Wednesday, January 20, 2010

RINDUKU DIAM

Tenggelam aku dalam lamunan
hanyut kenangan
tanpa suara
menyahut panggilku
bulan kelam
bintang pun rawan
langit suram
hasrat diam
terpendam dalam

kulukiskan cinta
hitam putihku
kaulah pelangi indah
melingkari hidupku
kaulah bayang
separuh dariku

kulukiskan rasa
indah pertemuan
sepanjang hayatku
kupalit pekat warna
seranum rinduku

aku cinta terlalu
rindu teramat rindu

diamku tidak terucap

7 comments:

  1. dalam lukisan
    dalam kata
    kurang sempurna
    salinan rasa

    o rinduku
    tidak terungkapkan

    bayangmu menyentuh jiwaku
    mengeletar kujur badanku
    bukan gentar
    ingin resap
    jadi satu

    pelangi
    yang melingkari alammu
    adalah segala kecintaanku
    biar bulan turut diam
    biar bintang jadi arah
    merapat kepadamu
    menyahut panggilan rindu
    dalam yang terlalu
    menguasai kewujudanku

    datanglah kepadaku...
    selalu.

    ReplyDelete
  2. Anakanda Cahaya puisi baru,malam tadi.

    ReplyDelete
  3. Setiakasih,
    sore begini terlukis rangkap bicara puitis
    yang kutunggu
    luputlah resah dari kebeningan senja
    semakin merah semakin indah
    sunyi mengamit ingatan
    padamu
    kau yang jauh.

    ReplyDelete
  4. Hujan terus melebat
    hati pun hanyut
    tersentuh

    ReplyDelete
  5. Baru jelas tahu ku
    apabila seorang seniman
    diam terdiam
    rupanya bukan ngelamun
    bukan juga ia bermenung
    tetapi mengumpul tenaga
    membina tapak tari didada rasa
    mengolah indah pelangi menyeri rupa
    diam seorang seniman
    menanggam harap impian
    mewiridkan hajat kesampaian

    Nyata diwirid diam itu ada hidayah mendatang
    membawa harapan sekian dinanti
    melamar kasih terpendam dihati
    sukar barangkali melupakan ia
    kerana datangnya entahkan suatu kurnia
    Rahman Rahim siapalah tahu kerjanya
    melainkan mereka yang terlibat dihati merasa.

    ReplyDelete
  6. CLJ terima kasih singgah kemari.
    Lamunan berputar ligat
    Sarat rencana.

    ReplyDelete