Aku tidak pernah lupa
wajah cinta
aku tidak lupa
biru kerudungnya
aku masih rindu
pekat mata hitam itu
bila ia akan terpejam
lelap lena
dalam dakapan
rindu pada hijau perkebunan
sungai jernih airmata
mengalir jauh kesedihan
anak anak ikan berlompatan
tidak pernah lupa kamu
kau yang pernah datang
terpaku di tengah kolam
teratai tumbuh berbunga
pernah merah luka luka
sakit berbekas ke dasar hati
lemas meronta
aku tidak lupa kekasihku
indah mimpi mimpi
hanya kamu di kegelapan
pengantin malamku
berselimut malu
bukan sekadar ilusi
sketsa tanpa warna
kupersembahkan
bunga bunga luhur jiwa
sekepal harapan
untuk selamanya
hanya kamu yang ada
berbekas di dada
berbisik di pantai
membelai lembut dedaun
berarak di langit
di usung teduh awan mengebu
memayungi gunung
menyusuli lembah
resam kehidupan
meniti senja
yang semakin meranum
kelewatan waktu
hanya kamu yang tahu
dari mana
datang indah bunga
kau di mana mana
memanggil aku pengembara
mencari indah kamu
merata rata.
Tuesday, May 17, 2011
Wednesday, May 11, 2011
Monday, May 02, 2011
SEANDAINYA MEMBACA PUISI
Seandainya melontar kata
haruslah ia jelas suara
satu demi satu
seperti mengatur nafas
hela demi hela
lapangkanlah sedikit ruang jeda
untuk dihayati
menangkap indah bicara
seandai melempar kata
usahlah menghambat laju
seperti menghidupkan rasa
palit warna pada lukisannya
tingkah irama lenggok asonansi
gerak tubuh mengorak gaya
keyakinan diri
bukan gerak sebarang gerak
gerak ada dengan sebabnya
bukan baca sebarang baca
cermin diri dengan rahsia
bukan nyanyi sebarang nyanyi
nyanyi kita mengayam sunyi
indah lahir dari dalam
dari dalam ada api perjuangan
ada cahaya kebenaran yang terpendam
ada gelodak ombak meresah di pasir
selembut bayu yang menyentuh
bagai lenggok daun yang menari
bagai tebar bunga yang meluruh.
haruslah ia jelas suara
satu demi satu
seperti mengatur nafas
hela demi hela
lapangkanlah sedikit ruang jeda
untuk dihayati
menangkap indah bicara
seandai melempar kata
usahlah menghambat laju
seperti menghidupkan rasa
palit warna pada lukisannya
tingkah irama lenggok asonansi
gerak tubuh mengorak gaya
keyakinan diri
bukan gerak sebarang gerak
gerak ada dengan sebabnya
bukan baca sebarang baca
cermin diri dengan rahsia
bukan nyanyi sebarang nyanyi
nyanyi kita mengayam sunyi
indah lahir dari dalam
dari dalam ada api perjuangan
ada cahaya kebenaran yang terpendam
ada gelodak ombak meresah di pasir
selembut bayu yang menyentuh
bagai lenggok daun yang menari
bagai tebar bunga yang meluruh.
Tuesday, April 26, 2011
BILA CINTA DATANG
DIA LAH KEKASIHKU TERATAI PUTIH

Aku terkenang kasih
kekasih jauh
di himpunan gunung
lapisan ombak
beralun bergulung
desir bayu
berhembus berbisik
berkejar rindu
di dalam samar kabus
antara pohonan
di kolam kolam
merayu rayu
dia diantara lipatan puisi
mekar berkembang
mengunung harapan
selebat hujan
membilang hari
sebiru langit
sedalam lautan
selembut karang
sesayu penyu
segalak ikan
selincah udang
menari nari
dia kekasih sangat ku sayang
setiap detik terbayang bayang
di dalam gelap kulihat juga
teratai putih disinar rembulan
dialah kekasihku bertaut bersedih
airmatanya berjurai berkaca
tenang menanti di kolam cinta
dialah kekasih penawar luka
setiap masa aku berdoa
cepatkanlah detik waktu
semoga mimpi menjadi nyata
segera aku dapat bertemu
biar pun datang segala perit
hanyutkanlah indah ini
serangkai serakit.
