam
hanya desir ombak
bekejaran
berlagu pilu
meratap tidak jemu
memukul pantai kesepian
memujuk bertahan
buih buih kenangan
masih jelas
bersemi indah dalam ingatan
kulit kulit siput kemerahan
batu batu dan pasir
berselerakan
gelisah rasa
meratap memohon
terbang kembalikan
kekasihku cenderawasih
aku dahaga dalam cangkir rindu
berulam kasih
bertautan tasbih.
Saturday, August 14, 2010
KEKASIH YANG KUKAGUMI SESUCI HATI
Langit teduh
senja semakin berlabuh
wajah merah langit itu
selembut semerah pipimu
menitis rinduku ungu
ingatan jauh kembali
berlabuh kepangkuan
kekasihku ketenangan
mengharungi kelaparan
kau lah bidadariku
yang berarakan
melebarkan selendang kesucian
kesabaran pada hati
dengan ketakwaan
kenikmatan putih
seputih awan
bersama bayu bertiup lembut
di padang padang hijau
kekuatan teguh
semakin hampir berbuka
semakin bersungguh
wajahmu semakin merah
semakin ceria
bagai mawar mekar
tersenyum simpul di tangga
keasyikan terhenti
sehingga selamanya kukagumi
keindahan yang terpancar di hati
kesempurnaan.
senja semakin berlabuh
wajah merah langit itu
selembut semerah pipimu
menitis rinduku ungu
ingatan jauh kembali
berlabuh kepangkuan
kekasihku ketenangan
mengharungi kelaparan
kau lah bidadariku
yang berarakan
melebarkan selendang kesucian
kesabaran pada hati
dengan ketakwaan
kenikmatan putih
seputih awan
bersama bayu bertiup lembut
di padang padang hijau
kekuatan teguh
semakin hampir berbuka
semakin bersungguh
wajahmu semakin merah
semakin ceria
bagai mawar mekar
tersenyum simpul di tangga
keasyikan terhenti
sehingga selamanya kukagumi
keindahan yang terpancar di hati
kesempurnaan.
Sunday, August 08, 2010
RINDUKU DI USUNG AWAN
Senja kekasih kerinduanku
meski pun jauh
apa khabar kau di sana
semuga namaku akan selalu ada
indah tertulis dalam hatimu
akan terus selamanya ada
terlukis dalam ingatan
semuga kita bersama
akan terus selamanya
dalam ingatan
bahagia
Kekasih
malam tiba bersama
senyum biru di kegelapan
tapi bulan menghiasinya
dengan cahaya
dan senyum itu
mula menyerlah
bintang bintang
menegurku
kebimbangan resah
bekerlipan
bulan tidur di pengusungan
beradu di dalam awan
sehingga aku hanyut jauh
bersama indah lamunan
bintang bintang pun
menaburkan salam
mengiringi kerinduan.
meski pun jauh
apa khabar kau di sana
semuga namaku akan selalu ada
indah tertulis dalam hatimu
akan terus selamanya ada
terlukis dalam ingatan
semuga kita bersama
akan terus selamanya
dalam ingatan
bahagia
Kekasih
malam tiba bersama
senyum biru di kegelapan
tapi bulan menghiasinya
dengan cahaya
dan senyum itu
mula menyerlah
bintang bintang
menegurku
kebimbangan resah
bekerlipan
bulan tidur di pengusungan
beradu di dalam awan
sehingga aku hanyut jauh
bersama indah lamunan
bintang bintang pun
menaburkan salam
mengiringi kerinduan.
Friday, July 30, 2010
Thursday, July 29, 2010
Wednesday, July 28, 2010
TIDAK PERNAH ADA SENYUM DI SINI
Kabul
Peshawar
tidak pernah ada senyum di sini
tidak ada ruang lagi
untuk kita enak berdiri
hanya peluru motar
dan bom bom berapi
berkeliaran
menyambar maut
mengekori
menghunjam lebur
gua gua pertapaan
penjara hitam
kelaparan
dikepung
kental perjuangan
suci hati
anak pribumi
Afghanistan
Qandahar
Laskar
Jalallabad
hanya batu batu
yang semakin hancur
menjadi debu
beterbangan
anak anak kecil malang
tenggelam di sana hilang
di celah celah batu hitam
petanda kejam
pentualang
serigala yang kelaparan
penguasa metos mimpi
kerasukan
zaman berzaman
lalu di sini tidak pernah ada
belas kasih simpati
sehingga mata mereka merah
bernyala nyala bernanah
kepedihan
hanya jerit sakit di mana mana
hanya pusara tidak bertanda
tinggal airmata terus selamanya
tumpah melimpah
di bumi berdarah
di sini tidak lagi pernah ada
bunga bunga indah
malam ini siapakah lagi
yang bakal menemani
unggun api ini
hanya tinggal bara
yang tidak pernah padam
percikannya sampai bila bila.
