Sunday, September 05, 2010

Wednesday, August 25, 2010

SELAMAT HARI RAYA KEKASIH KERINDUANKU LANGIT BIRU

Kuhulur sepenuh kasih
rindu dendam
buat dikau kekasih
di meriah Aidilfitri mulia
meskipun di kejauhan
semuga berbahagia

Selamat Hari Raya kekasih
kekasihku yang manis
yang adamu sentiasa
membuat langit ku biru
dan awan mengebu putih
pohon teduh

kau dihatiku
bagai lukisan indah
yang tergantung dikamar sepi
untuk selamanya
mewarnai mimpi mimpi
di daerah perkasihan

maafkan aku
jika aku bersalah
terhadapmu
dan tidak menyedari
akan kesilapanku itu
sebenarnya
kau lah
antara kesabaran penuh
bagai cahaya permata hijau
gemilang sentiasa
memancar di perlembahan
di subur perkebunan

kekasih
maafkan aku kerana
sering membuat sangka
menjadi keliru sentiasa
sering membuat calar
hatimu terguris pedih pilu luka

tapi untuk selamanya
kau telah hadir di dalam hidupku
dan ada sesuatu yang teristimewa
yang pernah kau bawa selama ini
telah mencetuskan
kemeriahan cinta
begitu berharga
untuk kita bercerita
lalu kembali
menjadi muda.

Sunday, August 22, 2010

KEMBALIKAN SENJA RESAH RINDU

Kekasih
meskikah kau kuburkan cinta ini
aku tidak mungkin percaya
kulihat wajahmu penuh di langit
antara lautan pekat membiru
ternyata kau masih membisu
seribu bahasa

kau tinggalkan cebisan hati
rapuh luka
kau lukiskan harapan
semanis janji
tetapi mengapa
indah impian ingin kau pisahkan
jauh dari dirimu
sepantas itu
menyendiri

kekasih
kuhadapi hari hari ini
dengan kehampaan
kekosongan
di manakah bunga bunga
yang menghiasi dadamu dulu
mewangi dalam dakapan
rindu lama

kekasih
kembalilah padaku
senja resah rindu
merah kembangan
seperti laut pulang
ke langit tinggi
hujan

kasih bersandaran kasih
laksana acuan meruntun hati
bagai bayang bayang memburu matahari
mengejar detik pertemuan
dan mimpi berputik makna
putih hati kerudung bidadari
berwajah bulan

yang kau tinggalkan hanyalah
padang padang luas terbuka
dari segala teduh kehijauan
hanya kamu kekasihku
tanpa sesiapa
kau pastinya tumbuh di mana mana
subur dalam hatiku..

Tuesday, August 17, 2010

KEKASIH SIANG MALAMKU CENDERAWASIH

Sungguh sunyi ini
mengajar aku
luka ini pun pedih
ingatan beterbangan
mencarimu
melewati luas lautan
bergelombang
lenyap ke mana mana pergi
hanyut hilang sarang sarang
di pergunungan tinggi
dalam hijau bumi
berkabus tebal
tersembunyi

kekasih
kuingin sentiasa bersama
bagai ombak dan pantai
berkejaran
mengutip sisa
bagai matahari dan pohon
bermandi cahaya
kehidupan
bagai bulan dan bintang
bertaburan
di indah kedamaian

bagai kumbang dan bunga
saling memerlukan
pesona tari
mengoda jiwa
bertelekan wajah

bantal dan mimpi mimpi pelangi
tentang kita sudah lama kuhajati
sehingga aku tertunggu tunggu
termanggu terlena di kolam
setelah sedar pagi
hari sudah meninggi
dan kudup teratai
sudah lama berkembang
sendiri

kekasih
di mana kah dinda
tenggelam di lapisan alam
hilang di jauh lamunan malam
hanya desir ombak
bekejaran
berlagu pilu
meratap tidak jemu
memukul pantai kesepian
memujuk bertahan
buih buih kenangan
masih jelas
bersemi indah dalam ingatan

kulit kulit siput kemerahan
batu batu dan pasir
berselerakan
gelisah rasa
meratap memohon
terbang kembalikan
kekasihku cenderawasih
aku dahaga dalam cangkir rindu
berulam kasih
bertautan tasbih.

Saturday, August 14, 2010

KEKASIH YANG KUKAGUMI SESUCI HATI

Langit teduh
senja semakin berlabuh
wajah merah langit itu
selembut semerah pipimu
menitis rinduku ungu
ingatan jauh kembali
berlabuh kepangkuan

kekasihku ketenangan
mengharungi kelaparan
kau lah bidadariku
yang berarakan
melebarkan selendang kesucian
kesabaran pada hati
dengan ketakwaan
kenikmatan putih
seputih awan

bersama bayu bertiup lembut
di padang padang hijau
kekuatan teguh
semakin hampir berbuka
semakin bersungguh
wajahmu semakin merah
semakin ceria

bagai mawar mekar
tersenyum simpul di tangga
keasyikan terhenti
sehingga selamanya kukagumi
keindahan yang terpancar di hati
kesempurnaan.

Sunday, August 08, 2010

RINDUKU DI USUNG AWAN

Senja kekasih kerinduanku
meski pun jauh
apa khabar kau di sana
semuga namaku akan selalu ada
indah tertulis dalam hatimu
akan terus selamanya ada
terlukis dalam ingatan
semuga kita bersama
akan terus selamanya
dalam ingatan
bahagia

Kekasih
malam tiba bersama
senyum biru di kegelapan
tapi bulan menghiasinya
dengan cahaya
dan senyum itu
mula menyerlah
bintang bintang
menegurku
kebimbangan resah
bekerlipan

bulan tidur di pengusungan
beradu di dalam awan
sehingga aku hanyut jauh
bersama indah lamunan
bintang bintang pun
menaburkan salam
mengiringi kerinduan.