Sunday, April 24, 2011
KEKASIH HAMPARAN HATI
Aku hanyalah hamparan permaidani
terdampar di depan pintu
ketika kau datang pergi
sesekali jadi pengesat kaki
basah atau berdebu
tetap aku suka
hamparan aku ini
tidak jemu menanti
setiap saat dan waktu
dari kerelaan dan luka luka
rindu menghiris hati
mestipun mungkin suatu waktu
kau tidak akan datang datang lagi
mungkin untuk selamanya
berlalu pergi
kerana warna ini
akan semakin luput ditelan masa
dan goyah rapuh tubuhku ini
harus reput berkecai di sini
tanpa sesiapa
tanpa sisa perca lagi menanti
menyambut jengket lembut kakimu
berpijak menari
akulah hijau hamparan itu
kubentangkan padamu
indah lapang jauh
seluas alam penuh
walau diri di sanggar sunyi
terpenjara
aduhai kasih
karangan hati
andai kasih terbiar terbuang
tidak mengapalah cinta
aku terima semahumu
tinggal mimpi
memendam rasa
masih akan terus aku hamparkan juga.
terdampar di depan pintu
ketika kau datang pergi
sesekali jadi pengesat kaki
basah atau berdebu
tetap aku suka
hamparan aku ini
tidak jemu menanti
setiap saat dan waktu
dari kerelaan dan luka luka
rindu menghiris hati
mestipun mungkin suatu waktu
kau tidak akan datang datang lagi
mungkin untuk selamanya
berlalu pergi
kerana warna ini
akan semakin luput ditelan masa
dan goyah rapuh tubuhku ini
harus reput berkecai di sini
tanpa sesiapa
tanpa sisa perca lagi menanti
menyambut jengket lembut kakimu
berpijak menari
akulah hijau hamparan itu
kubentangkan padamu
indah lapang jauh
seluas alam penuh
walau diri di sanggar sunyi
terpenjara
aduhai kasih
karangan hati
andai kasih terbiar terbuang
tidak mengapalah cinta
aku terima semahumu
tinggal mimpi
memendam rasa
masih akan terus aku hamparkan juga.
Sunday, April 17, 2011
DALAM SUNYI INI

Petang teduh terbang aku
ke langit biru
melayah mencarimu
pada setiap dahan kenangan
juga ranting kata kata
masih indah berbunga
kekasih
aku tercari cari bicara dinda
kurindu wajah kusunyi suara
manis sekuntum senyum
terlukis indah di pantai penantian
aku hanya mentafsir deru ombak
yang seolah olah berbicara
membawa khabar berita
kekasih
jangan ada keraguan di hati
jangan kau singkap
cemburu dan sangsi
sunyi ini ada ikatan
yang tidak terlepaskan
sunyi ini indah kerinduan
yang tidak terlukiskan.
Wednesday, April 13, 2011
DAKAPAN KASIH KEKASIH

Pantas waktu berlalu
aku sugul melihat teduh petang
dari hijau pohonan diam
ada kuntum menyala
mula mengorak gerak
menari
bersisir angin senja
lalu aku teringatkan sekuntum cinta
yang semakin membara di hatiku
tertahan tahan terhadapmu
hingga teduh pilu ini
semakin jauh
merendang
meranum rindu
ahh.. kekasihku
sajak ini mungkin semakin sunyi
seakan akan tidak terucapkan lagi
payah aku mencari indah
walau kutulis kata dari tulus hati
hanya ada warna
ada rasa bergetaran
melimpah tumpah harapan
di jalan jalan penuh cabaran
hanya cinta sebegini yang dapat kuberi
inilah keikhlasan yang kubawa
seandainya kita tidak dapat berjumpa
di mana tenggelam aku
hanyut jauh di dalam kesakitan
lembut selendang kuhamparkan
betapa tajam tikaman
halus tusukan cinta ini
luka pedih kurelakan
tersisa sepenuh malu
ingin mendekat menghampiri
menyatu dalam dakapan
kasih kekasih
di mana hilang aku
dalam lapis pintu
alam indah ketenangan
penuh kenikmatan
tersungkur aku lama
di perkebunan
terlelap terlena di dadaMu.