Peshawar
tidak pernah ada senyum di sini
tidak ada ruang lagi
untuk kita enak berdiri
hanya peluru motar
dan bom bom berapi
berkeliaran
menyambar maut
mengekori
menghunjam lebur
gua gua pertapaan
penjara hitam
kelaparan
dikepung
kental perjuangan
suci hati
anak pribumi
Afghanistan
Qandahar
Laskar
Jalallabad
hanya batu batu
yang semakin hancur
menjadi debu
beterbangan
anak anak kecil malang
tenggelam di sana hilang
di celah celah batu hitam
petanda kejam
pentualang
serigala yang kelaparan
penguasa metos mimpi
kerasukan
zaman berzaman
lalu di sini tidak pernah ada
belas kasih simpati
sehingga mata mereka merah
bernyala nyala bernanah
kepedihan
hanya jerit sakit di mana mana
hanya pusara tidak bertanda
tinggal airmata terus selamanya
tumpah melimpah
di bumi berdarah
di sini tidak lagi pernah ada
bunga bunga indah
malam ini siapakah lagi
yang bakal menemani
unggun api ini
hanya tinggal bara
yang tidak pernah padam
percikannya sampai bila bila.
Tuesday, July 27, 2010
JANGAN BERSEDIH PERAWAN MALAM KU
Hujan malam datang lagi menyimbah
desir angin kian meresah gelisah
bertiuplah khabar dari jauh
kenangan pun
tersinggah indah
hujan bernyanyi
dedaun pun menari
ku dikedinginan malam
kau kah itu rindu
yang membawakan salam
dari dermaga luka
bercucuran air mata
tertumpah dibaju
ku dihiburkan resah hujan malam
lagu sendu dari sarat hasrat
kerinduan turun tertimpa melebat
daun daun bertebaran
hanya satu
kupunggut kusimpan
dimalam kelam
kusembunyikan
dalam hatiku
sejauh jauh
sedalam dalam
sentuhan warna
coretan lukisan
ilusi dan nyata
kekasih
usahlah bersedih
aku harap kau tahu itu
siapa kah dia perawan malam
yang sering kutunggu
menjelmalah
dalam mimpi mimpi sugulku.
desir angin kian meresah gelisah
bertiuplah khabar dari jauh
kenangan pun
tersinggah indah
hujan bernyanyi
dedaun pun menari
ku dikedinginan malam
kau kah itu rindu
yang membawakan salam
dari dermaga luka
bercucuran air mata
tertumpah dibaju
ku dihiburkan resah hujan malam
lagu sendu dari sarat hasrat
kerinduan turun tertimpa melebat
daun daun bertebaran
hanya satu
kupunggut kusimpan
dimalam kelam
kusembunyikan
dalam hatiku
sejauh jauh
sedalam dalam
sentuhan warna
coretan lukisan
ilusi dan nyata
kekasih
usahlah bersedih
aku harap kau tahu itu
siapa kah dia perawan malam
yang sering kutunggu
menjelmalah
dalam mimpi mimpi sugulku.
Monday, July 26, 2010
HANYA SECEBIS SEDETIK SEKEPAL DOA PENGHARAPAN
Hanya tinggal secebis
sedetik ruang waktu
untuk kita membaca
mengenal
memerhatikan
dan bertanya juga
pada diri sendiri
kemana arah
pagi dan senja
berlalu
sedang sedetik itu
begitu pantas pergi
meninggalkan kita
yang sentiasa leka
terbangun dari mimpi
terpingga pinga pelupa
kemana arah
pohon hati ini
condong
dari secebis
sesingkat waktu
tertangguh
adalah ruang penuh
kesalan sungguh
untuk kita memohon
sejuta kemaafan
tertebuskah ia
tertimbuskah ia
dengan sekadar
hanya ingatan
melimpah
jenuh
hanya satu
atas dasar cinta apa
yang mungkin meletakkan aku
terbuang di mana mana
kekasih
Seikhlas aku menerima sakit ini
dan tawakal aku berserah diri
bersujud padaMu
di lantai bumi
berbumbungkan langit
kurenangi seluas lautan
terdampar di pantai
hanya berbekal sekepal doa
tulus pengharapan.
