Thursday, December 03, 2009

Wednesday, December 02, 2009

POHON MENANTI

Pada setiap pagi
aku menunggu berita darimu
seperti selalunya
aku terus menanti
telefon bernyanyi

tapi hari ini
segalanya sunyi
sehingga angin petang
bertiup kencang
menerbangkan dedaunan
bertebaran kekuningan
juga meninggalkan aku
sendirian
termangu sepi

di bawah pohon rindumu
resah bertanya arah
kemana.

Tuesday, December 01, 2009

SERIKANDI SENI

Kulihat gigih
terjaring dimatamu
mengupas kelopak merah menyala
jemari halus dipenuhi duri
terluka

dialah serikandi gelisah
tidak jemu mencari indah
bersama warna halus bicara
dipeluknya kalimah alam
juntai palma
kembang ungu teratai di kolam
tanda ada
tasbihnya dari batu
dari permata

dia terus melangkah
mengumpul kembali
sirah rindu yang dulu
puisi tradisi kasih bonda
masih kedengaran
berlagu dialun buaian
ingin ia ceritakan
didalam lakaran
halusnya seni warisan
wajah seribu puteri

berkali kali rantingmu patah
dipukul alun rentak bertingkah
tetapi wajahmu tetap kental ceria
jauh merenung kedalam diri
mengapai harapan membumbung tinggi
mengumpul kekuatan
berpencak jiwa berani
tabah menyulam motif dan corak
berkait bersambung
tiada hujung
tiada henti.

Sunday, November 29, 2009

SECAWAN KOPI

Hanya bunga bunga kenangan
mengharum merah menyala di halaman
teratai berkembang unggu rindu
anak anak ikan mengintai resah di kali
embun pun gugur perlahan
dari hijau selepas basah
dihujani mimpi pelamin
pengantin yang dulunya
tersangat muda

dedaun kuning merah bertebaran
angin dingin memaut kencang menari
menjauh meninggalkan permaidani
petak petak kehidupan
harapan dari ranting terkulai
sendiri meratapi
mimpi indah petani
alangkah sukarnya bercerita
tentang pohon pohon
condong di tangga

jalan semakin jauh
semakin pilu sedih
siapa yang sudi mendengar
dari lubuk hatiku yang pedih
merintih mengalir lesu
raut wajah mu
selamanya dulu pernah dirindu
tertegun terkasima
menunggu aku menanti
perlahan menghirupnya
hitam pahit manis rasa
hilang dalam senyum terpaksa.

Sunday, November 08, 2009

DURI DURI

Tajamnya duri duri ini
tersengkang diantara bahuku
tersilang antara selangka dada
bisanya duri ini
meragut seluruh kesakitan
ke dalam kotak fikir
kalut meracau
beku buntu

bagaimana pun
dari dukacita burung- burung senja
aku merayu padamu
rindu jauh langit tinggi
sesekali akal hilang
aku pasti tunduk kembali
dalam hamparan sejuta wangi
rumputan

aduhai sakitnya...
terhoyong hayang
terasa perit tusukan ini
aku pasti akan tumbang pula
terlentang ke belakang.

Monday, November 02, 2009

TENTANG POHON DIRI

Akar itu niat serta akidah
batang pokok itu amalan juga ibadah
ranting itu dari cabang segala doa
daun itu doa terpilih terus kepada Nya
dari syafaat nabi atau para ulama
bunga itu tanda kasih tanda cinta
buah itu hasil dari segala usaha
tangkai itu usia hayat
condongnya ke arah kiblat

alam itu sebenarnya tanda ada
ada pencipta ada penjaga.

PANAH YANG TERPACAK DI DADA


Ketika asyik
mencari diri
antara tidur dan jaga
berkali kali
dipanahnya lagi
bagai kilat dari angkasa
menyambar bagai halilintar
berapi terpancar di dadaku
terbelah dua
menggelepar
tapi hilang rasa
hanya cahaya

Inikah urusan
tentang hati
perihal cinta
sehingga segalanya
begitu mudah terguris
pilu sayu menangis
usah menjauh
isi alam bergetaran merusuh
memanggil indah namamu
sehingga lidah kasih mula tersentuh
aku sebenarnya sudah berkali kali jatuh.