Thursday, April 07, 2011
JANGAN PERNAH BERKATA
Sepi malam ini
aku bersendiri
ketika kau tiada
aku hanya menatap sunyi
kenangan dulu mendekat
bermain di ingatan
segala kata kata
kembali kuulang baca
sehingga ia kembali berbunga
betapa indahnya harapan
hasrat tersirat
betapa aku di sini terbelenggu
diam tidak tertanya lagi
yang ku hirup hanya wangi bunga
selembut seharum rambutmu
di taman taman indah mimpiku
jangan sekali
semudah itu kau berkata
untuk pergi meninggalkan
seluruh cinta kita
bulan dan bintang bintang
masih menanti di langit
ombak masih berkejar ke pantai
dan namamu masih tertanda di hati
janganlah riuh camarku
berlalu pergi.
aku bersendiri
ketika kau tiada
aku hanya menatap sunyi
kenangan dulu mendekat
bermain di ingatan
segala kata kata
kembali kuulang baca
sehingga ia kembali berbunga
betapa indahnya harapan
hasrat tersirat
betapa aku di sini terbelenggu
diam tidak tertanya lagi
yang ku hirup hanya wangi bunga
selembut seharum rambutmu
di taman taman indah mimpiku
jangan sekali
semudah itu kau berkata
untuk pergi meninggalkan
seluruh cinta kita
bulan dan bintang bintang
masih menanti di langit
ombak masih berkejar ke pantai
dan namamu masih tertanda di hati
janganlah riuh camarku
berlalu pergi.
Thursday, March 31, 2011
Wednesday, March 30, 2011
HUTAN HIJAU RESAM
Ah derita yang mengepung ini
payahnya menolak pergi
segala kesakitan duri duri
dari belenggu harapan
hanya tinggal ranum
manis janji janji
kehidupan di dalam gelap
meraba raba wajah sendiri
hanya mengharap simpati
belas kasih Ilahi
terapung tenggelam
di hanyutkan waktu
bersama sisa serpihan
ke hutan hijau resam
bercakaran
sunyi ini terdiam aku
menahan sakit derita
pada sebuah kehancuran
hanya ingatan indah kenangan lalu
pengubat duka pedih pilu
kau tetap kekal di ingatan
walau jauh walau dekat
di sudut kecil hati terus bernyanyi
segala hasrat terpendam
daun daun pun gugur
kekuningan bertebaran
di resah merah
senja sunyi
masih terguris terluka lagi
inikah luka terpanjang
paling lama
paling dalam.
payahnya menolak pergi
segala kesakitan duri duri
dari belenggu harapan
hanya tinggal ranum
manis janji janji
kehidupan di dalam gelap
meraba raba wajah sendiri
hanya mengharap simpati
belas kasih Ilahi
terapung tenggelam
di hanyutkan waktu
bersama sisa serpihan
ke hutan hijau resam
bercakaran
sunyi ini terdiam aku
menahan sakit derita
pada sebuah kehancuran
hanya ingatan indah kenangan lalu
pengubat duka pedih pilu
kau tetap kekal di ingatan
walau jauh walau dekat
di sudut kecil hati terus bernyanyi
segala hasrat terpendam
daun daun pun gugur
kekuningan bertebaran
di resah merah
senja sunyi
masih terguris terluka lagi
inikah luka terpanjang
paling lama
paling dalam.