sedetik ruang waktu
untuk kita membaca
mengenal
memerhatikan
dan bertanya juga
pada diri sendiri
kemana arah
pagi dan senja
berlalu
sedang sedetik itu
begitu pantas pergi
meninggalkan kita
yang sentiasa leka
terbangun dari mimpi
terpingga pinga pelupa
kemana arah
pohon hati ini
condong
dari secebis
sesingkat waktu
tertangguh
adalah ruang penuh
kesalan sungguh
untuk kita memohon
sejuta kemaafan
tertebuskah ia
tertimbuskah ia
dengan sekadar
hanya ingatan
melimpah
jenuh
hanya satu
atas dasar cinta apa
yang mungkin meletakkan aku
terbuang di mana mana
kekasih
Seikhlas aku menerima sakit ini
dan tawakal aku berserah diri
bersujud padaMu
di lantai bumi
berbumbungkan langit
kurenangi seluas lautan
terdampar di pantai
hanya berbekal sekepal doa
tulus pengharapan.
Sunday, July 25, 2010
HANYA PADAMU AKU BERSERAH
Bangun kita hari ini
dari simpul kehidupan
luka luka derita
dari celah ragam
anika warna
yang pernah kita lukiskan
sepanjang perjalanan
kita susuli jalan kebenaran
lorong lorong kemaafan
dan kita mengharapkan
lahirnya ia kembali
dari segala ketenangan
kuntum kuntum indah
berkembang semula
mewangi
Hanya padaMu Ya Allah
aku berserah
bersandar diri
lahirkanlah keindahan
di hatiku kembali
bersama ketakwaan
keimanan sejati.
dari simpul kehidupan
luka luka derita
dari celah ragam
anika warna
yang pernah kita lukiskan
sepanjang perjalanan
kita susuli jalan kebenaran
lorong lorong kemaafan
dan kita mengharapkan
lahirnya ia kembali
dari segala ketenangan
kuntum kuntum indah
berkembang semula
mewangi
Hanya padaMu Ya Allah
aku berserah
bersandar diri
lahirkanlah keindahan
di hatiku kembali
bersama ketakwaan
keimanan sejati.
JEJAK JEJAK PENGEMBARA YANG PULANG
Aku kembali menjengukmu kasih
pada malam dingin
berbisik derai hujan
bagai musafir kewalahan
menentang badai di lautan
menongkah arus
penuh keyakinan
semuga masih ada ruang untukku
bercerita bagai dulu
lupakah kau padaku
penuh harapan
aku teruskan jua mencari
jejak jejak yang hilang
mencari ketenangan di pantai ini
seputih hamparan buih
menyimbah ke pasir bersih
burung burung laut pun bernyanyi lagi
menyambut kepulangan
para pejuang dulu
ke taman taman puisi
bangku kita
yang lama di tinggalkan
kerinduan terpendam
tertangguh
dengan lapang dada
kau masih tersenyum
disambut taburan bunga
sebak sendiri oleh ingatan dulu
kulafaskan sepenuh rasa
hasrat kembali bersuara
tapi keharuan masih terkedu
terdiam tertahan
tidak terkata
di merah senja tadi.
pada malam dingin
berbisik derai hujan
bagai musafir kewalahan
menentang badai di lautan
menongkah arus
penuh keyakinan
semuga masih ada ruang untukku
bercerita bagai dulu
lupakah kau padaku
penuh harapan
aku teruskan jua mencari
jejak jejak yang hilang
mencari ketenangan di pantai ini
seputih hamparan buih
menyimbah ke pasir bersih
burung burung laut pun bernyanyi lagi
menyambut kepulangan
para pejuang dulu
ke taman taman puisi
bangku kita
yang lama di tinggalkan
kerinduan terpendam
tertangguh
dengan lapang dada
kau masih tersenyum
disambut taburan bunga
sebak sendiri oleh ingatan dulu
kulafaskan sepenuh rasa
hasrat kembali bersuara
tapi keharuan masih terkedu
terdiam tertahan
tidak terkata
di merah senja tadi.
