Wednesday, February 10, 2010

KE MANA PERGINYA PENYAIR MALAM

Betapa sunyi malam ini
sepi semuanya tanpa sesiapa
meruntun waktu
mengelodak gelisahku
tercari cari puisi indahmu
berkali kali pertanyaan
kuulang baca
hanya jawapan tetap berulang
jawapan yang sama

Kekasihku penyair malam
ke mana kau menghilang
untuk sebentar pun
kuingin kau datang
alangkah resahnya menanti
membilang sejuta bintang
di langit tinggi
bertaburan
berkelipan
kau di sana di mana mana
masih mengerdipkan mata

sayap sayap bidadari beterbangan
mengusung sunyiku ke serata alam
di mana kekasihku
wajahnya terlukis di bulan
hingga rindu itu pun datang merenda
merangkul ku pelahan
hingga terlena dengan warna
penuh di tangan.

5 comments:

  1. pedih terasa...
    membias cinta tanpa bayang...
    ke mana menghilang...

    setiap waktu...
    aku menunggu...
    bagai burung punguk...
    merindukan bulan...

    bukan aku bermain kata...
    bukan aku bermadah pujangga...
    cinta aku...
    rindu aku...
    bersinar dalam kalbu...

    kerana cinta aku tersiksa...
    kerana rindu aku terluka...
    ke mana Kau berada...
    berilah secebis cahaya...
    agar bersinar dalam jiwa...

    aku belayar dilautan...
    bukan kerana nama...
    aku terhenti dipersisiran...
    kerana aku hamba...

    ReplyDelete
  2. malam seolah bagai mengijab pandangan
    kekasih terhadap kekasih
    kala senja menjelma
    tika itulah kesunyian bergema
    menggentar nadiku
    menggegar malamku
    merunduk aku ketakutan
    memeluk kedua lututku
    mungkinkah akan kehilangan kamu

    penyair malam
    kekasihku
    tersangkar aku
    melihatmu dari kejauhan
    tiada upaya membelai jiwamu
    berkucuran airmataku
    menahan getar rindu
    yang tertahan

    tiap depaan sayap
    kutebarkan haruman
    dan percikan sinar cahaya cinta
    ke setiap singgahanku
    meninggalkan jejak kasihku
    mohon kamu ikutinya...

    ReplyDelete
  3. Setiakasih
    janganlah bimbang
    aku hanya melayan resahku.

    ReplyDelete
  4. Dhamah Syiffah,
    Dia ada dalam dirimu
    berbicaralah denganNya
    Nur itu bersamamu jua
    Nur itu kekasihNya.

    ReplyDelete
  5. salam.. yang inikah?

    Terima kasih... aku menghargainya.

    ReplyDelete