Tuesday, March 29, 2011
Tuesday, March 15, 2011
ANTARA BUBUR DAN PASIR
Apa yang cuba mereka padamkan
apa yang mereka jualkan
sejarah silam bahasa
wasilah pejuang bangsa
peradaban sastera seni dan budaya
keindahan karya
kemana condongnya peribadi
ahli fikir berwibawa
sehingga begitu payah sekali
batas batas perjuangan ini
meniti tangga
semakin terhimpit sempit
terpinggir
di kotak kotak kolonisma
apa yang cuba mereka angkat
nama dari bakul bakul sendiri
tembok tembok birokrasi
kehebatan intelektual globalisasi
mengaut kepentingan peribadi
apa yang mereka sembunyikan
nasi sudah menjadi bubur
siapa menuding siapa
lihatlah jari jarimu yang hitam
di manakah amanah bangsa
yang kau pegang
di mana lembut janji doa doa
pada Ilahi dulu
lihatlah hari ini
bubur hanya akan menjadi basi
lihatlah betapa derita
anak anak kami
memilih antara bubur dan pasir
yang pernah kau beri.
Karya: Gopa Bahari
Sempena Majlis Baca Yasin dan Baca Puisi
Selamatkan Dewan Bahasa dan Pustaka
Bucu Tok Perak
Dewan Bahasa dan Pustaka
Kuala Lumpur.
apa yang mereka jualkan
sejarah silam bahasa
wasilah pejuang bangsa
peradaban sastera seni dan budaya
keindahan karya
kemana condongnya peribadi
ahli fikir berwibawa
sehingga begitu payah sekali
batas batas perjuangan ini
meniti tangga
semakin terhimpit sempit
terpinggir
di kotak kotak kolonisma
apa yang cuba mereka angkat
nama dari bakul bakul sendiri
tembok tembok birokrasi
kehebatan intelektual globalisasi
mengaut kepentingan peribadi
apa yang mereka sembunyikan
nasi sudah menjadi bubur
siapa menuding siapa
lihatlah jari jarimu yang hitam
di manakah amanah bangsa
yang kau pegang
di mana lembut janji doa doa
pada Ilahi dulu
lihatlah hari ini
bubur hanya akan menjadi basi
lihatlah betapa derita
anak anak kami
memilih antara bubur dan pasir
yang pernah kau beri.
Karya: Gopa Bahari
Sempena Majlis Baca Yasin dan Baca Puisi
Selamatkan Dewan Bahasa dan Pustaka
Bucu Tok Perak
Dewan Bahasa dan Pustaka
Kuala Lumpur.
Monday, March 07, 2011
Friday, March 04, 2011
SINAR DI HAMPARAN
Cahaya matahari menyimbah
pada embun di dedaunan
bagai mutiara yang berkilauan
di dalam hidangan
di hamparan
bagai melimbah
butiran kata
puisi puisi syahdu
pada helaian kertas
mekar berbunga
aku melihat indahnya ciptaan
memberikan sepenuhnya sinar harapan
pada sekelian alam
pada semua kehidupan
yang pernah tenggelam
teraba raba mencari
di kegelapan malam tadi
ketika kabus menutup pandangan
kehilangan bintang bulan
di langit tinggi
tapi kita masih boleh terus bermimpi
kita masih boleh bertanya
belas kasih Ilahi.
pada embun di dedaunan
bagai mutiara yang berkilauan
di dalam hidangan
di hamparan
bagai melimbah
butiran kata
puisi puisi syahdu
pada helaian kertas
mekar berbunga
aku melihat indahnya ciptaan
memberikan sepenuhnya sinar harapan
pada sekelian alam
pada semua kehidupan
yang pernah tenggelam
teraba raba mencari
di kegelapan malam tadi
ketika kabus menutup pandangan
kehilangan bintang bulan
di langit tinggi
tapi kita masih boleh terus bermimpi
kita masih boleh bertanya
belas kasih Ilahi.