Tuesday, July 20, 2010
Monday, July 19, 2010
KEKASIHKU MERUNGKAI BUIH DI PESISIRAN
Kekasihku kesetiaan
Aku tidak pernah lupa
kulit kulit siput di pasir
debur ombak berkejar di lautan
serta batu batu tertegun
teguh pendirian
lumut hijau
indah impian
malam ini kunyanyikan laguku
cinta kita seluas alam
sebiru langit
tidak pernah terhenti
kehidupan yang masih kusandang
duri duri yang terpijak
aku masih berdiri
bertahan sakit
tapi aku tidak peduli
tidak mengapa sayangku
aku hanya digugah angin lalu
kesabaran
Kekasihku kesetiaan
Selamanya kau
masih kukenang
dan ketika janji itu
telah tertitip di hatiku
dan aku masih melihat wajahmu
sugul di bawah kerudung ungu
dalam tenang tersipu malu
menunggu tibanya
hujan hujan rindu
dalam sakit penuh
senyum payah
di pantai ini
aku terus menunggu
hanya kamu
aku pasti menanti
dan kisah kisah lalu kita
terlukis indah di ingatan
tidak pernah tergugat
oleh sebarang rayuan
nyanyi sang duyung
keasyikan memutih
aku hanya merungkai buih
kewajaran di pesisiran.
Aku tidak pernah lupa
kulit kulit siput di pasir
debur ombak berkejar di lautan
serta batu batu tertegun
teguh pendirian
lumut hijau
indah impian
malam ini kunyanyikan laguku
cinta kita seluas alam
sebiru langit
tidak pernah terhenti
kehidupan yang masih kusandang
duri duri yang terpijak
aku masih berdiri
bertahan sakit
tapi aku tidak peduli
tidak mengapa sayangku
aku hanya digugah angin lalu
kesabaran
Kekasihku kesetiaan
Selamanya kau
masih kukenang
dan ketika janji itu
telah tertitip di hatiku
dan aku masih melihat wajahmu
sugul di bawah kerudung ungu
dalam tenang tersipu malu
menunggu tibanya
hujan hujan rindu
dalam sakit penuh
senyum payah
di pantai ini
aku terus menunggu
hanya kamu
aku pasti menanti
dan kisah kisah lalu kita
terlukis indah di ingatan
tidak pernah tergugat
oleh sebarang rayuan
nyanyi sang duyung
keasyikan memutih
aku hanya merungkai buih
kewajaran di pesisiran.
Sunday, July 11, 2010
DARI PENJARA JIWA
Dunia sentiasa berputar
tapi malam tetap kembali kepada malam
dan siang kembali kepada siang
lalu aku kembali kedalam sepiku dulu
sepi yang selamanya aku harus diam
melihat kesilapan demi kesilapan
yang pernah tertimpa
berkali kali
hanyalah kerana
aku tidak mungkin lagi
memiliki indahnya bunga bunga
sepanjang perjalanan
ke penjara jiwa ini
kata mereka
aku yang bersalah
aku lah yang harus
menerima padah
kerana melayarkan
kata kata pesona
sihir keasyikan
hanya mainan perasaan
ketagih indah
sakit sedu senja
luka menghiris jiwa
tertunggu tunggu
rindu suram malam
di bawah bulan terang
dan bertaburan bintang bintang
mereka ingin sekali
melihat sayap sayap bidadari
beterbangan tinggi.
tapi malam tetap kembali kepada malam
dan siang kembali kepada siang
lalu aku kembali kedalam sepiku dulu
sepi yang selamanya aku harus diam
melihat kesilapan demi kesilapan
yang pernah tertimpa
berkali kali
hanyalah kerana
aku tidak mungkin lagi
memiliki indahnya bunga bunga
sepanjang perjalanan
ke penjara jiwa ini
kata mereka
aku yang bersalah
aku lah yang harus
menerima padah
kerana melayarkan
kata kata pesona
sihir keasyikan
hanya mainan perasaan
ketagih indah
sakit sedu senja
luka menghiris jiwa
tertunggu tunggu
rindu suram malam
di bawah bulan terang
dan bertaburan bintang bintang
mereka ingin sekali
melihat sayap sayap bidadari
beterbangan tinggi.