Monday, October 26, 2009

Saturday, October 24, 2009

PADA CINTA PERTAMA

Seandainya tertutup kalam
tenggelam pada segala keasyikan
ketakjuban
tidak perlu bercerita lagi
terjunlah kedalam hakikat
kenalilah diri
sebenar benar diri
itupun yang kau cari
merataplah
bergulinglah
merayulah
bernyanyilah
penuhkanlah ia
puji dan puja
hiasilah dirimu
secantik cantiknya
sewangi wanginya

kau dalam pelukan cinta
cahaya di dalam cahaya
cahaya yang selama ini
menjadi rahsia
kembali kepada rindu mula
rindu pada cinta yang pertama.

Tuesday, October 20, 2009

MELANKOLI DINIHARI


Ah... sedihnya malam ini
hujan setitis saja
menitis perlahan

betapa sunyinya di kegelapan
hanya cengkerik saja
yang berani bernyanyi
lagu luka hatiku ini

mereka semua pergi
melambai lambai tangan
meninggalkan bangku bangku setia
setangkai bunga kusam
diam tertinggal disana
bukan milik siapa siapa

aku melukiskan dia
tercengang cengang
melihat rerama putih
mencari warnanya
kemana hilang

alangkah sunyinya
mimpi ini
tanpa tetamu
berjalan sendiri
mencari pagi

... namamu
masih tertulis ditapak tangan ini
di mana terguris lama lukaku dulu.

Wednesday, October 07, 2009

Tuesday, October 06, 2009

SANDARKAN DIRI KE DINDING INI

Kusandarkan diri pada dinding ini
hanya aku ingin sandarkan diriku dengan manja
telah begitu banyak beban tergalas ini
sarat tak terpikul lagi
penuh

malam ini
aku hanya ingin bercakap seperti biasa
seperti aku yang tidak mengerti apa- apa
dengan bahasa yang biasa
dari resam pengalaman
tangguh lagi pelupa

ingin ku sandarkan kesal ini
kebahu kekasihku yang sentiasa
memerhatikan
bila terkoyaknya iman
tersungkur lagi
berkali kali
meruntun harap
belas kasihan

kata hati aku kini hanyalah
dari sunyi pohon teruji
disana segalanya ada
ranting ranting
ulat ulat sebelum menjadi rerama
buruk sebelum kembali kesayap indahnya.

Sunday, October 04, 2009

Tuesday, September 08, 2009

SIAPALAH AKU

Apa harus diucapkan lagi
senandungku kini berlagu sunyi
tenggelam dilamunan
hanyut sendiri

apa harus dikesalkan kini
puisi luka tidak bermakna
hanya lontaran kata- kata
tanpa lagu hilang asonansinya

hitam putih alam ini
hanya tinggal debu dan pasir
tidak henti beterbangan
lalu hilang dari pandangan
ombak pantai ku bisu
meninggalkan seribu deru
meronta kesakitan

sepi sebelum ada sesiapa
diam untuk tidak lagi bertanya
untuk menyelam
dalam lautan ikan -ikan
siapalah aku
antara bayangan pepohonan
di lapisan hati mereka
tidak lagi bermakna
hanya tinggal naratif cinta.

Wednesday, September 02, 2009

DALAM DIAM DIAM

Lain kali tak perlulah
mereka reka sesuatu cerita
atau sesuatu jenama
formula baru konon
kalau sememangnya
nak buat sesuatu
yang sebenarnya tidak perlu
menipu begitu

kesiannya mereka
dalam diam diam
tertipu rupanya
yang buta ilmu

sebenarnya
pakailah topeng apa pun
kami memang dah tau
hitam yang datang dari dalam.

RINDUKU

Biar rindu menjadi buku
bila kau pulang
itulah hadiahku
tataplah ulang berulang
sampai kau jemu

sayangku
lepaskanlah!

LAMUNAN




Hanyalah ingatan
yang sering ku hanyutkan
jauh dari indah itu
dedaun kekeringan
di padang padang perhitungan
terlentang kejang
kehancuran ku relakan

apa yang kau tinggalkan hanyalah
seketul hati sekepal cinta
apa kau fikir ia akan lenyap hilang
begitu mudah dari ingatan
sehingga bertahun tahun mimpi itu
mempermainkan
keindahan
hanyalah sia sia
tidak pernah menjadi nyata
tidak pernah tumbuh pun
mana mungkin
menjadi bunga

terima kasih kawan
aku sudah biasa dihanyutkan
bila tidak diperlukan
bila tidak ada kepentingan