Sunday, February 13, 2011
SAJAKKU MELUKISKAN DIA

Bisikkan lah padaku
kata luhur terlus
dari dasar kolam hati
segala yang terpendam
diam teratai berkembang
seri warnanya gemilang
meruntun sepenuh hasrat
aku sudah begitu lama
jauh terpikat tergoda
terbayang bayang
katakan lah pada ini kumbang
penat berlegar legar
kewalahan terbang
katakanlah padaku
tentang itu sunyi
semerbak bunga
sehutan hijau wangi
katakan lah sayang
langit tinggi
di penuhi indah bintang bintang
dan bulan tidak lagi sendirian
aku di usung lembut mengebu awan
laut dalam
di penuhi mesra ikan ikan
aku hanyalah duka nelayan
dan aku tidak lagi bersendirian
meredah gelombang
resam kehidupan
katakan lah padaku kasih
kau juga begitu
di mana mana
aku hanya lah burung burung
hilang arah haluan
terkasima oleh nyanyi cinta
berapi.
Tuesday, February 08, 2011
KEKASIHKU SEMERAH SEINDAH SENJA

...Kekasihku
waktu semakin beharga
puisi menjadi inti kata
pendek padat
semakin diam kita
memerhatikan suasana
melihat gelagat
garis menjadi warna
kata mencari indah
diperlukan lagi
sesekali kalut kita
di tolak ke tengah
mendengar wacana
diskusi pengalaman diri
tapi kita memilih
ketenangan di tepi
menyendiri di kolam
di perkebunan sedih
mendengar resah hujan malam
menoleh pada kesilapan lalu
kerana waktu begitu pantas berlari
meninggalkan daun daun kekuningan
ketika bunga bunga di taman
mula layu
Kekasihku sayang
kau semakin indah di hatiku
bagai terhiasnya pulau pulau di lautan
kulit kulit siput memutih di pantai
lincahnya anak anak ikan
menari di celah lembut karang
melihat burung burung beterbangan
bernyanyi berdendang
menjeritkan lagu cinta kita
semerah seindah senja
setia kasih untuk selamanya
kekasih malamku
kerinduan langit biru
ada sesuatu ingin kutanyakan
... cintakah kau akan aku.
Sunday, February 06, 2011
KEKASIHKU KECUBUNG UNGU KERUDUNG RINDU
Aku menjadi bimbang
dengan hari hari yang kulalui
seperti meyusul sebatang jalan sunyi
sehingga bunga bunga di pinggirnya
semakin terkulai
mendiamkan diri
terpaku terkedu
hanya kulihat sebutir embun
tersangkut di kelopaknya
longlai tidak bermaya
jerih tertunduk sedih
di kolam duka
tertahan tahan
tergenang payah
aku tidak berdaya lagi
melukiskan indah suasana
aku tidak dapat melihat
biru laut warna cinta ini
di dalam bancuhan merah
lembayung senja
rindu semakin tertumpah basah
bagaimanakah kau disana
menyulam kata
menjahit luka
pada daun daun
kekeringan
ada taring terbenam di tengkukku
ada kuku mencengkam kedua bahuku
selagi terdaya aku ingin terus meronta
mendekat padamu
meski pun apa terjadi
walau tutas menerpa
sakit segala
kekasih malamku
kecubung ungu
kerudung rindu
usah menyendiri
hanya mengundang
gundah gulana
memendam rahsia
semakin lama menjeruk rasa.
.
Wednesday, February 02, 2011
RASAKU SEKARANG
Tuesday, February 01, 2011
SALAM BUAT KEKASIH
Salam rindu dari kejauhan
selebat hujan
segelap sepekat malam
seindah mimpi mimpi
terangi aku
dengan cahaya
kerinduanmu
di langit tinggi.
selebat hujan
segelap sepekat malam
seindah mimpi mimpi
terangi aku
dengan cahaya
kerinduanmu
di langit tinggi.
Subscribe to:
Posts (Atom)