Wednesday, June 30, 2010
DIA BUNGA PUJAAN
Kekasih
kau masih cantik seperti dahulu
ketika mula kita bertemu
masih segar di ingatan
kaulah bunga pujaan
mewangi
sepanjang zaman
dialah bunga hati
yang sentiasa bertahta
di sanubari
indah bagaikan pelangi
setelah aku di hujani
indah mimpi mimpi
dialah kekasihku
yang menanti
sehingga
terbenamnya matahari
dialah yang kurindu
yang menangis sendiri
dari malam ke pagi.
kau masih cantik seperti dahulu
ketika mula kita bertemu
masih segar di ingatan
kaulah bunga pujaan
mewangi
sepanjang zaman
dialah bunga hati
yang sentiasa bertahta
di sanubari
indah bagaikan pelangi
setelah aku di hujani
indah mimpi mimpi
dialah kekasihku
yang menanti
sehingga
terbenamnya matahari
dialah yang kurindu
yang menangis sendiri
dari malam ke pagi.
KEKASIHKU HANYA BINTANG BINTANG
Kekasihku
Pada setiap malam aku berdoa
sambil membilang bintang di langit terbuka
bekerdipan bagai berkata kata
agar kau segera menjadi milikku
dan bila aku memejamkan mata
aku berharap kau akan segera ada
segera menjelma di sisi
aduhai bintang pujaan hati
hanya satu permintaan
sejak dulu pada mu Ilahi
menjadi miliku semua mimpi mimpi
sehingga bila aku membuka mataku
aku masih juga begitu di situ
aku masih lagi bersendiri
jauh di daerah paling sunyi
menanti dengan penuh harapan
musim demi musim
kerana perjalananan ini sebenarnya
tidak pernah terhenti
dan engkau hilang entah di mana
dan malam tetap malam yang sama
seperti malam malam sebelumnya
aku masih membilang bintang bintang
berpuluh ribu beratus juta
namun kau tidak juga datang datang
masih tidak juga menjelmakan
semua mimpi mimpiku yang hilang.
Pada setiap malam aku berdoa
sambil membilang bintang di langit terbuka
bekerdipan bagai berkata kata
agar kau segera menjadi milikku
dan bila aku memejamkan mata
aku berharap kau akan segera ada
segera menjelma di sisi
aduhai bintang pujaan hati
hanya satu permintaan
sejak dulu pada mu Ilahi
menjadi miliku semua mimpi mimpi
sehingga bila aku membuka mataku
aku masih juga begitu di situ
aku masih lagi bersendiri
jauh di daerah paling sunyi
menanti dengan penuh harapan
musim demi musim
kerana perjalananan ini sebenarnya
tidak pernah terhenti
dan engkau hilang entah di mana
dan malam tetap malam yang sama
seperti malam malam sebelumnya
aku masih membilang bintang bintang
berpuluh ribu beratus juta
namun kau tidak juga datang datang
masih tidak juga menjelmakan
semua mimpi mimpiku yang hilang.
Sunday, June 27, 2010
DI HUJUNG MIMPI
Di hujung mimpi
aku pasti akan menjelma
menjadi kenyataan
indahnya pertemuan
berkurun lama
sakitku bawa
kembara merata
dalam meredah cita dan harapan
sebagai bekalan
wajahmu terlukis
manis di impian
di hujung rindu
aku pasti akan termakbul jua
segenggam doa
kebahagian yang kuidamkan
bersamamu
di kaki senja
aku menunggu
kekasihku tiba
membawakan bunga
mencubit rasa
sekuntum senyuman.
aku pasti akan menjelma
menjadi kenyataan
indahnya pertemuan
berkurun lama
sakitku bawa
kembara merata
dalam meredah cita dan harapan
sebagai bekalan
wajahmu terlukis
manis di impian
di hujung rindu
aku pasti akan termakbul jua
segenggam doa
kebahagian yang kuidamkan
bersamamu
di kaki senja
aku menunggu
kekasihku tiba
membawakan bunga
mencubit rasa
sekuntum senyuman.
Friday, June 25, 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)