Friday, July 30, 2010

Thursday, July 29, 2010



Sajak `Srikandi Hati` karya Anakanda Nur Asyiqin ( Cahaya Kekasih ) tersiar dalam Sejambak Ilham di majalah Tunas Cipta Ogos 2010. Terbitan Dewan Bahasa dan Pustaka.
Puisi Saya `Serikandi Seni` disiar semula di Majalah Dewan Sastera (Edisi Mastera) Ogos 2010.

Wednesday, July 28, 2010

TIDAK PERNAH ADA SENYUM DI SINI

Kabul
Peshawar
tidak pernah ada senyum di sini
tidak ada ruang lagi
untuk kita enak berdiri
hanya peluru motar
dan bom bom berapi
berkeliaran

menyambar maut
mengekori
menghunjam lebur
gua gua pertapaan
penjara hitam
kelaparan
dikepung
kental perjuangan
suci hati
anak pribumi
Afghanistan

Qandahar
Laskar
Jalallabad
hanya batu batu
yang semakin hancur
menjadi debu
beterbangan

anak anak kecil malang
tenggelam di sana hilang
di celah celah batu hitam
petanda kejam
pentualang
serigala yang kelaparan
penguasa metos mimpi
kerasukan
zaman berzaman

lalu di sini tidak pernah ada
belas kasih simpati
sehingga mata mereka merah
bernyala nyala bernanah
kepedihan

hanya jerit sakit di mana mana
hanya pusara tidak bertanda
tinggal airmata terus selamanya
tumpah melimpah
di bumi berdarah

di sini tidak lagi pernah ada
bunga bunga indah

malam ini siapakah lagi
yang bakal menemani
unggun api ini
hanya tinggal bara
yang tidak pernah padam
percikannya sampai bila bila.

Tuesday, July 27, 2010

JANGAN BERSEDIH PERAWAN MALAM KU

Hujan malam datang lagi menyimbah
desir angin kian meresah gelisah
bertiuplah khabar dari jauh
kenangan pun
tersinggah indah

hujan bernyanyi
dedaun pun menari
ku dikedinginan malam
kau kah itu rindu
yang membawakan salam
dari dermaga luka
bercucuran air mata
tertumpah dibaju

ku dihiburkan resah hujan malam
lagu sendu dari sarat hasrat
kerinduan turun tertimpa melebat
daun daun bertebaran
hanya satu
kupunggut kusimpan
dimalam kelam
kusembunyikan
dalam hatiku
sejauh jauh
sedalam dalam
sentuhan warna
coretan lukisan
ilusi dan nyata

kekasih
usahlah bersedih
aku harap kau tahu itu
siapa kah dia perawan malam
yang sering kutunggu
menjelmalah
dalam mimpi mimpi sugulku.

Monday, July 26, 2010

HANYA SECEBIS SEDETIK SEKEPAL DOA PENGHARAPAN

Hanya tinggal secebis
sedetik ruang waktu
untuk kita membaca
mengenal
memerhatikan
dan bertanya juga
pada diri sendiri
kemana arah
pagi dan senja
berlalu

sedang sedetik itu
begitu pantas pergi
meninggalkan kita
yang sentiasa leka
terbangun dari mimpi
terpingga pinga pelupa
kemana arah
pohon hati ini
condong

dari secebis
sesingkat waktu
tertangguh
adalah ruang penuh
kesalan sungguh
untuk kita memohon
sejuta kemaafan
tertebuskah ia
tertimbuskah ia
dengan sekadar
hanya ingatan
melimpah
jenuh

hanya satu
atas dasar cinta apa
yang mungkin meletakkan aku
terbuang di mana mana

kekasih
Seikhlas aku menerima sakit ini
dan tawakal aku berserah diri
bersujud padaMu
di lantai bumi
berbumbungkan langit
kurenangi seluas lautan
terdampar di pantai
hanya berbekal sekepal doa
tulus pengharapan.

Sunday, July 25, 2010

HANYA PADAMU AKU BERSERAH

Bangun kita hari ini
dari simpul kehidupan
luka luka derita
dari celah ragam
anika warna
yang pernah kita lukiskan
sepanjang perjalanan

kita susuli jalan kebenaran
lorong lorong kemaafan
dan kita mengharapkan
lahirnya ia kembali
dari segala ketenangan
kuntum kuntum indah
berkembang semula
mewangi

Hanya padaMu Ya Allah
aku berserah
bersandar diri
lahirkanlah keindahan
di hatiku kembali
bersama ketakwaan
keimanan sejati.

JEJAK JEJAK PENGEMBARA YANG PULANG

Aku kembali menjengukmu kasih
pada malam dingin
berbisik derai hujan
bagai musafir kewalahan
menentang badai di lautan
menongkah arus
penuh keyakinan
semuga masih ada ruang untukku
bercerita bagai dulu
lupakah kau padaku

penuh harapan
aku teruskan jua mencari
jejak jejak yang hilang
mencari ketenangan di pantai ini
seputih hamparan buih
menyimbah ke pasir bersih
burung burung laut pun bernyanyi lagi
menyambut kepulangan
para pejuang dulu
ke taman taman puisi
bangku kita
yang lama di tinggalkan
kerinduan terpendam
tertangguh

dengan lapang dada
kau masih tersenyum
disambut taburan bunga
sebak sendiri oleh ingatan dulu
kulafaskan sepenuh rasa
hasrat kembali bersuara
tapi keharuan masih terkedu
terdiam tertahan
tidak terkata
di merah senja tadi.